SATU TERAPI MENUJU KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

beatheh_madina_190.jpg

AMAR MA’RŰF , NAHI MUNGKAR

 AJAK PADA KEBAIKAN, CEGAH KEMUNGKARAN

Allah swt berfirman:

 (( وَ لْتَكُنْ مِنكُمْ أُمَّةٌ یَدعُونَ إلَی الخَیرِ وَ يِأمُرُونَ بِالمَعرُوفِ وَ یَنهَونَ عَنِ المُنکَرِ وَ أُولئِکَ هُمُ المُفلِحُونَ )). 

“Dan hendaknya diantara kalian ada sekelompok yang menyerukan  kepada kebaikan, memerintah dengan perkara yang lumrah dan mencegah dari perkara yang buruk, dengan demikian merekalah orang-orang yang memperoleh kemenangan”

Qs Aali-Imron/ 104. 

Setiap manusia  mempunyai tanggungjawab terhadap prilaku  baik dan buruk anggota masyarakat oleh karena itu jika  kewajiban  ditinggalkan atau  perkara haram terjadi didalamnya maka berdiam diri dan bersikap tidak peduli terhadapnya ádalah tidak diperbolehkan oleh Islam.

Hendaknya Seluruh  personal masyarakat  harus  melaksanakan penegakan kewajiban  dan pencegahan  tindakan haram, yang kedua perilaku ini disebut “AMAR MA’RUF DAN NAHI MUNGKAR”.  

Pentingnya  Amar Ma’ruf dan  Nahi Mungkar 

Sebagian  dari sabda para Ma’sum (as) demikian telah diriwayatkan : 

  Amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah  paling penting dan mulianya  kewajiban”. 

 Kewajiban-kewajiban  keagamaan dengan perantaraan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar dapat dimapankan”. 

-“Jika suatu masyarakat meninggalkan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar, maka pribadi manusia yang rendah dan tidak berkelayakan menjadi berkuasa diatas mereka dan doa-doa mereka tidak dikabulkan”. 

Pengertian Ma’ruf dan Mungkar :

Dalam Ahkam Islam, Ma’ruf dikatakan kepada seluruh kewajiban dan perkara-perkara sunnah atau mustahab. Dan Mungkar dikatakan kepada seluruh perkara yang  haram dan makruh.

Oleh karena itu menggalakan masyarakat  untuk  melakukan perkara wajib  dan mustahab  adalah  berarti menegakan Amar Ma’ruf  dan mencegah  mereka  dari perkara  haram dan makruh adalah Nahi Mungkat. 

Mengajak kepada  Ma’ruf dan mencegah dari Kemungkaran mempunyai hukum wajib kifai yakni  Jika seseorang secara  cukup/kifayat melaksanakan perkara-perkaranya maka terlepaslah  kewajiban itu bagi yang lain, dan jika semua  orang meniggalkannya bersama syarat-syarat yang ada, maka semua mereka dianggap telah meninggalkan kewajiban. 

Syarat-syarat Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar: 

Amar Ma’ruf dan Nahi mungkar  menjadi wajib  ketika ada sebagian dari syarat-syaratnya.  Sebaliknya ketika  tiada  maka kewajiban atasnya-pun menjadi tiada. 

Adapun syarat-syarat Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar sbb: 

1- Seseorang yang memerintah dan melarang mengetahui  apa yang  dilakukan oleh orang lain adalah haram dan apa yang ditinggalkannya  adalah wajib, jadi setiap orang  yang tidak tahu  apa yang dilakukan orang lain itu ádalah amal yang haram atau tidak, maka tidak wajib menjalankan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar. 

2- Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar diperkirakan berpengaruh, oleh itu jika diketahui tidak berpengaruh, maka tidak wajib melakukannya.

 3- Pelaku dosa  tetap melakukan perbuatan dosanya, jadi jika diketahui atau diberi kumungkinan dengan benar bahwa pelaku dosa berkesempatan meninggalkan amalan dosa itu dan tidak mengulanginya atau ia bersedia untuk tidak mengulanginya kembali, maka tidak wajib menjalankan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar 

4-Menjalani Amar dan Nahi tidak menyebabkan bahaya terhadap keselamatan jiwa, harga diri, harta  yang dianggap penting kepada diri sendiri, keluarga, sahabat atau seluruh kaum mukmin. 

TAHAP-TAHAP AMAR MA’RUF DAN NAHI MUNGKAR : 

Pengamalan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar hendaknya dijalani secara tahap demi tahap, jika pengamalan tahap yang paling ringan telah membawa hasil maka tidak diperbolehkan menjalankan tahap berikutnya.  Tahap-tahapnya sbb : 

Tahap Pertama : Memberikan satu sikap yang dapat dipahami oleh pelaku ma’shiat sebagai akibat perlakuan dosanya, seperti memalingkan muka ketika berpapasan dengannya, atau dengan muka masam berhadapan dengannya atau tidak datang dan pergi bersama dengannya. 

Tahap Kedua  : Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar dengan Lisan; Yakni kepada orang yang meninggalkan kewajiban diberikan perintah untuk menjalankan kewajiban dan kepada pelaku dosa supaya meninggalkan perbuatan dosa. 

Tahap ketiga : Menggunakan kekuatan* untuk mencegah dari kemungkaran dan mejalankan kewajiban seperti memukul pelaku dosa. 

*Menurut pandangan pemimpin spritual tertinggi Islam, Rahbar Sayyid Ali Khamenei hafidzahullah, berkaitan dengan Tahap yang ketiga: Dengan memperhatikan adanya kemampuan Republik Islam untuk mengembalikan tahap ketiga pelaksanaan Amar Ma’aruf dan Nahí Mungkar kepada mahkamah Agung dan lembaga pertahanan dan keamanan negara, khususnya dalam perkara pencegahan kemungkaran yang bergantung pada penggunaan harta atau pelaku criminal atau  perlunya ia dihajar  atau dipenjara, oleh itu  kewajiban Amar Ma’aruf dan Nahi Mungkar  bagi para mukalaf cukup hanya kepada tahapan  pertama dan kedua saja, dan ketika  tidak berpengaruh sehingga memerlukan perantaraan kepada kekuatan maka masalahnya bisa diajukan kepada lembaga pertahanan dan keamanan negara atau mahkamah  (polisi  dan qadhi). Ajwibatul istiftaat, jilid 1, ms 337) . 

BEBERAPA PERATURAN  AMAR MA’RUF DAN NAHI MUNGKAR  

1- Wajib mempelajari syarat dan perkara Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, sehingga manusia tidak terjebak salah dalam memerintah dan melarang.  

2- Jika diketahui perintah dan larangan yang tampa dibarengi dengan permintaan, nasihat dan peringatan itu, tidak membawa pengaruh, maka wajib membarenginya dan jika diketahui dengan hanya itu dapat memberi pengaruh artinya tampa perintah dan larang maka wajib melakukan demikian. 

3- Jika diketahui  atau memberi kemungkinan dengan melakukan perintah dan larang yang berkali-kali dapat memberi pengaruh, maka wajib melakukannya dengan berkali-kali. 

4- Maksud dari pada pelaku dosa tetap melakukan dosanya, bukan senantiasa berketerusan melakukannya tetapi perlakuan dosa itu telah dilakukannya walau satu kali kemudian pada kali yang lain ia akan melakukannya lagi, maka Amar Ma’ruf wajib dilakukan keatasnya. 

5-Dalam melakukan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar  tanpa izin hakim syariat tidak diperbolehkan melukai dan membunuh pelaku ma’shiat, kecuali kemungkaran yang dilakukannya termasuk perkara yang sangat penting menurut Islam seperti seseorang ingin melakukan pembunuhan terhadap manusia tak berdosa, sedang mencegah perlakuannya tidak mungkin tampa mencederainya. 

6-Dalam melakukan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar tidak disyaratkan berniat qurbat (mendekatkan diri kepada Allah swt), namun tujuan dari kewajiban ini adalah menegakan perkara Ma’ruf dan meninggalkan  kemungkaran, tapi  jika dibarengi niat  qurbat  ada dua pahalanya. 

7-Dalam kewajiban mencegah kemungkaran tidak ada perbedaan antara perlakuan dosa besar atau dosa kecil, jadi jika seseorang melakukan dosa kecil sekalipun maka wajib menjalankan pencegahan terhadapnya. 

8-Jika seseorang  bermaksud melakukan pekerjaan yang haram, dengan memulainya melakukan pekerjaan–pekerjaan pendahuluan maka bagi manusia penegak Amar Ma’ruf Nahi Mungkar memperhatikan hal berikut :                  

·Jika mengetahui  dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan pendahuluan itu Ia akan berhasil melakukan pekerjaan haram yang dimaksudkannya, maka wajib menjalankan Nahi terhadapnya.                  

·Jika mengetahui dengan melakukan pekerjaan pendahuluan itu Ia tidak berhasil melakukan pekerjaan haram, maka tidak wajib menjalankan Nahi terhadapnya. Kecuali pekerjaan-pekerjaan pendahuluan itu juga sebagai kemungkaran seperti keberanian untuk melakukan pekerjaan haram juga termasuk sebagai ma’shiat maka harus dicegah.                  

·Jika tidak mengetahui dengan melakukan pekerjaan pendahuluan itu ia berhasil atau tidak melakukan pekerjaan haram, maka hukum menjalankan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar kembali pada pembahasan sebelumnya. 

9-Jika  diketahui  atau diberi kemungkinan, pencegahan terhadapnya dilakukan didepan umum akan memberi hasil, dengan catatan pelaku kemungkaran itu melakukan kemungkarannya secara terang-terangan didepan khalayak, maka pencegahan secara terbuka didepan khalayak diperbolehkan bahkan wajib hukumnya, tetapi jika tidak demikian maka berdasarkan ihthiat wajib tidak diperbolehkan. 

10-Jika diketahui perintah seseorang terhadap pelaku dosa  mempunyai hasil, maka wajib  memerintahkan orang tersebut untuk mencegah pelaku dosa dari perbuatan dosanya.  

11- Jika hasil Amar dan Nahi bergantung kepada prilaku haram atau  meninggalkan kewajiban, maka Amar dan Nahi tidak diperbolehkan atau kewajibannya menjadi hilang, kecuali prilaku haram itu termasuk perkara yang sangat penting yang jika tidak diadakan penentangan terhadapnya maka Tuhan tidak meridhoinya, tetapi jika perkara itu tidak termasuk perkara penting seperti untuk mencegah terbunuhnya seorang manusia tak berdosa maka harus memasuki rumah seseorang tampa izin. 

Tatakrama menjalankan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar 

Selayaknya orang yang  mengajak kepada Ma’ruf dan  mencegah dari kemungkaran memperhatikan tatakrama berikut:

· Hendaknya menyerupai seorang dokter yang belas kasih dan bersikap kebapaan yang penuh kasih sayang.  

· Mengikhlaskan niat hanya untuk keridhaan Allah dalam melakukannya  dan membersihkan diri dari segala tujuan mencari kedudukan dimata masyarakat. 

·Tidak memandang dirinya sebagai yang paling suci dari segala dosa, apa lagi pribadi yang sekarang melakukan dosa juga mempunyai sifat yang terpuji yang menyebabkan Allah mencintainya sekalipun sekarang ia melakukan prilaku tidak terpuji dan menyebabkan kemarahan Allah swt.

 (Sumber : Kitab Pelajaran Ahkam: Muhammad Husein Falah Zodeh-Iranian)

2 Komentar »

  1. sholichin said

    bagamana sebenarnya konsep islam dalam membangun masyarakat yang berkesejahteraan dalam artian makmur secara lahir dan batin. hal ini mungkin pernah betul2 terwujud yaitu pada masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz sebuah masyarakat tanpa orang miskin…. inilah mungkin yang dibutuhkan masyarakt kita sekarang…. keadaan membutuhkan sesorg yang mau menggali dan menelaah sebuah konsep seperti apa sebenarnya yang pernah dirancang oleh genaresai terbaik umat ini, dan menyajikannya kepada publik dalam bentuk hidangan yang menarik dan mengenyangkan setiap yang melahapnya. kami mengharapkan apresiasi siapa saja yang telah menemukan pecahan konsep2 brilian yang berceceran dimana2 dan mengumpukan dalam bentuk yang utuh seprti sediakala, anda menemukan mhn send khan E-mailq. thanks

  2. umfat said

    Salamun alaikum
    Memenuhi permohonan saudara yang terhormat ini, bagi ummat Islam di zaman sekarang ini sudah cukup mudah, sebab konsep utuh tentang kehidupan bernegara berdasarkan Islam sudah terkonsepkan dengan rapi dan hampir boleh dikata sempurna dalam teorinya walaupun dalam praktek sedang merajut kesempurnaannya,nama pelopor Revolusi Islam paling besar yang terjadi dan dimulai dari bumi Iran Al-Imam Al-Khumaini quddisah sirruhu zakiah tentunya Anda pernah mendengarnya dimedia-media massa dunia, beliau menghaturkan sebuah konsep hidup bernegara berdasarkan Islam yang dikenal dengan konsep Wilayatul-Faqih, dan sekarang sedang diterapkan di negara republik Islam Iran yang sekarang sedang menunjukan kekuatannya di muka Bumi Ini. sehinggapun negara-negara barat yang sebelumnya konon sebagai adi daya negara dunia telah tergoncangkan oleh kebesaran dan kekuatan Iran Islam, tentunya ummat Islam hendaknya berbangga diri karena pola kehidupan masyarakat Islam sudah menemukan ciri khasnya tersemdiri yang tidak membeo kepada Timur dan Barat, bahkan sudah semestinya semua harus membeo kepada Islam karena Islam bukan hanya layak untuk dibeoi malah layak untuk menjadi pemandu sempurna manusia menuju kehidupan yang hakiki dan pengantar kepada kebahagian manusia dunia dan akhiratnya, kalau Anda ingin menelaahnya lebih lanjut tentunya Anda harus menyiapkan segala syarat-syaratnya untuk meneguk sendiri air murni dan jernih Islam Murni Muhammadi saw yang dialirkan melalui Ahlul-Baitnya yang suci as. sebagai pengemban Al-Quran kitab suci Islam yang sebenarnya.Wassalaam maa salawaat!.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: