DI KALA AMERIKA MENYERANG IRAQ

Serangkai bunga rampai renungan-ku, kegemaran-ku untuk mencari berita-berita yang berkaitan dengan kaum muslimin, membuat aku telaten mengikuti terus media berita, baik yang berbentuk siaran maupun yang berbentuk cetak. Menyaksikan dengan mata hati, keadaan dan peristiwa yang terjadi dalam kalangan umat ini, membuat aku terkadang ingin menjerit histeris, dengan berteriak sekeras-kerasnya hingga akupun jatuh pingsan, lalu dapat menggemakannya keseluruh dunia insan, lalu menembus malakut hingga pucuk penguasa alam, baru aku dapat merasakan kelapangan dada. Sering aku mendengar kelompok umat ini dibantai, dibunuh, diusir, dirampas harta bendanya, diperkosa perempuan-perempuannya, dihina norma-norma Aqidahnya dan dilucuti baju kebesarannya. Dadaku seakan ditindis gunung berbatu tajam, jiwaku tertekan himpitan maut, ketika kunalarkan kondisi mereka dalam relung nurani-ku, bongkahan-bongkahan pertanyaan bertubi-tubi menghujam pikiran-ku; Apa sebabnya umat ini mengalami keadaan yang mengerikan ini?, apakah suratan nasib mereka memang demikan adanya? atau apakah keadaan ini adalah apresiasi kasih sayang pemilik kuasa kehidupan?, sebagaimana yang sedang dipromosikan oleh Amerika sekarang; rakyat Iraq akan dilepaskan dari cengkraman kuku besi Saddam, dengan cara dihujani oleh peluruh-peluruh api, yang telah melulu-lantakan tulang belulang mereka, minyak sebagai nadi ekonomi mereka, disedot pindah ke kilang-kilang besar di Amerika, lumpuhkan kaki-tangan rakyat Iraq dengan bom-bom kimia, lalu tiada yang tersisa lagi dari mereka kecuali harapan setetes air untuk menyambung nafas sesaat, lalu mati kehausan, sementara anjing-anjing Amerika dan sekutunya sedang mandi di air sungai Furat. Apakah rahasia di balik nasib yang mengerikan yang sedang terjadi atas rakyat Iraq sekarang ini?. Sering kali aku menenangkan batin-ku dengan mengintip hamparan bumi Iran, yang sedang disemaikan oleh benih-benih pohon Thoyyibah, ketika kusimak kejadian pohon ini, akarnya menghujam kuat kedalam bumi, ranting-ranting-nya menjulang tinggi menembus langit tujuh, bunga buahnya menyebarkan wewangian surgawi, ada tersimpan seonggok harapan di sana, ada mata air jernih telaga  kaustar di sana dan ada Islam murni Muhammad saww di sana. Intipan itu membiaskan kesimpulan dalam benak-ku, kubu manusia di selaput bumi ini, aku belah menjadi tiga belahan besar, pertama kubu kafir, yaitu para pengingkar dan penghianat nilai-nilai agama dan aqal-budi kemanusiaan, dalam batinya hanya ada kepentingan diri, bersandar pada peluru dan bom, menurutnya yang berhak hidup adalah dia yang kuat propaganda bohong dan canggih senjata maut. Kubu ini mempunyai dua kepala, satu Amerika satu lagi Israil, keduanya menyatu dalam satu badan Yahudi zeonis mutakabir dan imperialis. Kubu kedua adalah penanggung penindasan kubu pertama, tercekam kelemahan, ikut arus yang berkuasa, malas, mengabaikan nasehat dan buta mata hati. Kubu ini meliputi paling besar masyarakat dunia terutama kaum muslimin jumud, abangan dan sesat jalan,  sisanya umat manusia yang lain selain zeonis. Kubu ke tiga adalah orang-orang beriman, pengikut agama Islam murni Nabi Allah Muhammad saww, berpegang teguh pada Alquran dan Itrah Suci Ahlul-Bait Nubuwah as, beriman dan taat kepada duabelas Imam Ma’sum ahlul-bait Nabi saww, yang ditentukan oleh  Allah swt melalui lisan Rasul-Nya saww, sebagai washi dan pelanjut pengembangan tugas risalah Tuhan hingga hari qiamat. Kubu ini telah mampu mendirikan sebuah negara di muka bumi ini, karena kegigihan mereka untuk mempertahankan hidup mulia, walau dengan menumpahkan darahnya. Mereka mempunyai Motto hidup seperti yang diajarkan oleh Imam-sucinya yang ke tiga yang bergelar pemuka para Syuhada yaitu Al-Imam Al-Husain as; ” Lebih baik mati bersimbah darah dari pada hidup dibawah penguasa zdalim dan bejat”. Motto ini bak bensin yang menyulutkan api semangat jihad dalam urat nadi kehidupan mu’miniin. Satu demi satu, sepuluh, seratus, seribu bahkan berjuta telah berkorban, untuk mempertahankan dan meraih kemuliaan dan kejayaan hidup dunia yang berhakekat ukhrawi, untuk menaklukan materi guna mengabdi pada ruhani. Motto itu menjadi bumerang yang menakutkan bagi setiap musuh yang bercokol dalam kubu pertama, mereka selalu siap menyengaja korbankan jiwa untuk memusnahkan musuh dan faham-fahamnya, dengan yakin satu yang gugur , berlipat kali yang tumbuh, sebagai budaya syahadah yang berhakekat tidak ada yang gugur, karena Allah swt, menegaskan dalam firman-Nya :

 ” ولاَ تَحسَبَنَّ الذِینَ قُتِلُوا  فِی سَبَیلِ اللهِ اَموَاتاً بَل أَحیَاءٌ عِندَ رَبِّهِم یُرزَقُونَ”

“Jangan kamu mengira mereka yang terbunuh di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup sedang mendapat rezki di sisi Allah”.Q.S Aali-Imraan

Kebanggaan meraih tempat di sisi Allah ini, lewat jalan syahadah, membuat mereka merasa kematian menjadi lebih manis dari pada madu. Berkat gerakan kubu ketiga inilah, penggalan tubuh kaum muslimin yang tertindas dalam kubu kedua, mendapat vaksin kekebalan dari kelemahan multi, sekaligus menjadi perangsang tegak kembalinya seluruh mustadafin dunia yang diakibatkan oleh kubu pertama dan kebrutalan sebagian dari kubu kedua. Keberkahan gerakan kubu ketiga ini juga dapat memercikan gelora setiap manusia yang sedang mencari hakekat. Dan meniscayakannya akan ditemukan-nya di sana.

Musuh menyadari hal ini, sebelum merambat keseluruh jagat, secepatnya mereka melancarkan taktik perang, untuk menguasai tanah air kaum muslimin yang tergolong kubu kedua. Taktik ini sejak Yahudi zionis memasuki tanah Palestina, semakin mencolok sikap permusuhan mereka terhadap muslimin dan bangsa Arab. Rancangan berjangka mereka sudah diterapkan satu persatu dan sekarang memasuki rancangan berjangka panjang, yang dimulainya dari menyerang Iraq. Penyerangan ini hampir dikatakan telah berhasil, atau mereka mengatakan telah berhasil, sebentar lagi bekas jenderal Amerika, Garlnat, yang mempunyai hubungan kerja sama erat dengan rezim Zionis Yahudi, ditetapkan oleh Bush, menjadi pengendali pemerintahan di Iraq, andaikan rakyat Iraq mengetahui sosok pribadi Garlnat maka, mereka semuanya akan pingsan, demikian berita Al-Jazairah mengatakan. Dapat dibayangkan Garlnat akan menjalankan hukuman militer, terror dan penindasan atas rakyat Iraq demi kepentingan rezimnya. Sekarang mereka telah mengikrarkan bahwa; Tanah Iraq adalah bagian tanah milik mereka, sungai Furat yang menjadi nadi kehidupan di sana akan dikuasai oleh mereka, rakyat akan dibiarkan dahaga, minyak menjadi lebih murah dari pada air, pada akhirnya rakyat tidak mempedulikan minyak lagi, hanya sibuk menyelamatkan diri dari cekikan kehausan, yang mengantar mereka pada kematian, sedang penjajah leluasa mengeruk hasil daya alam mereka untuk kepentingannya sendiri. Program permusuhan kaum Yahudi zionis terhadap umat Islam dan bangsa Arab, tidak akan berhenti di Iraq saja, mereka akan melakukannya terus. Tuhan, Yang Maha Mengetahui, Yang Menciptakan Manusia telah menghidayati kaum muslimin, supaya bersiap-siaga dengan berpegang teguh pada kitab petunjuk-Nya, Al-Quran dan menjadikan Ahlul-Bait as sebagai pemandu ketaatan kepada-Nya. Di antara petunjuk Allah swt, yang telah diabaikan oleh sebagian besar kaum muslimin yang tergolong kubu kedua, demikian firman-Nya berbunyi ;

“وَلَن تَرضَی عَنکَ الیَهُودُ وَلاَ النصَارَی حَتَّی تَتَبِعَ مِلَّتَهُم”

“Yahudi dan Nasrani   tidak akan  rela terhadap-mu (kaum muslmin), sehingga kamu mengikuti cara mereka”.Q.S Al-Baqarah 120. 

Akibatnya lihatlah mereka sedang mencaplok tanah-tanah kaum muslimin, dari mulai Palestina, Afghanistan, Iraq, Lubanan, mungkin juga kejadian yang sama akan dialami oleh negara-negara berikut;Surya, Saudi, Iran, …, terdengar nama-nama negara ini terkeluar dari mulut mereka untuk dimangsa selanjutnya.

Sekarang bagaimana sikap kaum muslimin, sadar atau mati kutu?, siap-siaga dengan bersatu-padu atau nafsi-nafsi?, kembali kepada ajaran Allah atau percaya pada perkataan musuh dan propoganda2-nya?, dan banyak lagi hal yang harus dipertimbangkan dan diperbaiki.

Dan yang paling penting, menyadari kehadiran Imam Zaman, sebagai Imam yang keduabelas, yang sedang menjalani masa kegaiban, hazdrat Al-Mahdi afs, kita semua harus merasa dibawah pantauan dan naungan beliu sebagai pemimpin tertinggi umat Islam, dengan berusaha menjadi kader setia Imam dibawah bendera wilayatul-faqih sebagai pemimpin tertinggi Daulah Islamiah di era kegaiban Imam Ma’sum ini, menyadari akan keberadaan umat yang sedang menunggu kemunculan beliau, berarti kesempatan untuk memperbaiki diri, sesuaikan prilaku dan perkataan dengan ajaran Al-Quran dan tuntunan Itrah Rasul Allah swt, Demi meraih kejayaan hidup dunia dan akhirat.

” اللَّهُمَّ کُن لِوَلِیِّکَ الحُجَّةِ بنِ الحَسَنِ صَلوَاتُکَ عَلَیهِ وَعَلَی آبَائهِ فِی هَذِهِ السَّاعَة وَفِی کُلِّ سُاعُةٍ وَلِیاً وَ حَافِظاً وَقَائداً وَ نَاصِراً وَدَلِیلاً

وَ عَیناً حَتَّی تُسکِنَهُ أرضَکَ طَوعاً وَتُمَتِّعَهُ فِیهَا طویلاً برَحمَتِکَ یا أرحَمَ الرَاحِمِینَ

21 maret 2003( Hari dimulainya agresor Amerika memasuki tanah Iraq).

Renungan tertulis

15/4/2003.

Umfat-Qom-Iran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: