TITIAN MUSLIMAH MENUJU KESEMPURNAANNYA 2

WANITA ANTARA ILMU, KARIR DAN PERJUANGAN (2) 

TUJUAN BELAJAR BAGI WANITA 

Pembahasan ini dimulai dengan satu pertanyaan : Kenapa wanita belajar ?.

Ada beberapa sebab yang disebutkan oleh Al-Imam Al-Khamenei khafidzhullah  yang menjadikan belajar bagi wanita sebagai perkara yang penting dan harus  ditekuninya:

 

1.Untuk memiliki pengenalan ;

 

Memiliki pengenalan dengan sendirinya adalah sebagai perkara yang harus dituntut, karena ilmu adalah satu kesempurnaan dan keberadaannya diperlukan bagi semua manusia.

 

Al-Imam Al-Khamenei hafidzahullah berkata:

“Saya menekankan bagi kalian wahai para wanita muslim dan beriman yang hadir di hari ini, jika ada diantara kalian yang belajar maka belajarlah dengan sungguh-sungguh, namun belajar bukan sebagai langkah awal untuk mendapatkan karir saja, bukan karena untuk mendapatkan pekerjaan dan mencari harta. Sungguh belajarnya wanita adalah perkara penting untuk tujuan mendapatkan pengenalan, tujuan penting inilah yang dapat mengangkat pertumbuhan daya fikir, sedangkan berkarir itu akan datang pada tingkatan yang kedua”.  

2. Sebagai langkah Awal untuk mendapatkan pekerjaan;

 

Betul, bahwa wanita secara langsung tidak dibebani tugas menyediakan suapan nafkah untuk keluarganya, tetapi ini tidak berarti mencegahnya dari berkarir, dan tidak juga berarti bahwa berkarir tidak memiliki manfaat dan tidak penting bagi wanita (kami akan mengemukakannya pada bahasan yang akan datang. InsyaAllah). Dan ilmu sebagai langkah awal yang diperlukan untuk pekerjaan telah disinggung oleh Al-Iman pada kalimatnya diatas.

 

3. Untuk mendewasakan masyarakat;

 

Bisa dikatakan sebagai paling minimnya perkiraan –jumlah wanita adalah separoh dari seluruh jumlah masyarakat-. Ketika wanita belajar ini berarti kita telah menyelamatkan setengah dari jumlah masyarakat dari kegelapan kebodohan menuju cahaya ilmu, dan perkara ini tidaklah sia-sia untuk pertumbuhan kedewasaan masyarakat, dengan itu akan terlipat gandakan kemampuan masyarakat pelajar, dan dengan demikian akan terwujudlah kemudahan dalam penggunaan tenaga guru, dan meyakinkan kita terhadap kemampuan yang cukup untuk kepentingan pembelajaran.

 

Berkata Al-Imam Al-Khamenei hafidzahullah :

 

“Suatu masyarakat yang didalamnya terdapat wanita dan prianya belajar, maka jumlah para pelajar dalam masyarakat itu akan memjadi berlipat ganda dari jumlah pelajar dalam masyarakat yang pelajarnya hanya kaum prianya saja. Dan ketika dalam suatu masyarakat terdapat kaum wanita juga belajar, maka jumlah para pengajar wanita juga akan berlipat ganda dari manyarakat yang hanya kaum prianya saja yang belajar sehingga jumlah gurupun akan berlipat ganda dari masyarakat yang hanya kaum prianya saja yang menjadi guru”.  

 

Dan selanjutnya beliau berkata :

 

“Dapat kita ajukan sebagai contoh, jika masyarakat kita memiliki jumlah 50 juta manusia, dan dari jumlah itu terdapat 30 atau 35 juta manusia yang dapat memberi hasil untuk bangsa dan negara ini, maka suatu perkara yang alamiah separoh dari jumlah itu adalah jumlah kaum wanita, maka apakah bukan perkara yang dapat diterima aqal lalu kita lupakan dengan mudah bahwasannya wanita adalah sebagian dari sumber daya manusia yang besar ini?,  dan apakah masuk aqal kalau kita mengabaikan tambang Tuhan yang berharga ini yang terdapat dalam keberadaan kaum wanita? Dari itu haruslah terdapat tokoh-tokoh ilmuan dari kalangan mereka”.

 

4. Untuk menyelesaikan berbagai problem;

 

Sungguh banyak problem masyarakat dan khususnya problem kaum wanita yang disebabkan oleh kehampaan atau sedikitnya ilmu-pengetahuan, jika kita mengajarkan kaum wanita dalam bentuk yang baik dan tepat, maka sungguh akan banyak dari problem ini akan dapat diselesaikan.

 

Berkata Al-Iman Al-Khamenei hafidzahullah :

 

“Mendorong wanita untuk belajar, memberi keberanian kepada para gadis untuk menempuh pembelajaran yang tinggi, menyiapkan keamanan dan kemudahan fasilitas untuk mereka memasuki pusat-pusat perguruan tinggi melalui jalan yang dilindungi oleh perundang-undangan, akan dapat memudahkan menyelesaikan berbagai problem”.

 

5. Meninggikan harga jauhar / jati manusia :

 

Berkata Al-Imam Al-Khamenei hafidzahullah :

“Sungguh jauhar kemanusiaan wanita dan pria adalah mulia, dan ketika keduanya menuntut ilmu dan hikmat, maka keduanya akan berusaha menuju pertambahan kejelasan dan kecemerlangan jauhar itu, ketika wanita mencapai ketinggian ilmu tetapi ia melupakan jauhar kemanusiaannya maka ilmu tidak memberi arti baginya dan ia mengecilkan kehormatan jauhar kemanusiaannya, maka penghargaan apa yang dapat dimilikinya? Sungguh jauhar kemanusiaan seharusnya berkembang disisi wanita dan pria karena masalah itulah yang berharga”.(Terjemahah IM/UI). 

BIDANG BELAJAR YANG UTAMA BAGI

WANITA  

Tidak diragukan lagi bahwasannya ilmu memiliki cabang yang banyak dan lapangan yang sangat luas, apakah belajar bagi wanita diharuskan dalam kesemua cabang dan lapangannya ataukah yang lebih utama untuk diperhatikan darinya seperti bidang medikal perobatan/kedokteran, (dalam penjelasan berikut menjadi jelas adanya).

 Apa sajakah bidang ilmu yang lebih utama untuk ditekuni oleh mereka?: 

1.     Belajar membaca dan menulis : 

Pada marhalah awal semestinyalah perkara penting diajarkan kepada wanita yaitu membaca dan menulis, karena ini adalah bab yang paling asas yang mengantarkan kemampuan untuk merakit jiwanya sebagai berkondisi berilmu dan melangkah menuju tingkatan-tingkatan ilmu selanjutnya.

 

Berkata Al-Imam Al-Khamenei hafidzahullah :

“Sesungguhnya dari perkara yang sangat asasi, adalah pembelajaran wanita untuk bisa membaca dan menulis, dan dari tindakan yang sangat penting adalah membela wanita untuk melangsungkan pembelajarannya dan menemukan cara yang profesional untuk menjadikan wanita lihai menekuni pembelajarannya didalam rumah-rumah mereka. Namun patut disayangkan bahwa wanita-wanita kita banyak yang tidak suka untuk menekuni pembelajaran, ribuan kitab yang disadurkan dipasar-pasar dan beredar tampa dipelajari oleh mereka. Kitab-kitab ini memberikan nilai tambah untuk pengenalan terhadap kemanusiaan, mencerahkan akal untuk memahami keutamaan dan berfikir yang labih baik dan menemukan pengetahuan yang labih banyak dan menjadikan mereka menempati kedudukan yang lebih utama dan lebih selamat”.  

Demikian beliau berkata juga:

 

 “Hendaknya para orang tua mengijinkan putri-putri mereka untuk sekolah dan menekuni pembelajaran, menulis dan membaca, dan jika mereka tekuni pengetahuan agama dan kemanusiaan maka pikiran dan akal mereka akan menjadi kuat danpenuh gairah dan ini adalah perkara yang penting sekali”. 

2.     Belajar cara-cara menangani keluarga : 

Berkata Al-Imam Al-Khamenei hafidzahullah :

“Dari perkara lain yang sangat penting adalah mengajarkan mereka tentang cara-cara yang benar dalam menangani urusan dalam rumah tangga, yaitu bagaimana berprilaku dengan suami dan anak-anak, walaupun dikalangan kita terdapat wanita-wanita yang baik yang memiliki kesabaran, kemaafan dan berbudi pekerti, akan tetapi mereka tidak mengetahui cara-cara yang tepat untuk berprilaku dengan suami dan anak-anak. Ajarkanlah mereka tentang tata cara yang ilmiah dan perkara yang sudah diperkenalkan sebagai hasil pengalaman kemanusiaan yang berlaku hari demi hari, sehingga mencapai marhalah yang lebih baik. Dan memungkinkan bagi mereka untuk memperbincangkan pengalaman yang lebih baik itu, dan hendaknya mereka menemukan cara yang sesuai untuk mencerdaskan kaum wanita terhadap masalah ini”.  

3.     Belajar ilmu pengobatan : 

Dari perkara yang dianggap penting oleh Sayyidul-Qa’id hfz dan menekankan untuk menekuninya adalah Ilmu pengobatan dan belajarnya wanita mengenai ilmu ini adalah dapat menutup kekosongan yang ada di dalamnya.

 

Demikian Al-Imam Al-Khamenei hafidzahullah  berkata:

“Saya menunjukan disini kepada pentingnya provesianalitas khusus bagi wanita dalam semua perkara ilmu kedokteran dan wanita jangan hanya puas dengan menguasai perihal kedokteran mengenai kewanitaan saja, karena selama kita mempunyai keyakinan kepada pentingnya keberadaan jarak dalam hubungan dan pergaulan kemasyarakatan antara pria dan wanita, tentunya kita akan menekankan pemisahan percampuran bebas antara wanita dan pria, dan kita mempunyai kepercayaan dengan keberadaan hijab dengan maknanya yang nyata dan sempurna; tentunya kita tidak mungkin dapat mengabaikan masalah pengobatan yakni sungguh kita membutuhkan adanya dokter-dokter wanita sebagaimana dengan sendirinya terjadi kebutuhan ini terhadap adanya dokter-dokter pria, sehingga kaum wanita dapat mengkonsultasikan segala prihal masalah pengobatan yang diinginkannya sekalipun yang paling detail dan khas, tidak ada alasan untuk bersentuhan terhadap adanya jarak ini bagi wanita dan pria, oleh karenanya menjadi kemestian bagi kita untuk menyusun strategi yang memungkinkan bagi para wanita mengkonsultasikan diri kepada dokter wanita dengan tampa samgkalan, bukan kepada dokter pria. Sebagian kaum wanita berkepercayaan bahwa semestinya bagi kaum wanita untuk mempelajari provesionalitas kedokteran mengenai kewanitaan saja, sehingga mereka kekal dalam spesialisasi yang terbatas yaitu berkisar masalah pesakit kehamilan dan kelahiran, sedangkan perkaranya tidak hanya demikian, hendaknya wanita dapat mempelajari semua macam dan cabang-cabang spesialisasi kedokteran seperti : Hati dan seluruh penyakit dalaman dan emosianal manusia. Sungguh yang demikian itu wajib atas mereka, dan itu tanggungjawab wanita lebih besar dari kaum pria dalam kenyataan sekarang ini. Maka masayarakat kita sangat membutuhkan untuk mempelajari cabang ilmu yang beraneka yang dibutuhkan dalam pembangunan masyarakat” .

 

Oleh karenanya belajar cabang-cabang ilmu kedokteran adalah kewajiban dan tugas wanita yang lebih besar dari kaum pria, sehingga mereka dapat mengentaskan kebutuhan kaum wanita untuk pengobatan dan berkonsultasi dengan dokter laki-laki, maka dengan adanya para dokter wanita yang menguasai seluruh cabang kedokteran dengan jumlah yang memadai untuk melayani masyarakat tentunya tidak diragukan hal ini sebagai perkhidmatan dalam memenuhi tujuan-tujuan Islam.

 4.     Belajar berbagai cabang keilmuan:

 Demikian Al-Imam Al-Khamenei hafidzahullah  berkata :

“Usaha kaum wanita kepada keberanian dan kebangkitan kelompok mereka dengan potensialitas mereka dalam menekuni berbagai bidang keilmuan, maka sungguh hal ini membantu mewujutkan cita-cita revolusi, negara dan manusia berupa kebutuhan kepada perkhidmatan mereka, sebagaimana Revolusi, negara dan manusia membutuhkan kepada ketepatan prilaku dan tata cara wanita yang respek terhadap agama”.  

Dan beliau hfz menambahkan :

“Sesungguhnya ilmu adalah perkara yang sangat mulia sekali, dan sungguh saya menekankan agar kaum wanita yang ada dalam masyarakat kita untuk  mempelajari seluruh cabang keilmuan. Dalam pertemuan yang lalu setahun atau dua tahun yang lalu telah saya tekankan atas keutamaan cabang-cabang Ilmu kedokteran, demikian karena ilmu kedokteran adalah kepentingan yang tunai dan segera bagi kita, bahkan wajib bagi wanita untuk menerima semua cabang spesialisasinya dan memberikan hasil usaha mereka”.

 5.     Belajar tentang pandangan Islam mengenai kaum wanita dan spekulasinya yang diinginkan : Beliau hfz berkata : 

“Wajib bagi wanita dengan sendirinya untuk mengenal sebelum yang lainnya mengenai kedudukan diri mereka secara Islami dan membelanya. Wajib bagi wanita untuk mengenal apa itu hukum Allah, Quran dan Islam mengenai premis-premisnya, dan apa yang dikehendaki olehnya, ketentuan tanggungjawabnya atas mereka. Wajib atas wanita untuk mengimani apa yang dikatakan oleh Islam dan apa yang diinginkan olehnya dan hendaknya wanita mengadakan pembelaan terhadapnya. Karena jika wanita tidak melakukan hal demikian maka orang-orang yang tidak respek terhadap segala agama akan menyempatkan diri untuk menganiaya kaum wanita, sebagaimana keadaan yang terjadi di dunia Barat di hari ini, BERSAMBUNG.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: