TERAPI RAMADHAN (1):

Tuhan hadir di hati di bulan Ramadhan, seoga juga kehadiranNya akan tetap semarak di sepanjang hari-hari lain. MODUS TERBAIK MERAWAT DIRI UNTUK KEMBALI KE YANG ASLI

Mungkin Anda menyangka bahwa manusia hanya punya raga atau jasad saja oleh karenanya fokus perbaikan adalah tertumpu pada perawatan kulit badan, pakaian, makanan dan perumahan serta lingkungan kecil panorama sekeliling pandangan mata material Anda, sehingga harapan-harapan tertinggi Anda hanya berkisar pada kulit yang mulus, putih, raut muka yang cantik-molek ringkasnya seluruh idialisme warna dan bentuk badan yang didambakan oleh birahi syahwat itulah yang menjadi cermin usaha perbaikan hidup bagi Anda selama Anda memiliki kesempatan hidup di muka Bumi ini, terlebih Anda sebagai perempuan,  juga bagi Anda sebagai lelaki materialis cara pandang yang berbarometer demikian akan dimiliki oleh Anda tampa kurang darinya, harapan memiliki rumah mewah, kendaraan mewah, penampilan badan dan pakaian yang beken dan seterusnya yang dianggap kren dan mewah menjadi masalah yang paling mendominasi alam fikiran Anda bahkan bagi kebanyakan manusia di Jaman ini.

Hampir merata di seluruh penjuru dunia manusia tertodong untuk mengenakan kaca-mata berlensa gaya hidup materialis yang disodorkan oleh para produser komoditi pasar dagang dunia sebagai akses utama jaman moderen, kalau Anda menolak tentu Anda akan khawatir dikatakan kolot, kuno dan dismoderen. Padahal apa ruginya kalau Anda dituduh demikian, nonsen!? selama Anda punya kepribadian kemanusiaan yang sudah pasti ia tidak akan lekang karena panas dan tidak akan lapuk karena hujan, dan dialah hakekat yang senantiasa melangkah tegap disegala jaman. Peduli amat!!.

Tuntutan hidup gaya moderen ini didalangi oleh kaum brojuis/tuan2 tanah dan konglomerat barat dan timur yang pada mulanya bersumber dari pola berfikir untuk berusaha mengeruk kekayaan dan keuntungan material sebanyak dan sebesar-besarnya untuk kepentingan pribadi dan sekelompok kaum mereka saja dan memandang yang lain sebagai sasaran pasar dagang komoditi mereka yang dianggap sebagai pemasok dan pengasumsi hasil produksi perusahaan-perusahaan besar mereka, keadaan dunia yang demikian ber-eksis sejak genderang revolusi renaisance dialunkan oleh ilmuan yang berpandangan dunia material yang dimulai dari barat lalu dengan kilat merambat ke dunia timur yang melumatkan dan merombak hampir semua nilai yang dibina oleh Tuhan yang termuat sempurna dalam  ajaran Islam sebagai Agama paripurna seluruh ajaran kemanusiaan yang pernah ada sepanjang jaman.

Oleh karenanya yang mencolok bertanding dalam arena menarik peminat dalam strata perbaikan hidup adalah penganut faham materialis dan penganut faham agamis, disini kita tidak mengenalkan faham materialis sebagai sebuah faham keagamaan karena esensi faham materialis adalah menganggap nilai Ajaran yang ada diseluruh Agama sebagai modus menjauhkan manusia dari memanfaatkan dan menikmati sebanyak-banyaknya kelezatan-kelezatan material duniawi, dari itu Faham materialis tercetus untuk menjadi tandingan Ajaran Agama, dan yang paling merasa terancam bahaya perseteruannya adalah Islam dan kaum muslimin dibandingkan Agama-agama lain, karena kepekaan ajaran Islam terhadap pengaturan seluruh segi kehidupan manusia yang menghadirkan Tuhan dalam segala rasa dan karsa mereka, sedang faham materialis berusaha menyingkirkan Tuhan dalam segala sepak terjangnya dan bertumpu pada nilai benda duniawi, adapun agama-agama selain Islam nota-bone bersifat spektakuler dan terbatas dalam merangkul Tuhan, karena agama-agama selain Islam hasil rasa dan karsa manusia juga yang banyak berpengaruh dengan dimensi materinya sedang Islam adalah agama produk Tuhan sebagai wujud murni non materi jadi sudah pasti ajaran Islam akan menghantar manusia menuju ekstase spritual yang bergerak menuju kedekatan diri dengan nilai-nilai yang diemban oleh Tuhan yang non materi, jadi alur gerak kaum muslimin dengan kaum materialis bagaikan dua anak panah yang bergerak saling bertentangan kearah atas dan bawah yang semakin jauh keduanya dari poros semakin dalam kontradiksinya.

Kadang-kadang Faham materialis bisa juga diemban oleh dia yang menyebut dirinya sebagai muslim, karena tidak kenalnya ia bagaimana menjadi seorang muslim yang idial, dan kategori orang seperti inilah yang telah menyusun jumlah terbanyak umat Islam di dunia. Terkadang Anda dan saya tidak menyadari ketika memperkenalkan diri sebagai yang beragama Islam  dihari-hari biasa bukan dibulan Ramadhan, ternyata setelah datang bulan Ramadhan baru mata kita sedikit terbuka ternyata kita baru masuk Islam dibulan Ramadhan. SALAM SELAMAT RAMADHAN!!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: