Menyimak Mentari Di Balik Awan

Menyimak mentari di balik awan

  Seuntai Renungan 

Sebelumnya, mari kita berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk dan berikrar hanya kepada Allah kita semua mengharap pertolongan dalam menjalani perkara dunia dan agama. Salam dan shalawat atas kecintaan kita, kecintaan Ilahi, Tuhan sekalian alam, yaitu Nabi besar Muhammad beserta keluarga-beliau yang suci serta para sahabat setia mereka yang mulia, dan sebagai menyeimbangi cinta kita kepada mereka as maka kita menghaturkan harapan juga, agar Allah menghinakan dan melaknat musuh-musuh mereka hingga hari qiamat, karena cinta yang tidak diimbangi dengan membenci musuh-musuh mereka adalah cinta palsu belaka. 

Khususnya ucapan salam rindu kita dari lubuk hati yang paling dalam dihaturkan kepada sang musafir alam, Dia yang sedang berada dibalik awan kegaiban, hamba suci Tuhan yang tersisa, insan sempurna sebagai tiang penyanggah langit dan bumi, sehingga kabut masih lagi meneteskan air kehidupan membasahi tanah, menumbuhkan tetumbuhan, menghaturkan arti hidup kepada seluruh makhluk.  Dialah Al-Hujjah, bukti perwujudan yang kalau dia tiada, maka Tuhan akan menggulung kehidupan dan menutup pintu-pintu langit seraya mengucapkan selamat tinggal dunia, trompet sangkakala kehancuran alam ditiupkan oleh malaikat Israfil pertanda qiamat telah tiba diufuk kepergian Al-Mahdi. Namun Allah masih menghendaki lain, Al-Mahdi masih mengarungi perjalanan panjang, untuk meraih kemenangan besar agama suci-Nya walau sementara Ia berada diufuk penantian umat kakeknya, bak matahari yang berada di balik awan, sekalipun tak kasat mata tetapi cahayanya meliputi bumi dan memberikan energi kehidupan bagi alam semesta. Ya… Mahdi… Adrikna…!!!.

 UCAPAN TERIMAKASIH DAN SELAYANG PANDANG PERKENALAN DENGAN AL-IMAM ZAMAN afs

Dengan menghaturkan salam dan hormat kepada para pembaca bunga rampai tulisan ini, serta mengucapkan terima-kasih kepada para panitia lomba mengarang yang telah memunculkan ide menulis berkaitan dengan Al-Imam Al-Mahdi af, yang bagi penulis tulisan ini bukan hanya sekedar bernilai perlombaan belaka, tetapi yang lebih dari ini adalah sebagai pemupuk makrifat yang sebenarnya tentang Imam Zaman kita sendiri, mengingat pentingnya mengenal Imam zaman tak pelak lagi cukup penulis berisyarat pada satu sabda Rasulillah saww yang menyatakan; “Siapa yang mati tampa mengenal Imamnya, maka kematiannya tak ubahnya seperti kematian orang jahiliat”.(1) Semoga ini menjadi satu bahan penambah maklumat bagi para pembaca yang tengah haus akan hakekat Agama untuk mendapatkan keyakinan yang kuat kepada jalan lurus Tuhan yang menghantar kepada kejayaan hidup dunia dan akhirat. Karena dorongan fitrah kemanusiaan yang selalu ingin mencari pengetahuan yang hakiki harus mendapat layanan yang baik dengan bekerja keras meneliti dan kritis dengan mengerahkan seluruh kemampuan berfikir dan pencerapan akal terhadap berbagai argumen yang disodorkan dihadapan mata dan diperdengarkan di telinga kita. Pentingnya hal ini dikarenakan Allah Ta’ala telah berfirman bahwa; “Sesungguhnya telinga, mata dan hati akan dimintai pertanggungjawaban(atas apa yang telah digunakan dengannya)”.(2) Salah satu perkara yang harus juga mendapat perhatian utama oleh kita umat yang mengakui Allah Ta’ala sebagai Tuhan pencipta dan pemilik mutlaq diri dan seluruh alam adalah : masalah “Mahdawiat” atau hakekat wujudnya “Al-Imam Al-Mahdi afs“. Bahkan masalah ini dalam hakekatnya adalah paling asasnya masalah yang harus disadari oleh umat di zaman sekarang ini, karena Al-Imam Al-Mahdi afs adalah yang telah mendapatkan mandat dari Allah Ta’ala sendiri untuk menjadi Imam umat manusia di akhir zaman ini. Maka tugas manusia lain adalah berusaha mengenal dan berhubungan serapat-rapatnya dengan sang Imam-nya, hal ini sudah menjadi sarahan yang jelas dari Rasulillah Khatamul-Anbia saww dan para A’imah as sebelumnya sebagaimana yang termaktub dalam firman Allah swt : “Di hari qiamat nanti setiap kelompok manusia akan kami panggil dengan pemimpin mereka, maka siapa yang diberikan catatan amalnya pada tangan kanannya, maka mereka membaca surat amalannya itu tampa ada pendzoliman sedikitpun di dalamnya, maka siapa yang buta di kehidupan dunianya maka dia akan buta di kehidupan akhiratnya dan bahkan lebih tersesat jalannya”.(3) Imam Shodiq as ketika menjelaskan makna buta yang dimaksud dalam ayat ini adalah buta dalam arti tidak kenal Imamnya yang sebenarnya diketika hidupnya di dunia(4).Dari itu tulisan ini menyuguhkan perkenalan dengan AL-Imam zaman afs dan sebagai batu lompatan menuju pendekatan dan menjalin hubungan dengan beliau afs, karena bukan tidak mungkin bagi pribadi manusia yang bertakwa, adil dan jauh dari perbuatan maksiat dan senantiasa dalam ketaatan pada Allah Ta’ala sehingga menjadi aulianya Allah Ta’ala dan mendapat taufiq untuk menjadi pembela yang mengerahkan segala kemampuan sebagai membuktikan keimanannya kepada Allah sehinggalah ia termasuk pengikut dan sahabat sejati Al-Imam. Jika sudah demikian maka tidak mustahil antara dua sahabat setia yang ingin saling berjumpa, maka Allah Ta’ala mengabulkan keinginan keduanya itu, dimana dan kapan saja hal itu bisa terjadi. Tentunya penulis sebagai penyuguh hanya dapat berharap semoga rasa dahaga maklumat dari para pembaca setelah meminum tetesan hikmah yang ada dalam wadah informasi ini dapat menjadi satu pilihan pereda dahaga tsb, lalu dijadikan bahan kajian selanjutnya demi mencapai hakekat iman kepada Allah Ta’ala yang menjanjikan kedaulatan semerata alam, akan digegamkan oleh tangan hamba sholeh Tuhan, Baqiatullahi fil-aradhin, shohibul-ashri wa-zaman, Imamul jinu- wal-insi, Al-Hujjati bnil Hasanil-Askari, Al-mahdi afs.  

 SEPUCUK SURAT UNTUK-MU WAHAI IMAM-SUCI-KU 

Salam bagi-mu wahai insan suci Tuhan, salam bagi-mu wahai pelipur duka-derita umat kecintaan Tuhan, salam bagi-mu wahai yang akan memenangkan agama suci Tuhan, salam bagi-mu wahai harapan kaum mustadhafin, salam bagi-mu wahai sang mentari kehidupan yang berada dibalik awan kegaiban. Aku yang termangu dalam penantian kehadiran-mu disepanjang hari-hari hidupku, menatap harapan yang memancarkan cahaya gemerlap kejayaan yang berada di genggaman tangan-mu, alirkan semangat dalam nadi rongga dadaku, yang menggemuruhkan semangat juang di sekujur badanku, untuk menjalani tugas di masa penungguan ini, sebagai menyiapkan lahan-lahan kehadiran-mu dalam menata diri dengan hiasan-hiasan budi pekerti luhur-mu seperti, berlaku baik terhadap sesama penghuni alam, membina hubungan yang harmonis dengan sesama manusia, menjalin ikatan yang kuat dengan Sang Rabul-Izati, menuntut ilmu agama-mu dan merawat jiwa dengan sifat-sifat indah-Ilahi dan Ahlul-Bait-mu, dari yang berupa Istar, ifat, wara’ berani, tawadhu’, sabar, istiqomah hingga jihat dan syahid di jalan-mu, karena aku tau jalanmu adalah jalan Allah, atau sebaliknya jalan Allah itu adalah jalan yang engkau lalui, sama artinya; dengan mentaati-mu sebagai mentaati Allah, Engkau adalah duta Allah yang tersisa di bumi-Nya ini, perpanjangan kehidupan alam semesta ini bersama kehadiran-mu, engkau adalah hujjah yang mempertahankan kehidupan dijagat raya ini, Allah masih menghendaki alam kehidupan ini beredar di lintasan-lintasan orbitnya bersama hadirnya perwujudan-mu walau engkau berada dibalik awan kegaiban. Wahai Imam suci-ku, Wahai Imam Zaman-ku, Wahai Imam umat Islam Muhammadi, Wahai sang Baqiatullahil-A’dzam, aku bertekat menjadikan diri sebagai tumbal perjuangan memenangkan agama suci Allah di barisan penolong dan pembawa kibaran bendera-mu, untuk-ku ukirkan nasibku dengan tinta kesyahidan bersama-mu, bersama seluruh A’imah dan Ambiya’ Ilahi karena aku yakini Tuhan akan meridhoiku ketika aku menyambut seruan panggilan-mu, karena panggilanmu adalah panggilan para Nabi Allah dan A’imah sebelum-mu; “Hal-Min-Nâsirįn-Yansuranį” (Adakah penolong yang akan menolongku), menolong atau membela-mu berarti menolong atau membela agama Allah, maka siapa yang melakukannya Allah menjanjikan pertolongan dan kemenangan untuknya, diri ini telah mendengar janji Allah yang termaktub dalam kitab suci-Nya yang berbunyi; “In-Tansurullah-Yansurakum”(Jika engkau menolong Allah, maka Allah akan menolong-mu), dan mengkategorikanku termasuk dalam kelompok-mu, kelompok-mu adalah kelompok Allah (Hizbullah), aku meyakini “Inna Hizballahi Humul-Ghôlibûn”, keyakinan-ku ini tidak terbalut dengan keraguan sedikitpun, maka dari itu aku berusaha sekuat tenaga dan segala kemampuanku untuk menekuni segala yang berkaitan denganmu; Agama, Ilmu, Amar-Ma’ruf-Nahi-Mungkar, Tazkiatu-nafs dan menjalani kewajiban-kewajiban sebagai seorang yang sedang dalam penantian kehadiran-mu, Rinduku pada kehadiran-mu di hari-hari penantian ini, membakar jiwaku untuk terpacu mengarungi belantara kehidupan yang terjal dan penuh dengan semak belukar yang sulit untuk dilewati tampa aku menjalin ikatan batin dengan-mu yang menguatkan kembali langkah-langkah hidupku, kesaksian mataku terhadap keadaan umat-mu yang sedang dijajah oleh musuh-musuh Islam, membuat hatiku tercabik-cabik oleh rasa sedih yang berkepanjangan, umat Islam di Afganistan, Iraq, Lubnan dan hampir seluruh dunia sedang menghadapi delema kerakusan dan kebengisan para serdadu-serdadu syaitanul-Akbar bersama antek-anteknya dengan berbagai tipu-dayanya, Kekakayaan alam mereka disedot, rakyat mereka ditindas dengan berbagai kekejian yang kejam, wanita-wanita mereka dilecehkan kehormatannya, anak-anak tak berdosa, orang tua yang lemah mereka dibunuh, Oooh Wahai Imam-ku, tersekat tulang dirongga dadaku, tertaburi debu di kornea mataku, aku hanya dapat mengisak-isakan tangisan di sudut-sudut ruang kehidupan-ku, aku tidak dapat berbuat apa-apa, hanya doa dan rintihan yang selalu ku dengungkan dalam helaan nafas kehidupanku, aku tertegun menyaksikan nasib umat kakek-mu dikala kehadiran-mu terhalang oleh awan keghaiban ini,  Kuhaturkan doa berikut ini disetiap pagi dan petang sembari menuggu kehadiran-mu di pelupuk mataku, dan kuajak yang lain untuk mengalunkannya bersama, sebagai ungkapan getaran rindu-ku yang terhujam dalam di dasar hati sanubariku, wahai teman-teman yang sejalan denganku yang sedang berada dibarisan para muntadzirinal-Mahdi af, mari kita menghaturkan doa bersama untuknya!.

 ” اللّهُمَّ کُن لِوَلِیّکَ الحُجَّةِ بنِ الحَسَن صَلَوَاتُکَ عَلَیهِ وَعَلَی آبَائِهِ فِی هَذِهِ السَاعَةِ وَ فِِی کُلِّ          سَاعَةٍ وَلِیاً وَحَافِظاً وَقَاعِداً وَنَاصِراً وَدَلِیلاً وَ عَیناً حَتَّی تُسکِنَهُ اَرضَکَ طَوعاً وَتُمَتِعَهُ فِیهَا طَوِیلاً بِرَحمَتِکَ یَا اَرحَمَ الرَّاحِمِنَ  ” !!!. 

SAJAK-SAJAK PILU-KU DIKEGAIBAN-MU WAHAI IMAM ZAMAN-KU 

Ilahi aku mengadu pada-mu, dalam keheningan jiwa yang bersimbah kepiluan,selaput mata yang berlinang air mata duka, kenangkan nasib umat yang jauh dari kehadiran sang Nabi Salam sejahtera-Mu atasnya dan keluarganya, aku mengadu pada-Mu tentang gaibnya Imam kami,  banyaknya musuh-musuh kami sedang sedikitnya jumlah kami, bertubi-tubinya bencana menimpa kami, tindih-menindihnya penentangan yang dilancarkan ke atas kami  salawat atas Muhammad dan keluarganya, bantulah kami untuk berhadapan dengan semua itu, demi kami menggapai kemenangan dari-Mu secepatnya, hilangkanlah bahaya-bahaya yang menghadang arah kami hadirkan kemenangan yang memuliakan,munculkan segera pemerintahan hak itu, dengan rahmat-Mu yang mengejewantah dikeberadaan kami, keselamatan yang meliputi diri kami, dengan kasih-Mu wahai yang maha kasih diantara para pengasih! .shalawaaaat… !!  

 1.Dinaqalkan dr buku Intidzar-fasalnomei-wizeh-Imam-Mahdi-af hlm 52

. مَن مَاتَ بِغَیرِ إمَامٍ مَاتَ مَیتَةً جَاهِلِیَّةً2. Qs Al-Isra ayat 36

3. Qs Al-Isra ayat 71&72,

 4. Jika ingin lebih jelas silakan merujuk ke kitab tafsir Al-Mizan j 13 hlm 165-170.

5. Jika ingin lebih jelas silakan merujuk ke kitab-kitab yang membahas tentang Wilayatul-Faqih, Intidzar dan Imamat, seperti kitab Wilayatul Faqih milik Imam Khumaini dll.

6. Ada yang mengatakan tahun wafatnya naib yg pertama adalah di th 265 h. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: