IBNU SINA TERGUGAH

Siapa tak kenal Ibnu Sina, seorang ahli dalam berbagai cabang keilmuan yg sangat berpengaruh  khususnya sepanjang priode selepasnya, terlebih di zaman sekarang  sebagian besar kitab-kitab induk ilmu penetahuan di zaman ini , adalah bermuara pada asas-sas ilmu yg digali olehnya seperti; Ilmu Kedokteran, Falak, Geografik, Matematika… dll. Umat Islam patut berbangga memiliki ilmuan sepertinya, walau sangat disayangkan, ilmunya tidak banyak dimanfaatkan oleh umat ini, malah selain mereka menjadi berjaya karena perhatian dan ketelitiannya terhadap penemuan-penemuan ilmu oleh Ibnu Sina. Tapi tak apalah kita sesali kondisi itu, demi memacu kembali langkah umat ini selanjutnya, mumpung kesempatan masih ada dan belum lagi terlambat. Dari sini kita memulai…Abu Ali Sina belum lagi berusia dua puluh tahun, ia telah menekuni ilmu-ilmu yg terkenal di zamannya, sehinggalah ia menguasai dan menjadi pakar keilmuan Filsafat, Alam , Matematika dan  Agama dizamannya. Suatu hari dia datang hadir di majelis talim Abu Ali Maskuwaih, seorang ilmuan terkenal di zaman itu . Dengan penuh keangkuhan / sombong ia menyodorkan sebuah bulatan di depan Ibnu Maskuwaih dan berkata :  “Tentukanlah berapa luas lingkaran ini!?”. Ibnu Maskuwaih tak berkata lagi, ia segera mengambil sekumpulan fail sebagai bagian dari sebuah kitab akhlak dan tarbiat yg pernah ditulisnya dahulu yang berjudul :” Taharatul A’raq”, lalu meletakkannya di depan Ibnu Sina dan berkata : ” Kamu utamakan dirimu memperbaiki akhlakmu, barulah aku akan menentukan berapa luas bulatan bola ini!?”. Engkau lebih butuh pada perbaikan akhlakmu dari pada ketentuan luas bulatan ini!”. Abu Ali Sina serta-merta tergugah malu terhadap ucapan ini, dan kalimat ini dijadikan penunjuk jalan berakhlak baginya sepajang hidupnya.

Disarikan dari- “Kisah-kisah  benar”- Ust. Syahid-Muthahari.

Terjemahan Umfat-Qom-Iran.

2 Komentar »

  1. muhibbin said

    Ilmu tanpa akhlak adalah bagai jasad tanpa nyawa…tiada berguna dan nilai ilmu yang ada padanya tidak akan disanjung bila akhlak buruk…ilmu apabila disaluti seni akhlak akan menjadi 2 gabungan yang sangat hebat..

  2. Umfat said

    Tetapi ingatlah! “berilmu dan berakhlak bukan untuk mendapat sanjungan, yang berakhir dengan kepura-puraan saja.

    Berilmu dan berakhlak semestinya ikhlas kerana Allah swt saja.

    Cukupkanlah diri kita dengan hanya meraih ridha dan cintaNya saja”.

    Untuk meraih kondisi ini, tentunya kita mesti banyak berdoa melalui tawassul dengan insan-insan suci pilihan Allah sendiri, kerana hanya dengan taufik Allah swt sebagai buah tawassul dengan mereka as, kita boleh dapatkan ILMU DAN AKHLAK HAKIKI,MURNI DAN SUCI”.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: