TANYAKAN PADA SEJARAH!!!

Tanyakan pada sejarah !, perihal bencana di Bumi Nainawa.

Tanyakan pada sejarah!, gerangan peristiwa di pusara Bumi Karbun wa Bala’.

Tanyakan para saksi bisu yg mengubur rahasia tragedi Karbala!.

 Mari kita telusuri warisan nubuwah sejati .

 Sebagian hilang terampas srigala-srigala buas sejarah, yg lain masih tersimpat rapat dlm peti keramat pusaka

Cungkil lapisan-lapisan debu sejarah yg membalut luka-luka memar putra-putri patti Alam

Bongkar tumpukan palsu bualan perompak-perompak agama.

Dapatkan sebongkah permata murni, berbinar memancarkan cahaya cemerlang.

Arus cahaya hikmah membuat ahli bumi menghela nafas panjang.

Hasyrat meneguk kembali tetesan telaga Kaustar yg tercecer di sudut Akal-murni, diidamkan oleh para dahaga agama.

 Kami yang tersungkur kulai karena kehausan, tepat berada di ujung danau darah. Terpesona saksikan darah suguhkan seonggok harapan  

Menapak kembali jejak bakhtera yang terdampar.

 Kami tertarik jelajahi kembali arus cahaya nubuwah.

Jari-jemari sejarah isyaratkan kami untuk berlabuh di sepetak tanah yang bernama Karbala.

Katakan wahai sejarah! kebenaran tofan kebangkitan anak-anak surgawi.

 Katakan wahai sejarah!, kenyataan gemuruh tekat putra-putri malakuti. 

Kini aku tak sabar terpaku dalam renungan ini, aku tak tega terbungkam dlm kepikukan tangisan ini.

 Genangan memerah dibentangan tanah petaka, mengharukan sanubari.

Potongan-potongan badan suci kesatria terpenggal pedang-pedang bengis manusia-manusia biadab.

Jeritan-rintih wanita-wanita Agung, mencabik-cabik jiwa pahlawan.

Pekikan tenggorokan kering bocah-bocah tak berdosah mengoyak langit cakrawala. Wahai sejarah jangan berdusta pada kami, mata tajam pemilik alam menjadi saksi abadi

 Kami telah dengar Al-Husein cucu tercinta Ar-Rasul telah mengistikharkan keluar berdiri menghadang jalan kemunafikan.

 Di saat para pendusta menaiki tahta kepemimpinan ummat

 Di saat tiran-tiran berpesta-pora di atas derita ummat

 Di saat sabda Tuhan diabaikan oleh pemburuh dunia.

Al-Husain kesatria sejati Al-Haq menyaksikan pemutar balikan nilai murni insan menjadi penjilat-penjilat rakus dunia.

Wahai kuncup-kuncup jiwa yang terbuka, tataplah kembali pada arena sejarah Tragedi Karbala terulang di pentas dunia kini.

Drakula haus darah umat Islam sedang mencari mangsa di sekitar sungai furat. Afganistan, Iraq sedang dilahap dengan buas oleh mereka,

kini Iran menjadi iming-iming rakus mereka.

Tapi tunggu dulu! dengarkan suara tegar yang menggema di angkasa Iran.

 Jiwa umat yg berkobar disulut  api syahadah Al-Husain sedang membara di sini. Karavan sederhana Al-Husain sedang dipersenjatai di sini. Gegap kebesaran barisan juang Al-Husain sedang dibina di sini.

Tekat bulat menuntut hak mengiringi slogan-slogan abadi Al-Husain di sini.

 “Hidup dalam kehinaan lebih baik mati bersimbah darah”.

Ya Husain!, Ya Muhammada!, Ya Fathimata!, Ya Alia!, Ya Hasana! wa Ya Husaina!!!

Salam sejahterah atas Ahla-Baiti Rasulillah!. Hubbukum fardhum minallahi anzalahu, man la yusali alaikum la sholata lahu…

Umfat Al-Idrus,Qom-Iran/9Muharram 1426h

2 Komentar »

  1. ibrahim said

    Bishitaala .
    salam,bagus sekali puisi nya

  2. hadi said

    bagus sekali

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: