Apakah yang paling utama diinginkan oleh setiap Ibu dan Ayah untuk Anak-Anaknya ?

 TIADA KEKAYAAN YANG ADA KECUALI KEHIDUPAN. 

John ruskin :

Bisa jadi sebagai sebuah permainan anda dapat menyiapkan kertas untuk mencatat semua nama orang-tua yang akan dipertanyakan dengan soal yang saya pilihkan, yang menjadi topik pasal ini. Tanyakanlah kepada mereka : ” Apakah yang paling utama diinginkan oleh setiap ibu dan ayah untuk anak-anaknya ? “. Demikian juga pertanyaan ini, tanyakanlah kepada diri Anda, serta kepada suami atau istri Anda ( tentu kalau anda sudah menikah ), kemudian Anda perhatikan, sejak awal Anda membaca buku ini, permasalahan apa yang memasung Anda. Sekalipun memungkinkan anda akan mendapati jawaban yang bermacam-macam, tetapi saya dapat meramalkan; jika Anda mendiagramkan jawaban-jawaban itu, maka jawaban yang paling penting/utama, akan termuat dalam satu  judul. Ketika Anda mengajukan pertanyaan ini kepada para orang-tua, berikanlah kesempatan kepada mereka untuk dapat merenungkan pentingnya pertanyaan mendasar ini.

Uji-coba yang telah saya lakukan menunjukan; jawaban-jawaban yang paling banyak berkisar menurut urutan berikut :

-Aku inginkan; anak-anak-ku bahagia dan tidak sesat dalam kehidupannya.

-Aku inginkan; bagaimana mereka dapat menikmati kelezatan hidup yang setiap harinya mereka mengetahui sebagai mujizat.

-Aku inginkan; mereka dapat merasakan keberhasilan, tampa memandangkan apa yang mereka lakukan, merasakan bahwa diri mereka sebagai manusia penting adanya.

-Aku inginkan; mereka berperasaan positif ( merelai )  berkenaan dengan diri dan kehidupannya.

-Aku inginkan; mereka tumbuh dewasa dengan mengetahui bagaimana cara menghadapi masalah-masalah yang tidak menyenangkan, yang tidak ada jalan lain kecuali harus dihadapi juga.

-Aku inginkan; mereka tidak pesimis dan sengsara.-Aku inginkan; mereka tidak menanggung tekanan jiwa.

-Aku inginkan; mereka memiliki rasa ketenangan batin yang kuat sehingga dapat menanggung segala kesukaran.

Aku inginkan; mereka mengetahui nilai waktu sekarang, dapat menikmati kelezatan hidup dan tidak banyak bersandar kepada nasib.

-Aku inginkan; mereka mengetahui mengatur jalan hidup sendiri, sehingga dengan itu mereka dapat memilih kehidupannya atau merubahnya.

-Aku inginkan; mereka merasa bertanggungjawab, dan menghormati alam dan kemanusiaan.

-Aku inginkan; mereka dapat menggali kemampuan diri dan merasa puas terhadap tujuan kehidupan yang dimiliki olehnya.

-Aku inginkan; mereka merasakan mempunyai pecinta (teman) dan mencintai (menjadi teman ) yang lain.

-Aku inginkan; mereka dapat membuka kesempatan-kesempatan pengalaman yang menyakitkan dan tak terhindarkan yang tersembunyi.

-Aku inginkan; mereka merasakan keselamatan segi jasmani dan rohani.

Inilah pernyataan jawaban dari pertanyaan diatas yang saya terima. Dapat disimak, bahwa orang-tua tidak mempunyai kecenderungan, sehingga anak-anaknya dikirim untuk menelusuri harta-benda dan ketenaran. Atau mereka menginginkan supaya anak-anaknya memiliki kehidupan tampa satu keprihatinan-pun. Secara global mereka tidak menghendaki supaya anak-anaknya harus mempunyai mata pencaharian yang keren dan sebuah rumah yang cantik, kawin dan berkeluarga. Dapat difahami para orang-tua berpandangan fakta dalam menentukan tujuan-tujuan untuk anak-anaknya. Mereka mengetahui bahwa harta-benda tidak menjadi penentu kebahagiaan dan mereka tidak mempunyai kecenderungan mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mencapai kepada kebahagiaan hendaknya menelusuri harta-benda.

Dapatlah dicamkan bahwa semua kita di tahun-tahun akhir ini, menyadari kenyataan ini bahwa harta-benda, kedudukan dan cabang-cabang usang peradaban kuno, sudah tidak layak lagi untuk menjadi standar kesuksesan dalam kehidupan. Banyak kisah orang-orang  yang mencapai keberhasilan dalam hal ini yang kita dengar, sebahagian dari mereka telah menderita ketagihan obat-obat penenang, sebahagian yang lain telah apatis terhadap masala-masalah biasa dan alami, sebahagian lagi mengenal bunuh diri adalah satu-satunya jalan keluar dari problem kehidupan dirinya, dan yang lain betapa telah dibelit oleh derita hidup sehingga tidak mempunyai kesempatan untuk menikmati kehidupannya. 

Manusia dihadapan keadaan yang tidak diinginkan, namun menjadi kemestian keberhasilan, akan dihadapinya dengan hati-hati, dan ia lebih menyukai anak-anaknya mencapai keberhasilan dan ketenangan dalam keadaan berbarengan dengan paling kerasnya syarat-syarat.

Saya dengan penuh yakin, Anda inginkan; ketika anak-anak telah besar, secara sempurna bermanfaat dan berguna adanya, dan merasa ridho dengan kehidupannya, seluruh kesulitan hidup dapat diatasi olehnya tampa merasa terjerembab dalam kesulitan yang berjalan buntu yang menghantarnya untuk menelan obat penenang jiwa ataupun menjalani peroperasian. Ringkas kata Anda tentunya cenderung akan anak-anak Anda dalam semua lapangan kehidupannya sebagai pribadi yang berkemampuan dan tampa berpandangan negatif atau berputus asa dan tampa membawa harapan dari kehidupan yang bahagia. Anda menginginkan memiliki putra-putri yang menempatkan kecaman-kecaman dan protesannya pada jalur yang memberi manfaat dan  membangun, dan dapat menunjukan nilai keberhasilannya yang diperolehnya dari sebab luar, dirasakannya juga oleh batinya sendiri. 

PETIKAN DARI BUKU:

 BAGAIMANA MEMILIKI ANAK YANG KREATIF ?” 

 DI TERJEMAHKAN OLEH

 Umfat Al-Idrus 

DARI JUDUL ASLI 

CEGUNEH FARZANDONI- KHALLOQ  DOSHTEH BOSYIM 

What do you really want for your children ? 

byDr. Wayne Dyer

 Quill Publishers, New York, 2001

 ( Tulisan ini masih bersambung dengan metode pendidikan anak supaya para orang tua dapat memiliki anak yang kreatif) / Insya Allah.

1 Komentar »

  1. keluargaabi said

    Salam.
    Isi bukunya bagus sekali, memang benar seorang ibu pasti menginginkan
    yang terbaik untuk anaknya, kalo boleh tau, dari mana saya bisa mendapatkan buku tersebut( yang udah di terjemahkan oleh Umfat) terima kasih.
    Wassalam

    Wa alaikumus-salam.

    Ia tu isi buku ini memang bagus untuk menambah pengetahuan dalam mendidik anak, terjemahan oleh Umfat masih belum sempurna, InsyaAllah prosesnya sedang menuju kesana, untuk sementara, silakan ikuti tulisan yang berupa artikel yang disuguhkan di blog ini, terimakasih kembali, semoga bermanfaat.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: