WAHAI DUNIA KEJARLAH DAKU!!

Aku mendengar gemercik hikmah, dari celah atap rumah kenabian,

lalu ku tadahkan mulutku untuk kuteguk tetes-demi tetes,

sekian lama kualami dahaga ma’rifat, diperjalanan nafas hidupku.

terkadang aku tergiring dalam gelora-geloranya,

di sini aku saksikan gumpalan-gumpalan buih, yang menempel kering di sudut-sudut mulut- penghuni dunia, mereka membincangkan ke- elokan paras dunia,

kelentikan jari-jemarinya, kemolekan kulit tubuhnya, mengingatkan aku pada sebuah kisah,  yang tergores dalam agenda leluhurku,

Wanita berwajah cantik sekonyong, tiba-tiba menjelma di sisi baginda Haidar,

yang sedang memacul tanah pertanian ladang fadak, milik putri sang Nabi,

peluh membasahi sekujur badan baginda, pertanda kerja keras telah dimulai sejak tadi.

Sapaan lembut, memikat sang  kesatria sejati,

salaaam wahai idamanku!,

hati baginda  terkesiap pesona kemolekan-nya, menerawangkan jiwa dengan ratu kecantikan terkenal di zaman Jahiliah bernama Bastinah binti amir al-jamhi,

Wanita itu berkata : ” Wahai anak Abu Thalib, Adakah engkau mau menikahi ku, niscaya engkau akanku kaya-rayakan?!, lalu Anda tak perlukan lagi memacul tani.

Akan-ku tunjukan tambang-tambang bumi, lalu engkau akan menjadi raja di-raja, bagi seluruh penghuni bumi?!.

Haidar berkata : ” Siapa kau?!, kenalkan! supaya aku mendatangi keluarga-mu tuk meminang-mu!,

Wanita itu menyahut ; Aku adalah Dunia!!!

Ya ia adalah dunia, dijelmakan Tuhan dalam bentuk wanita molek, tergesah mengejar kesatria agama, menawarkan diri mendamping sang jawara !, memikat dengan sejuta bayang rayuan!,

Sang jawara menghela nafas panjang seraya haturkan tekat,

Lalu berkata :

 ” Telah binasa dia yang terpikat oleh dunia dina, 

 Tiadalah Ia melainkan tipu muslihat yang panjang berabad-abad,

 telah mendatangiku dalam jelmaan Batsinah, bergaun indah dengan kegemerlapannya,

Aku berkata padanya ; “Rayulah selainku, sungguh aku berpaling darimu, sedang aku bukanlah  sang bodoh,

Bagaimana aku bersama dunia, sedang Muhammad sang Nabi telah menyepi di pembaringan antara bebatuan tanah!,

Jauh !!, kau goda aku dengan tambang dan panorama lembahan hijauhnya?!,

 Harta qarun dan raja di raja?!,

Tidakah semua ini tergores dalam agenda yang fana?,

Penginapan yang rapuh dan berakhir binasa,

Pengharap-nya dihadang oleh kegundahan yang berkepanjangan,

“Fa-ghurri-ghairii” godalah selainku, sungguh aku tak tergiur rayuan-mu!,

dengan apa yang kau miliki dari kerajaan dan makhlighai kenangan,

Aku telah cukupi diri, dengan rezki sekadarnya,

Wahai dunia kau pantasan para pemburu hawa- ahli ma’shiat,

Sungguh aku telah terenggut oleh ketakutan pada Tuhan di hari pertemuan,

Cengkraman wahsyat azab abadi tak berakhir”.

Sungguh kesatria  agama telah keluar tampa utang dr dunia.

Assalamu alaika ya Washia Rasulillah-saww- Wa-Rahmatullahi-wa-barakatuh

Sholawaaat!.

Umfat-5/6/1428 h

Qom-Iran.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: