LAHIRNYA BINTANG-BINTANG SEJARAH

Gemerlap cahaya Ilahi, senantiasa terangi alam wujud.

Arahkan jalur kejayaan, jelaskan titian mustaqim. Helakan semak-duri lintasan, ratakan jembatan berbatu.

LAHIRNYA BINTANG-BINTANG SEJARAH

Semaikan cikal-bakal keluhuran budi.

Goreskan memori hidup dengan tinta emas,

Selamatkan anak manusia yang terpelesong sesat.

Juntaikan tali hubung Bumi dan Langit

Penengah jagat dan Alam Malakuti

LAHIRNYA BINTANG-BINTANG SEJARAH

Bimbing penjenayah menggapai melodi cinta Rabbani,

Wujudkan secercah harapan harga, di sisi Tuhan,

Kenalkan mata-air jernih telaga Al-Kautsar,

Tempat singgahan, yang menyuguhkan sejuta harapan,

Pemandian yang menyuci-bersih, daki-noda pendosa.

Pemuas, dahaga musafir haus makrifat.

Telaga aliran kasih-sayang Ilahi,

Ia simbul dalam kehadiran Putri terbaik kemanusiaan,

Bahkan, potret wujud termulia makhluk,

Datang dengan gemerlap cahaya Ilahi.

LAHIRNYA BINTANG-BINTANG SEJARAH

Dengan menggenggam logam mulia hakekat.

Haturkan khalayak menuju haribaan Tuhan.

Ya Musthofa, Ya Murthadho, Ya Zahro…, dari mana kami akan memulai bicara mengenai-mu.

Dari wujud cipta kesempurnaankah?, yang mendebarkan jantung cinta, para pecinta Tuhan.

Dari hari kelahiran-mukah?, yang melumpuhkan lisan musuh Ar-Rasul, sang Ayah.

Dari sifat-sifat mulia yang beriring indah dalam kehadiran-mu.

Dari Itsar-mu, dari karam, dari kebenaran lisan dan sanubari-mu,

Dari kesabaran, dari keteguhan, dari kandungan ilmu-makrifat-mu,

Dari sedih dan gembira-mu, dari butiran-butiran hikmah, nasehat dan titah-mu,

Dari kelembutan dan ketulusan-mu,

Ooo… Tidak sanggup lidah ini. Tuturkan satu-demi satu nilai agung pribadi-mu,

Aqal-ku lumpuh tuk gapai ketinggian makrifat-mu.

Cinta Ilahi yang meliputi sekujur wujud-mu, hanya dapatku tatap dalam bias cahaya-mu yang memijar dalam Syahadah malakuti putra-mu- Alhusein.

Ya Husein!

Ya Zahro  !

Kini aku dalam dilema menatap-mu,

Rentangan panjang zaman telah melekatkan abu di cermin sejarah,

Membuatku terhuyung-huyung menelusuri potret asli keadaan-mu.

Wahai bunda, yang memijarkan cahaya kemilau Ilahi di setiap zaman yang mendung.

Ku koreksi lembar sejarah anak-Adam, ku temukan putra-putra perkasa, yang menggelindingkan bola cahaya titipan Tuhan, dalam setiap lintasan zaman, hadir satu- demi-satu di pentas sejarah manusia, menggelorakan arti hidup yang lestari dengan fitrah-Ilahi.

Pelanjut denyut nadi seruan para Nabi Allah,

Kini dunia sedang memutar haluan menuju titian lurus Muhammadi,

Sejak hari, Khumaini menggelindingkan kembali bola cahaya Tuhan,

Rasa lelah ummat dalam jajahan mekanisme falsafah dan budaya material, kembali segar dengan meneguk tetesan Hikmah Ruhullah,

Datang kenakan jubah cinta mustadafin,

Bangkitkan pesona indah kehidupan dalam petuah Itrah dan kalam Tuhan,

Khumaini Sang putra Kautsar, datang, pancarkan cahaya surgawi, tuk membumi kembali,

Setelah Bumi terbalut selimut tebal kemunafikan,

Sejak kepergian Ar-Rasul dan Washi-washi Makshum.

Khumaini Sang putra kautsar datang tepat di hari Ibu Ummat dilahirkan,

Ini bukan kejadian tampa makna, muatannya berat dengan hikmah, tinggal kita pandai mengasah Aqal, sambil panjatkan doa Tawasul pada Insan-Suci Tuhan yang sedang menuggu Ummat di sekeliling telaga Kautsar.

Ya Zahro… Wahai bunda ummat, Sambutlah tangan kami, menuju Ridho Tuhan.

Ala Fathimah Wa Abiha, Wa Ba’liha, Wa sirril Mustauda’u Fiha.

Shalawaaaaaaat!!!

Umfat-Qum -Iran/20-Jumadi-tsani/1428 h,sebagai sambutan kelahiran yang mulia Sang Putri tercinta Ajeng Nabi Besar Muhammad Rasululllah saww Fathimatu-Zahra (sa) dan atas hari lahirnya putra terbaik Agama Muhammadi, Ruhullah Al-Musawi Al-Khumaini yang dirahmati Allah swt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: