TITIAN MUSLIMAH MENUJU KESEMPURNAAN-NYA

Di pangkuan wanita anak manusia dibentuk rasa dan karsanya sebagai pemicu nasib bahagia dan sengsaranya. Wanita Antara Ilmu, Karir dan Perjuangan (1)

Tidak tertinggal wanita menjadi topik bahasan dan argumen dalam berbagai bidang, dan tidak tertinggal topik yang berkaitan dengan wanita kecuali meninggalkan tanda tanya pada berbagai kisarannya. Manusia berbeda pendapat di dalamnya dan mereka berkecenderungan berlebih-lebihan dan bahkan berkekurangan, dari sekian masalah wanita yang paling banyak dibubuhi tanda tanya adalah dalam ketiga masalah berikut; Apakah Ilmu bermanfaat bagi wanita? ataukah Ilmu lebih dikhususkan untuk kaum laki-laki saja?, apakah topik beramal bagi wanita dapat memasuki lapangan spekulasinya? dan apakah topik Jihad juga dapat diarungi oleh wanita ataukah itu hanya untuk kaum pria saja?.

Dalam mendapati pencerahan berfikir, sudah semestinyalah kita meneguk air jernih Islam yang termuat dalam arahan-arahan pemimpin spritual Islam Al-Imam Al-Qaid Al-Khamenei (semoga Allah Taala menjaganya), sebagai minuman yang menyuguhkan kekayaan berfikir dan meluruskan perjalanan serta membenarkan pemahaman-pemahaman selayaknya, yang sudah diutarakan atau yang akan diutarakan. Dan manakah lagi air yang lebih jernih dari yang mengalir melalui saluran madrasah Ahlul-Bait Rasulillah saww sendiri, sebagai Pemikul bendera duplikat hidayat bagi Sohiba-zaman (Semoga Allah Taala mempercepat kemunculannya).

Oleh karenanya mari kita membaca penjelasan-penjelasannya dengan lisan hati dan akal dalam ketiga masalah tsb.

APAKAH ILMU KHUSUS UNTUK KAUM LELAKI SAJA?.

Al-Qaid berkata: “Sebagian orang menyangka bahwasannya para gadis tidak wajib untuk menuntut ilmu, sungguh itu adalah sangkaan yang salah dan keliru”.

Pementingan Islam terhadap Ilmu dan belajar dengan mengibaratkan Ilmu sebagai kehidupan bagi Agama. Anda melihat Adakah agama dikhususkan untuk kaum lelaki saja tampa diperuntukan bagi kaum wanita, sehingga kaum wanita terisolir dari kehidupannya karena tercegah dari berilmu dan belajar? Tidak diragukan lagi, bahwasannya Agama diperuntukan bagi kaum wanita sebagaimana juga diperuntukan bagi kaum lelaki:

“Man-Amila-Soolihan-min-zdakarin-au-unsta-wa-hua-mu’minun-falyuh-yiannahu-hayaatan-thoibatan-wa-linujziannahum-ajrahum-bi-ahsana-maa-kaanuu-ya’maluun”.

“Sesiapa yang melakukan perbuatan baik dari kalangan lelaki dan wanita sedang dia dalam keadan beriman, maka kami akan menganugrahkan baginya kehidupan yang baik dan memberinya ganjaran yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.Qs.A-nahal/97.

“Wa-Maa-arsalnaaka- illa-mubasyiron-wa-nazdiiro…”.

Tiadalah kami mengirim kamu (wahai Rasul) kecuali sebagai pemberi khabar gembira dan pemberi peringatan. Qs Saba/ 28.

Apabila Ilmu sebagai perkara yang diharap, dan sebagai tujuan dan kesempurnaan, maka tidak diragukan lagi, bahwa kaum wanita memiliki saham dalam kesempurnaan, dan merupakan hak mereka untuk meraih tujuan seperti ini, dan apabila ilmu sebagai perkara yang dibutuhkan, maka pasti kebahagiaan manusia berada dalam jangkauan, sejak priode kehidupannya di muka bumi ini, kebutuhan manusia terhadap ilmu selain sebagai pemilah antara amal saleh dan selainnya, juga pemilihan jalan yang paling selamat dan tatacara yang paling benar adalah membutuhkan Ilmu, oleh karena demikian ilmu tidaklah dikhususkan untuk kaum lelaki saja, tetapi ia juga menjadi kepentingan dan kebutuhan bagi kaum wanita sama ukuran penting dan butuhnya bagi kaum lelaki, karena itu tidak pernah terjadi atau tidak akan pernah terjadi dalam suatu haripun ilmu tercegah bagi para gadis sedang tidak bagi yang lain, tidak pada tatanan ilmiahnya dan tidak juga pada praktikalnya sepanjang masa.

Demikian Al-Quran yang mulia dengan beragam ayatnya yang membahas tentang ilmu, tafakkur dan tadabbur dengan tidak membedakan dalam satu ayatpun bagi lelaki dan wanita. Demikian juga dalam sunnah Nabi saww, kita temukan saham wanita dalam ilmu menjulang tinggi dan tercipta di langit berbarengan dengan terbitnya Islam, sehingga julukan “Al-Aalimah” menjadi salah satu nama dari penghulu wanita dan tauladan bagi para muslimaat, yaitu Fathimah Az-Zahra as.

Al-Qaid berkata : “Tidak ada perbedaan apa-pun antara wanita dan pria Dalam bidang ini (kemajuan Ilmu)”.

Setelah itu Al-Qaid memutlakan penolakannya dengan ungkapan kalimat ingkar berikut: “Siapa yang berkata bahwa lelaki berkemampuan untuk belajar sedang wanita tidak ?”.

WANITA BELAJAR DALAM NAUNGAN ISLAM

Tergambar kemarahan para musuh Islam dalam berbagai ungkapan umum mereka sepanjang jaman untuk memburuk-burukan wajah Islam yang bersih dengan menyebarkan isyu-isyu fikiran bahwasannya Islam mencegah wanita dari ilmu. Dengan menilik kembali kepada sejarah yang memberikan kesaksian kehadiran wanita dalam naungan Islam akan merubah dan membatilkan pandangan itu. Islam senantiasa mengambil tangan wanita dan mengangkatnya dalam arena sosial, terlebih dalam bidang keilmuan dan pendidikan, dan ini juga yang telah menjadi penguat pengalaman keislaman di jaman sekarang.

Demikian Imam Ali Khamenei menunjukan hal ini dengan berkata : Contoh pertamanya adalah pemujian dan ucapan terimakasih kepada kehadiran wanita di arena Revolusi, setelah revolusi dan dalam pengukuhan revolusi, kalau bukan kehadiran mereka dalam lapangan ini maka tidak tertolong kembangkitan ini secara mendasar. Atau apa yang saya melihatnya di hari ini terhadap pengakuan riset yang diperlihatkan oleh para pemimpin berkaitan dengan pertumbuhan jumlah dan kemajuan wanita dalam masyarakat”.

Beliau juga mengatakan : “Dan juga dalam lapangan ilmiah kehadiran kalian (para wanita) merupakan bukti nyata partisipasi ini, dan itu sebagai contoh kehadiran kalian dalam berbagai bidang yang lain”.

MENGAJAR WANITA SEBAGAI BAGIAN DARI TUJUAN ISLAM

Sesungguhnya munculnya ulama dari kalangan wanita dalam naungan Islam senantiasa berkesinambungan, bukan dari segi kebetulan dan bukan pula ia sebagai produk perkara yang tidak disangka-sangka yang timbul sebagai sebab sampingan, akan tetapi suasana keislaman sebagai apa yang dicanangkan oleh Allah Taala baginya merupakan bagian dari tujuan-tujuan diwajibkannya menuntut ilmu bagi semua, dan menghantar masyarakat -khususnya kaum wanita-kepadaNya.

Berkata Al-Imam Ali Khamenei hafidzahullah : “Maka Islam menghendaki pencapaian kedewasaan berfikir, berilmu, bermasyarakat, berpolitik bagi wanita dan yang lebih penting dari itu adalah kedewasaan spritual dan keunggulan maknawi sehingga ia dapat mencapai batas paling tinggi, yang menjadikan keberadaannya sebagai anggota masyarakat dalam keluarga besar kemanusiaan dengan membawa manfaat dan hasil yang paling tinggi nilainya, demikian seluruh ajaran Islam berusaha menuju kesana”

BERILMU ADALAH KEWAJIBAN BAGI WANITA

Sesungguhnya mengajarkan wanita dalam Islam bukan hanya perkara yang diterima, akan tetapi ia sebagai perkara yang dituntut dan diminati, dan hendaknya bersegera menuju kepadanya, dan menjalani zona-zona pendahuluan dan stabilisasi didalamnya, dengan keberadaan yang demikian menunjukan masyarakat manusia yang selamat dan sedang menjalani arah yang benar.

Berkata Al-Imam Al-Khamenei hafidhahullah : “Sesungguhnya kita berkeyakinan bahwa wanita dalam semua himpunan masyarakatan kemanusiaan yang sehat memiliki kemampuan dan bagi mereka hendaknya dapat mengambil kesempatan untuk mencurahkan tenaga dan berlomba dalam lapangan kemajuan ilmu pengetahuan”.

Dan inilah yang mewajibkan untuk merelai wanita sebelum siapapun dalam masyarakat untuk bersegera menuntut ilmu dan pengajaran.

Berkata Al-Imam Al-Khamenei hafidzahullah : “Seharusnyalah disana wanita dapat merasa puas dan dapat menalarkan diri mereka untuk menganggap penting memperhatikan cara mencari ilmu dan pengetahuan, kajian, kesadaran, dan pengenalan, dan hendaknya mereka dapat menguasai kepentingan itu”.

Terjemahan Umfat dr buku “Al-Mar’ah Ilmu, Amal wa Jihăd” Dalam pandangan Al-Waliyil-Khamenei Hafidzahullah .

2 Komentar »

  1. Overin…
    Man muwofek hastam…

  2. umfat said

    Salam Muwofeqiin.
    Ma’lum, Yang sedang menuju kesana pasti demikian. Semoga setiap wanita yang meniti jalan kesempurnaannya mencapai kesuksesan, dan bagi yang belum menyadarinya supaya segera diberi kesadaran terhadap hal ini !.Ilahi amiiin.Shalawat.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: