<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ANAK BANGSA"Merajut Ma'rifat"</title>
	<atom:link href="http://umfat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://umfat.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Feb 2009 06:24:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='umfat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ANAK BANGSA"Merajut Ma'rifat"</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://umfat.wordpress.com/osd.xml" title="ANAK BANGSA&#34;Merajut Ma&#039;rifat&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://umfat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MUQAWAMAH MUSLIMIN PALESTINA!</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com/2009/02/03/muqawamah-muslimin-palestina/</link>
		<comments>http://umfat.wordpress.com/2009/02/03/muqawamah-muslimin-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 06:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umfat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bina Insan]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah hakekat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umfat.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[MUQOWAMAH Sejak manusia dititahkan oleh Tuhan untuk menempati bumi, perseteruan haq dan batil mewarnai arti kehidupannya di alam dunia, hal ini mempunyai akar dari pola penciptaan manusia yang dapat memantulkan dua bisikan karena demikian eksistensinya Tuhan menciptakan manusia yaitu diilhaminya jiwa manusia dengan keduanya yang menurut istilah Al-Quran disebut bisikan Taqwa dan bisikan Fujuur “Fa-alamaha-fujuuraha-wataqwaaha”, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=196&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">MUQOWAMAH </span></p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_198" class="wp-caption aligncenter" style="width: 251px"><a title="Muqawamah muslimin Palestina melawan agresor tentara Israel yang menjajah tanah air mereka." href="http://umfat.files.wordpress.com/2009/02/3m_msidt_agh.jpg"><img class="size-full wp-image-198" title="3m_msidt_agh" src="http://umfat.files.wordpress.com/2009/02/3m_msidt_agh.jpg?w=480" alt="3m_msidt_agh"   /></a><p class="wp-caption-text">Potret muqawamah muslimin Palestina dalam melawan musuh Allah, Islam, kaum muslimin dan seluruh kaum mustadaf dunia.</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sejak manusia dititahkan oleh Tuhan untuk menempati bumi, perseteruan haq dan batil mewarnai arti kehidupannya di alam dunia, hal ini mempunyai akar dari pola penciptaan manusia yang dapat memantulkan dua bisikan karena demikian eksistensinya Tuhan menciptakan manusia yaitu diilhaminya jiwa manusia dengan keduanya yang menurut istilah Al-Quran disebut bisikan Taqwa dan bisikan Fujuur “Fa-alamaha-fujuuraha-wataqwaaha”, keduanya mempunyai posisi yang sama yaitu dapat diikuti dan ditaati oleh manusia, keduanya menempati wadah masing-masing dalam jiwa manusia, fujuur bertempat dalam kisaran hawanafsu dan Taqwa berada dalam kisaran aqal, dua bisikan ini akan senantiasa membarengi segala keadaan dan pada setiap polimik yang sedang dihadapi dan dialami oleh manusia, kedua bisikan ini masing-masing ingin menempati posisi menonjol dan yang terpilih menjadi yang berpengaruh bagi prilaku dan keputusan-keputusan moraliti prinsip iman dan amal bagi manusia, perebutan pengaruh kedua bisikan ini lebih tegasnya dalam bentuk keinginan manusia untuk mengeprisikan diri</p>
<p style="text-align:justify;">sebagai orang baik atau orang jahat, dari itu kita menyaksikan sepanjang hidup manusia perseteruan kedua kondisi baik dan buruk senantiasa mewarnai fenomena dunia kemanusiaan, yang keduanya sebelum ditampakan kealam tindakan dan prilaku dihadapan sesama manusia, haq dan batil telah terlebih dahulu berseteru dalam jiwa masing-masing diri manusia, dari itu perseteruan di alam interaksi sesama manusia sebagai pernyataan yang menunjukan jati diri masing-masing manusia dimana ia telah memilih pelopor hidup bagi dirinya, bisikan baik atau bisikan jahat, kita dapat membuka kembali goresan kisah dan peninggalan sejarah, dimulai oleh perseteruan Qabil dengan Habil kedua putra Nabi Adam ala Nabiyina wa-alai salam bapak pertama manusia, demikian perseteruan ini berlangsung terus dengan pemelopor yang berbeda untuk masing-masing kubu, namun secara garis besar dapat dibagi dua yaitu pemelopor haq berada pada kubu para utusan Tuhan yang dikenal dengan sebutan para Nabi atau para imam suci dan para pengikut mereka dan pemelopor kebatilan yang berada pada kubu penentangnya seperti para firaun, para pendusta dan mustakbiriin serta para pengikut mereka, lintasan sejarah dapat kita bentangkan kembali semua pada dasarnya</p>
<p style="text-align:justify;">menguak gejolak perseteruan haq dan batil, pada kesempatan ini kita hanya dapat menunjukan beberapa perseteruan yang menyolok dalam sejarah Islam dan dunia, seperti perseteruan haq yang dipelopori oleh Al-Imam Ali as dengan batil yang dipelopori oleh Muawiah bin abi Sofian, perseteruan Al-Imam Husein as dengan Yazid, perseteruan antara Iran dengan para pemimpin congkak Amerika serikat, Hizbullah Libanon yang berhadapan dengan Israel-zeonis, hingga sekarang, perseteruan yang terjadi antara Palestina yang dijajah oleh Israel juga sebagai jelmaan perseteruan Haq dan Batil, Palestina di kubu yang Haq sedang Israel-zeonis di kubu yang batil.  Pada detik-detik penulisan artikel ini perseteruan antara rakyat Palestina yang di jajah oleh Israel-Zeonis sedang menunjukan kegentingannya, dari sini kami ingin menulis banyak tentang keadaan yang menyayat hati dan sekaligus menguak jiwa teguh untuk mempertahankan tanah air, harga diri sebagai bangsa yang berdaulat, SEBAGAI MUSLIMIN, sebagai kelompok yang dizdalimi, sebagai yang dirampas hak-haknya, sebagai yang diinjak-injak nilai-nilai kemanusiaannya,</p>
<p style="text-align:justify;">sebagai yang dihujani oleh peluru dan bom-bom pemusnah kedamaian hidupnya, sebagai yang dilukai dan dipatahkan tangan dan kakinya.  Perseteruan sengit antara haq dan batil sedang menggemakan suaranya dengan dahsyat dibumi Gaza-Palestina sekarang ini, Gaza-Palestina!!, bumimu sedang menadahkan darah suci anak–anak bangsamu yang tak berdosa, tidak bersenjata berhadapan dengan tentara bengis Israel-agresor yang dipersenjatai dengan senjata-senjata pemusnah paling mutakhir, bom-bom yang dibuat dari bahan-bahan terlarang yang disepakati oleh piagam keamanan perserikatan bangsa-bangsa, rumah-rumah, sekolah, hospital dan tempat-tempat pelayanan sosial mereka runtuh, Gaza !! permukaan tanahmu berlumuran darah, langitmu dikepuli oleh asap tebal kobaran api yang melahap apa saja di atasmu, Gaza !! telah menjadi lautan api!. Tetapi Dicelah-celah Pemandangan heroik Gaza-Palestina ini, ada berkas-berkas keteguhan yang cukup tangguh untuk menentang arus kedzaliman Israel-zeonis, yang sedang menggelora dalam jiwa anak-anak Palestina yang kita sebut dengan istilah <span style="color:#ff0000;">“MUQOWAMAH”</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">YA MUQOWAMAH</span>, adalah pelajaran yang menarik dan jelas diperlihatkan oleh para pejuang dan Rakyat Palestina sekarang ini, untuk berhadapan dengan berbagai kedzaliman dan penindasan dari kalangan mustakbirin dan para pemimpin munafiq Negara-negara penyokong kebrutalan Israel dan zeonis dunia, pelajaran ini untuk seluruh umat manusia yang berhati nurani terutama kaum muslimin di negara manapun ia berada.  Ya Muqowamah sedang menyenandungkan maknanya yang tegas dalam diri anak-anak Palestina sekarang ini, hal ini kita dapat dengar dari ungkapan-ungkapan mereka, seperti yang diungkapkan oleh salah seorang anak putri Palestina yang berkata ketika diwawancarai oleh reporter Press TV Republik Islam Iran ditengah-tengan berkobarnya serangan-serangan militer Israel keatas tanah Palestina, demikian: “Wahai Israel kalian dapat merusakan apa saja di tanah air kami, tapi ketahuilah kalian tidak akan dapat mengambil kebahagiaan kami,</p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Kondisi Gaza yang menyayat hati</p>
<p style="text-align:justify;">kami tetap dapat bermain dan bergembira dengan tanah permainan yang telah dikenai bom-bom kalian dan serpihan alat-alat  permainan yang telah kalian patahkan”.  Pada ucapan yang lain terdengar genderang Muqowamah yang mengalun mantap dari relung-relung nurani anak-anak Palestina, seorang dari mereka demikian berkata: ”Kami merasa ketakutan tetapi kami tetap mengadakan pertahanan atas semua yang tertimpa atas kami”, seorang anak lain Palestina yang baru saja terkena serpihan bom kimia yang mengandung Fosfor putih yang sangat membahayakan badan manusia yang telah membutakan kedua mata anak itu, dalam keadaan mata melepuh dia berkata dengan mempersoalkan Israel, ketika diwawancarai: “Wahai Israel, kenapa kalian membunuh anak-anak, kenapa kau butakan aku, dengan letupan bom-bom kalian, bagaimana aku dapat bermain lagi, kenapa rumah-rumah kami kalian robohkan, wahai Israel apa kesalahan kami, dengan keadaan kami yang tidak bersenjata ini, wahai Israel walaupun semuanya telah direnggut dari kami, hasbunallah- wa-ni’mal-wakil”.; Ibu-bapa kehilangan anak, anak kehilangan Ibu atau kehilangan bapa, ada anak kehilangan kedua orang-tuanya sekali, kehilangan saudara- saudari, bahkan satu keluarga telah bersama-sama pergi, suami kehilangan istri dan sebaliknya istri kehilangan suami, mereka menangis tetapi mulut-mulut mereka tetap melantunkan kalimah suci:  Al-hamdu-lillah-Hasbunallah-wa-ni’mal-wakil (Puji syukur kepada Allah-cukup hanya Allah menjadi penjaga kami), demikian Muqawamah telah menjadi pilihan yang tepat untuk mencapai kemenangan terhadap segala penindasan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"> WAHAI MUSLIMIN BERTAHAN ADALAH SESUATU YANG  MEMBUAHKAN KEMENANGAN, KARENA ITU JANJI TUHAN.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam keadaan apa sekali pun ketika  kebenaran sedang dirobek-robek, ketika haq sedang dirampas, ketika rumah, Negara sedang dicerobohi tidak ada jalan untuk meraih kembali semua ini kecuali dengan Muqawamah.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam pada Al-Husein yang telah mengajarkan bagaimana cara berhadapan dengan para penceroboh dan pendzalim, salam bagimu wahai misbahul huda wa safinatu-najah. Salam atas mereka yang bersama Al-Husein. Salam atas Khumaeni.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam atas para syuhada Badar,Uhud, Karbala, Iran, Libanon dan Salam atas para Syuhada Palestina!!!.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam atas anak-anak dan masyarakat Gaza yang terkorbankan tampa dosa hanya karena kedurjanahan Zeonis-Israel dengan sekutu-sekutunya sebagai pecongkak di dunia.</p>
<p style="text-align:center;">Salam atas Hizbullah yang <span style="color:#ff0000;"></span> di Iran-Libanon dan Palestina. Shalawaat!!.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umfat.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umfat.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umfat.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umfat.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umfat.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umfat.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umfat.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umfat.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umfat.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umfat.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umfat.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umfat.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umfat.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umfat.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=196&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umfat.wordpress.com/2009/02/03/muqawamah-muslimin-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a2bcd763ac62abbf3e326d42c9dae8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umfat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://umfat.files.wordpress.com/2009/02/3m_msidt_agh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3m_msidt_agh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kebangkitan husain 1</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com/2009/01/14/kebangkitan-husain-1/</link>
		<comments>http://umfat.wordpress.com/2009/01/14/kebangkitan-husain-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 05:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umfat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bina Insan]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah hakekat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umfat.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[TUJUAN KEBANGKITAN IMAM HUSEIN AS DI SEPANJANG TRAGEDI KARBALA’ Ada beberapa perkara yang menjadi perhatian sungguh-sungguh beliau as, yaitu : Menghidupkan nilai-nilai dan standar asli Islam, meniadakan dan menghapus bid’ah-bid’ah, memusnahkan dekadensi dan kerusakan budaya masyarakat, menegakan kalimat tauhid, memisahkan khurofat dari wajah asli Islam, membentuk masyarakat beragama dalam berbagai lapangan dan spekulasi pemikiran dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=184&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">TUJUAN KEBANGKITAN </span></span></strong><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">IMAM HUSEIN AS</span></span></strong><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> DI</span></span></strong><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> SEPANJANG TRAGEDI KARBALA’</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ada beberapa perkara yang menjadi perhatian sungguh-sungguh beliau as, yaitu : Menghidupkan nilai-nilai dan standar asli Islam, meniadakan dan menghapus bid’ah-bid’ah, memusnahkan dekadensi dan kerusakan budaya masyarakat, menegakan kalimat tauhid, memisahkan khurofat dari wajah asli Islam, membentuk masyarakat beragama dalam berbagai lapangan dan spekulasi pemikiran dan kerja.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;">Imam as dalam rangka mencapai tujuan-tujuan perbaikan ini menggunakan cara yang tepat yang mengantarkan pada kebahagiaan seperti yang </span><span style="font-size:16pt;">di</span><span style="font-size:16pt;">jalani oleh Rasulullah </span><span style="font-size:8pt;">salalllahu alai wa aalihi wa salam</span><span style="font-size:16pt;"> dan seperti yang dijalani oleh Al-Imam Ali as.<span id="more-184"></span> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;">Dengan penjelasan lain; Garis dan perjalanan Imam Husein as dalam perkara ini sedemikian sama dengan garis dan perjalanan Rasul Allah saww dan Ayah beliau Hadhrat Ali bin Abi Thalib as yang agung.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Garis penuntutan perbaikan sebagai kelanjutan dari garis penuntutan perbaikan yang ada dalam seruan Rasul Allah saww dan Imam Ali as. </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Imam as dengan terus-terang menerangkan tujuan beliau dalam kebangkitannya ini dengan berkata<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Kebangkitan ini dikarenakan untuk menerangkan ciri-ciri agama-Mu kepada khalayak,supaya perbaikan-Mu untuk tanah-air Islam dapat aku terapkan sehingga hamba-hamba-Mu yang teraniaya dalam cenkaraman pendzalim dapat merasakan keamanan, serta kewajiban, hukum-hukum dan sunnah-Mu yang sudah diabaikan dapat dihidupkan kembali”</span></span></em><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">.</span></span></em><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em></em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada tempat lain, Imam as bersabda:</span></span><strong><em></em></strong><strong><em><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></strong><em></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Aku tidak keluar (dari Madinnah) atas keangkuhan, dan tidak untuk bersenang-senang, dan tidak pula untuk kerusakan dan kedzaliman, tetapi aku keluar untuk menuntut perbaikan dalam ummat kakek-ku </span></span></em><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:8pt;">salallahu alai wa aalihi</span></em><em><span style="font-size:18pt;">, aku hendak menjalani pengajakan kepada perkara yang layak dan pencegahan dari kemungkaran, dan menjalani perjalanan kakek dan ayah-ku Ali bin Abi Thalib”.</span></em></span><em><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p><em></em><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam bagian lain, sebagai isi surat beliau untuk penduduk Bashrah demikian tertulis</span></span><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Aku telah mengutus utusan-ku kepada kalian bersama dengan surat ini, aku mengajak kalian untuk kembali kepada kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya, karena sunnah Nabi telah dimatikan dan bid’ah telah dihidupkan, dan jika kalian mendengarkan perkataan-ku dan mentaati perintah-ku aku akan menunjukan jalan yang lurus menuju kebahagiaan kepada kalian”.</span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><br />
</span></span></em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ringkasnya : Perkara-perkara yang diketahui secara jelas oleh Imam Husein as adalah :</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;">Pemerintah masyarakat Islam telah terang-terangan menunjukan kefasikan dan kebejatan moral mereka.</span></span></span><span style="font-family:Times New Roman;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;">Nilai-nilai spritual Islam telah dilupakan.</span></span></span><span style="font-family:Times New Roman;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;">Para tokoh politik dan pemikir tidak mengindahkan lagi arti budi pekerti.</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>4.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;">Ukuran kedisiplinan bagi para aparat pemerintah telah hilang sama sekali, penganiayaan dan pilih kasih telah mencapai puncaknya.</span></span></span><span style="font-family:Times New Roman;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>5.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;">Berbagai bid’ah telah merasuki agama, agama hanya digunakan sebagai alat untuk membekuk rakyat dan menyiapkan selera penguasa dan orang-orang bejat.</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>6.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;">Agamawan dan materialis telah melupakan hari qiamat.</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>7.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;">Propaganda tipu daya kemilau kehidupan duniawi bagaikan wabah penyakit yang melepuhkan lisan para pemeluk agama<span> </span>yang memaksa mereka menyerah pada kejadian yang berlaku dipelupuk matanya yang meluluh lantakan kebijaksanaan dan kejentelmenan para pribadi suci.</span></span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Keadaan dan Cara pemerintahan Amawiyin yang demikian ini telah merajalela dan menyusup pesat kedalam lubuk masyarakat, sehingga masyarakat yang telah dibina oleh Rasulullah saww itu terpupuskan bersama sunnah dan nilai-nilai agama yang terrenggut dari ingatan mereka. </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Imam Husein as dengan seksama mengetahui semua kekejian dan kesesatan yang menguasai kehidupan individual masyarakat pada masa itu. Namun siapa gerangan yang akan menghadang penyimpangan ini dan untuk kali berikutnya memberikan hidayat kembali kepada mereka kejalan yang lurus?, Imam mengetahui persis orang yang paling berkelayakan untuk menjalankan perkara ini adalah dirinya sendiri.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> Dalam satu pidatonya Imam as berkata:</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:16pt;">“Wahai manusia sunggu Rasulullah telah bersabda: “Siapa yang melihat penguasa dzalim, menghalalkan bagi apa yang telah diharamkan Allah, menyalahi janji dengan Allah, menentang sunnah rasul Allah, memperlakukan hamba-hamba Allah dengan perlakuan dosa dan permusuhan, sedang dia tidak mengadakan himbauan baik dengan suatu tindakan atau perkataan, maka berhak bagi Allah untuk memasukannya dalam cengkraman penguasa dzalim itu dalam keadaan hina dan sengsara, ketahuilah!, para penguasa dzalim akan memaksa mereka untuk mengikuti setan, meninggalkan ketaatan kepada Sang Maha Pengasih, kebejatan dianjurkan secara terang-terangan, batas-batas hukum Allah tidak ditegakan, harta rakyat (baitulmal) dikorupsi, keharaman-keharaman Allah dihalalkan dan sebaliknya, dan aku adalah paling layaknya orang yang akan mengadakan penentangan dan tegak berdiri menghadang didepan mereka”.</span></em></span><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:22pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">TUJUAN PERPOLITIKAN</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:22pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> KEBANGKITAN IMAM HUSEIN AS</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:22pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:18pt;"><span>A.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:18pt;">Mengikis bid’ah dan memupuk pemikiran keimamahan:</span></strong></span></span><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sesuai dengan pandangan Al-Quran bahwa kepemimpinan umat berdasarkan ketetapan Tuhan, artinya Allah swt telah menetapkan pemimpin bagi umat Islam dengan memerintahkan kepada sang Rasul saww untuk menyampaikannya dihadapanan umat yang datang dari berbagai penjuru kota kependudukan muslimin yang baru menyelesaikan penyelenggaraan ibadah Haji pada tanggal 18 Dzulhijjah tahun ke-10 hijriah di suatu tempat yang disebut <strong><em>Ghadir-Khum</em>:</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><strong><em><span style="font-size:18pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;">َ </span></span></em></strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><em></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Wahai Rasul sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu dan jika tidak engkau lakukan maka tiadalah engkau telah menyampaikan risalah-Nya dan Allah yang menjaga-mu dari manusia, sungguh Allah tidak akan menunjuki kaum yang kafir” </span></span></em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">-Qs.Al-Maidah/67-</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan penyampaian masalah keimamahan ini tersempurnakanlah agama Allah yang terakhir ini, demikian pernyataan ayat berikutnya:</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Di hari ini aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan aku telah cukupkan ni’matku atas kalian dan aku meridhoi Islam sebagai agama untuk kalian”</span></span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em></em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">-Qs. Al-Maidah/3-</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pandangan Al-Quran ini diseketika wafat Rasulullah saww, sekelompok kaum muslimin berkumpul di satu tempat yang disebut “<em>Saqifah bani Sa’adah</em>” sebagai langkah awal gerakan penyimpangan mereka, karena perkumpulan yang mereka lakukan ini adalah untuk mengadakan pemilihan kepemimpinan setelah Rasulullah saww yang masalahnya sudah ditetapkan oleh Allah swt dalam undang-undang Al-Quran sebagai masalah paten agama, namun mereka telah merubahnya menjadi masalah sektarian yang dibentuk melalui pemilihan anggota kelompok sebagai satu cara dalam tatanan hidup bermasyarakat, tampa mengindahkan pandangan Al-Quran.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Imam Ali as demi menjaga kestabilan kondisi umat Islam sebagai pohon yang baru disemaikan berbuah supaya tidak kering dari akar sehingga masyarakat Islam tidak lemah berhadapan dengan musuh luar dan umat tidak terkeping-keping dalam kancah perpecahan, pada waktu itu beliau tidak bereaksi untuk mengadakan penentangan langsung diseketika kejadian, namun kondisi penyimpangan ini beliau tahan dengan menanggung kepedihan sakit bagai disebabkan sekatan debu tertaburi dikornia matanya dan kepingan tulang terhambat melintang ditengah tenggorokan. </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Penyimpangan ini berjalan hingga tiga priode pertama kekhalifahan; Abu Bakar, Umar dan Utsman, yang hari demi harinya memangku penyimpangan yang semakin meraja-lela sehinggalah terjadi desakan umat meluap-luap memohon kepada Imam Ali as untuk memegang tampuk kepemimpinan yang kemudian diterima oleh beliau as.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Imam Ali as sepanjang kepemimpinannya menghendaki pengembalian kondisi umat yang sudah dilanda kerusakan ini kepada kondisi awal pembentukannya dan rute-rute penyimpangan dihapus sehingga masyarakat akan ditunjukan kembali kejalan yang lurus, namun sangat disayangkan beliau tak dapat melakukannya karena sepanjang priode kepemimpinan beliau as dilandai oleh mushibat perang berkali-kali yang diakhiri oleh kesyahidannya as.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Setelah Imam Ali as pun, peperangan sengit terjadi antara Imam Hasan as dan Muawiah yang diakhiri oleh gencatan senjata berdamai yang terpaksa dilakukan oleh Imam Hasan as. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam piagam perdamaian yang dibubuhi tanda-tangan Imam Hasan as dan Muawiah memuat beberapa masalah diantaranya dalam butiran kedua berbunyi:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> <em>“Tampuk kepemimpinan setelah Muawiah adalah diserahkan kepada Hasan, dan jika terjadi masalah yang menghalanginya untuk memegang tampuk kepemimpinan maka diserahkan kepada Husein, dan Muawiah tidak berhak menentukan orang lain sebagai pengganti kedudukannya”. </em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em></em>Muawiah pada titer akhir piagam tersebut membubuhi kalimat bersumpah dengan Allah bahwa perjanjian ini akan dijalankannya.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Muawiah sebelum kematiannya dengan tampa mengindahkan sama sekali butiran-butiran piagam perjanjiannya itu, bid’ah dan penyimpangan kedua dalam dunia Islam digemburi olehnya, yang semestinya ia harus menerapkan stetmen piagam perdamaian dan undang-undang Allah swt dimana ia semestinya menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Imam Husein as, namun nyatanya ia mengalihkan sistim kenegaraan dalam Islam dalam bentuk sistim keraja-an yang terpekur dalam putaran anak-pinak waris-mewarisi, dan Yazid anaknya secara resmi diperkenalkannya kepada rakyat menjadi putra mahkota kerajaan yang memegang tampuk kekhalifahan kaum muslimin setelah kematiannya.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan demikian politik kenegaraan telah merengkang jauh dari sistim keimamahan dan Muawiah telah meninggalkan bid’ah yang tidak mempunyai tandingan sebelumnya dalam dunia Islam.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Salah satu tujuan Imam Husein as dalam gerakan kebangkitan Asyura’nya yang agung adalah mengikis bid’ah yang digemburkan oleh Muawiah; yakni mengadakan penentangan terhadap ketidak pedulian Muawiah terhadap keimamahan Imam Husein as dan peresmiannya terhadap sistim keraja-an anak-pinak waris-mewarisi sebagai sistim kenegaraan bagi umat Islam. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Muawiah telah memberi kekuasaan untuk menentukan nasib umat kepada orang yang sama sekali tidak punya kelayakan untuk mengembani tugas ini.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dr.Syahid Muthahari berkaitan dengan masalah ini telah menulis demikian :</span></span><em></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Ada Dua kerusakan berbaiat dengan Yazid yang tidak berlaku sekalipun berkenaan dengan Muawiah jika Imam Husein as melakukannya; Satu berbaiat dengan Yazid berarti beliau menyokong keraja-an anak-pinak waris mewarisi yakni, masalah kelayakan kepemimpinan secara perorangan tidak diutarakan lagi namun sistim pewarisan anak-pinak keraja-an yang akan diakui.</span></span></em><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span></span>Kerusakan kedua berkaitan dengan kepribadian Yazid sendiri yang menyebabkan suasana dan kondisi masa itu terbedakan dengan masa-masa yang lain, dia tidak hanya secara pribadi rusak-bejat, bahkan dia telah terang-terangan dengan kefasikan dan kebejatannya yang sama sekali tidak mempunyai kelayakan positif”.</span></span></em><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;">Imam Khumaini (ra) juga menyebutkan ; <em>mengikis bid’ah</em> sebagai salah satu tujuan dari kebangkitan Imam Husein as, Hamid Inayat seorang penulis berdasarkan kitab wilayatul-faqih Imam Khumaini ra demikian menulis : </span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><em>“Kebangkitan Imam Husein as bertujuan mencegah dari pengasasan sistim kesultanan dan pengalihan kekuasaan secara anak-pinak waris-mewarisi yang kemudian berakhir dengan kesyahidannya as, karena para anbia’ </em></span><em><span><span style="font-size:small;">alaihimusaalam- </span></span></em><em><span style="font-size:16pt;">pun telah mencegah berkaitan dengan keberlanjutan pengganti anak-pinak waris-mewarisi sebagaimana yang berlaku pada Yazid dengan pengakuan kesultanannya, demikian Imam Husein telah mengadakan penghimbauan dan menyerukan kepada seluruh kaum muslimin untuk bergerak menentangnya”.</span></em></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Imam Khumaini ra pada tempat lain berkata :</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> <em>“Penghulu para syahid, dengan segala pengorbanan yang dilakukannya ditambah lagi kekalahan yang berlaku keatas mereka, dan tidak lama setelah itu rakyat menjadi sadar terhadap mushibat besar telah ditimpakan, yang dari mushibat itulah menyebabkan kocar-kacirnya keadaan bani Umayah dan merapuhnya asas-asas bid’ah”.</em> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan menyimak apa yang sudah dibahas, dapatlah diketahui pencetus kedua bid’ah dalam Islam adalah Muawiah, disini timbul pertanyaan, Siapa gerangan yang harus mengikis bid’ah ini?, dan mempunyai kelayakan untuk mengeringkan akar-akarnya sembari menghidupkan sunnah Rasulullah saww untuk menjadi hakim pada kali berikutnya kembali?. Imam Husein as mengetahui, dirinyalah yang mempunyai kelayakan untuk melakukan hal ini, oleh karena itu beliau as mengambil azam untuk menghapus fenomena buruk ini dari lembaran peradaban jaman, walau ia akan membayarnya dengan harga yang besar untuk mencapai tujuan ini atau sekalipun jiwanya akan direnggut syahid; sebagaimana sabda beliau yang sudah disebutkan diatas.</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:16pt;">“Aku telah mengutus utusan-ku kepada kalian bersama dengan surat ini, aku mengajak kalian untuk kembali kepada kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya, karena sunnah Nabi telah dimatikan dan bid’ah telah dihidupkan, dan jika kalian mendengarkan perkataan-ku dan mentaati perintah-ku aku akan menunjukan jalan yang lurus menuju kebahagiaan kepada kalian”.</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em></em></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian dari penjelasan Imam Husein as dapat dipahami Mengikis Bid’ah adalah tujuan jangka pendek beliau as artinya dalam rentangan waktu berjalannya kebangkitan Asyuro’ diharapkannya dapat segera dicapai, namun Imam menganggap perjuangannya belum lagi berakhir dengan tercapainya tujuan mencabut akar-akar bid’ah itu, bahkan beliau menganggap perjuangannya masih berlanjut sehingga berdirinya negara Islam.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:16pt;"><span>B.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:18pt;">Pembentukan Negara</span></strong></span><strong><span style="font-size:16pt;">:</span></strong></span><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;">Salah satu tujuan Perpolitikan Imam Husein as adalah membentuk negara Islam, beliau dengan terus-terang bersabda : </span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;">&#8220;Keluarga Abu Sofian tidak mempunyai kelayakan untuk memegang kendali pucuk kepemipinan negara Islam, aku telah mendengar Rasulullah saww<span> </span>telah bersabda: </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Khilafat diharamkan atas keturunan abu Sofian, jika suatu hari kalian melihat Muawiah menaiki mimbarku, maka tariklah ia turun, tetapi rakyat Madinah telah melihat Muawiah menaiki mimbar Rasulullah saww namun mereka tidak menariknya untuk turun, maka Allah menimpakan keatas mereka Yazid yang fasik”.</span></span></em><em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Imam Husein as sebanding dengan keteguhannya mengklaim ketidak layakan keluarga Abu Sofian untuk memegang tampuk kekhilafahan, beliau juga menekankan klaim kelayakan dirinya untuk perkara kepemimpinan dan khilafah, sekalipun perkara ini akan hanya menjadi ajang persiapan dan pemberi <em>ilham</em> untuk pembentukan sebuah negara bagi generasi-generasi kaum muslimin selanjutnya.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan menyimak sejarah kebangkitan besar ini, menjadi jelas bahwa Imam Husein as dalam berbagai tempat yang dilihatnya sesui untuk mengumumkannya kepada kaum muslimin terhadap kelayakan dirinya untuk membentuk pemerintahan, dan mengajak rakyat untuk menerima kepemimpinan negara yang adil.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> Demikian disini dapat ditunjukan sebagian sabda-sabda beliau yang berkenaan dengan kesukaan beliau untuk mempentuk sebuah negara.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;">Imam as dalam sebuah pernyataan kelayakan dirinya memegang tampuk khilafat yang diutarakannya kepada gubernur Madinah berkata:</span></span></span><span style="font-size:16pt;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Yang mana diantara kita yang lebih layak memegang khilafah dan menerima baiat?”</span></span></em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;">Imam ketika berada di rumah Syaraf menyampaikan sebuah pidatonya demikian berkata:</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;"> </span></span></span><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em></em></strong><strong><em><span style="font-size:18pt;" dir="rtl">ِ</span></em></strong></span><strong><em><span style="font-size:18pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></strong><em></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Kami adalah ahlul-bait Muhammad lebih utama bertanggung jawab atas urusan ini dari pada mereka yang mengaku-ngaku itu (Bani Umayah) yang secara tidak berhak mengaku menduduki kedudukan ini dengan senantiasanya mereka menempuh jalan kedzaliman, kesesatan dan bermusuhan dengan Allah”.</span></span></em><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em></em><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:16pt;">Imam as dalam mengutarakan doanya untuk penduduk Kufah yang sama-sama berazam menolong Imam supaya harapan mereka mendirikan negara dapat tercapai demikian<span> </span>berbunyi:</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Telah sampai kepadaku berita tentang pengakuan kalian untuk berkumpul dan kebersamaan kalian untuk menolong kami dan penuntutan kalian bagi hak kami, melalui surat Muslim Bin Aqil, aku meminta kepada Allah supaya masa depan kita semua disampaikannya dengan baik dan berkenaan dengan kebersatuan dan kesepakatan kalian supaya diberinya pahala yang besar”.</span></span></em><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em></em><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">TUJUAN KEBANGKITAN</span></span></strong><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> IMAM HUSEIN AS </span></span></strong><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">DI</span></span></strong><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> SEPANJANG TRAGEDI KARBALA’</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sambungan pembahasan</span></span><strong><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">TUJUAN PERPOLITIKAN KEBANGKITAN IMAM HUSEIN AS</span></span><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:18pt;">B. Pembentukan Negara</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;"> :</span></strong></span><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Imam Husein as dalam sepucuk suratnya untuk penduduk Bashrah demikian menulis:</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Kami mengetahui yang paling berkelayakan mengemban masalah kenegaraan dan kepemimpinan adalah kami”</span></span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Dan kami adalah ahlinya, para walinya, dan para pewarisnya yang paling berhak terhadap kedudukannya ditengah manusia”.</span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian dalam kumpulan ucapan-ucapan Imam Husein as berkenaan dengan urusan perpolitikan dalam kebangkitannya dapat disimpulkan bahwa Imam Husein as mengetahui persis bahwa dirinyalah yang paling berkelayakan dan memiliki syarat menyeluruh sebagai seorang pemimpin ummat dan kesiapan dirinya untuk membentuk negara demikian telah diumumkannya. </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selain itu dapat kita camkan salah satu tujuan kebangkitan Imam Husein adalah mendirikan negara Islam, juga menjadi kesimpulan pendapat dari kebanyakan para penelaah sejarah kebangkitan Al-Imam as, seperti; </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hadhrat Imam Khumaini ra demikian berkata:</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> <em>“Mereka mengira bahwa Penghulu para Syuhada as tidak datang untuk menegakan negara, padahal tidak!, Imam Husein as datang untuk menegakan negara Islam, kepemimpinan negara selayaknya harus diemban oleh orang seperti sang penghulu para pemuda surga ini, atau semestinya diemban oleh para pengikut setia beliau, Imam as telah mengutus Muslim Bin Aqil untuk mengajak rakyat berbaiat mendirikan negara Islam dan meruntuhkan pemerintahan negara yang bobrok itu”.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> Hadhrat Imam Khumaini dalam ucapannya yang lain berkata: </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>“Imam Husein as telah datang dengan kehendak untuk mengambil alih kepemimpinan negara”.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tetapi perlu diingat dan dicamkan betul-betul bahwa menurut pandangan Imam Husein as tujuan mengambil alih kepemimpinan negara bukan sebagai tujuan akhir kebangkitannya. Akan tetapi hanya sebagai tujuan partikuler jangka panjang yang bersifat alat untuk menuju tujuan akhir.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian juga telah dikatakan bahwa tujuan Imam Husein as untuk membentuk negara, bukan berarti Imam as dalam kebangkitannya akan berhasil mencapai tujuannya itu, akan tetapi yang dimaksudkannya adalah, baik pembentukan negara Islam di keadaan masa kehadirannya atau kalau tidak dapat dilakukannya maka beliau mencanangkan kesiapan lahan pembentukan negara untuk priode panjang masa depan Islam dan kaum muslimin dalam masa berikutnya, demikian Hadhrat Imam Khumaini berkata: </span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>“Al-Imam Husein as karena memikirkan masa depan Islam dan kaum muslimin beliau menempuh perjuangan suci dan pengorbanan yang agung dikalangan umat manusia yang pada akhirnya mengantarkan sistim perpolitikan dan sosialnya menjadi sistim yang berpengaruh dalam masyarakat kita yaitu penentangan pada kedzaliman dan berkorban untuk perbaikan”.</em></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:22pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">TUJUAN</span></span><span style="font-size:22pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>MENGGAPAI KERIDOAN</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:22pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> TUHAN</span></span><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:18pt;"></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;">Salah satu tujuan </span><span style="font-size:16pt;">penting lain Imam Husein as adalah keridoan Allah swt; Imam Husein dengan tidak melihat tujuan-tujuan lain yang seiring dengan perhatiannya pada penyimpangan yang melanda para aparat pemerintah berkenaan dengan hukum dan undang-undang Islam, sehingga masyarakat Islam terseret dari jalan yang benar dan lurus menuju jalan sesat. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;">Imam Husein as mengetahui pasti bahwa Allah swt meridoinya dalam menjalankan kebangkitan mati-matiannya mengahadang arus kesesatan mereka itu. Imam as mengetahui persis tugas dan kewajibanya berkenaan dengan tindakan yang memuat keridoan Allah swt untuk dijalankannya dalam kondisi dan suasana seperti yang sedang berlaku dijaman kehidupannya, berkenaan dengan hal ini Imam as bersabda:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><strong><em><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">ِ</span></span></em></strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><em><span style="font-size:16pt;"></span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Tidak pernah terhitung dari suatu ketentuan takdir yang didalamnya tertulis keridoan Allah kecuali didapati juga disana ada keridoan kami Ahlul”</span></span></em><span style="font-size:16pt;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Apa yang jelas sebagai yang tidak dapat disangkal dalam kebangkitan Al-Imam as sejak dari awal gerakan hingga akhirnya yang secara sempurna dapat dinalarkan dan dirasakan oleh kita yang terdapat dalam diri satu-demi satu dari persembahan pengorbanan yang dilakukan oleh para pahlawan Asyuro’ terlebih bagi pribadi Al-Imam as sendiri, yaitu keridoan Tuhan mengejewantah dalam putaran tindakan-tindakan mereka as. </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umfat.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umfat.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umfat.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umfat.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umfat.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umfat.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umfat.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umfat.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umfat.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umfat.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umfat.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umfat.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umfat.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umfat.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=184&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umfat.wordpress.com/2009/01/14/kebangkitan-husain-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a2bcd763ac62abbf3e326d42c9dae8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umfat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TERAPI RAMADHAN (2) :</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com/2008/12/06/terapi-ramadhan-2/</link>
		<comments>http://umfat.wordpress.com/2008/12/06/terapi-ramadhan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 06:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umfat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bina Insan]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah hakekat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umfat.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[MERAWAT JASAD PENTING, MERAWAT RUH LEBIH PENTING   Saya tidak percaya kalau manusia itu tidak tau dirinya yang selain punya jasad juga ia punya Ruh atau jiwa, atau apapun istilahnya namun yang dimaksud adalah esensi non materi yang memberi gerak hidup kepada jasad manusia, walau esensi zatnya tak dapat dideteksi dibawah kajian lensa laboratorium, tetapi keberadaannya cukup jelas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=154&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;">MERAWAT JASAD PENTING, MERAWAT RUH LEBIH PENTING</h3>
<p style="text-align:center;"> </p>
<h4 style="text-align:justify;">Saya tidak percaya kalau manusia itu tidak tau dirinya yang selain punya jasad juga ia punya Ruh atau jiwa, atau apapun istilahnya namun yang dimaksud adalah esensi non materi yang memberi gerak hidup kepada jasad manusia, walau esensi zatnya tak dapat dideteksi dibawah kajian lensa laboratorium, tetapi keberadaannya cukup jelas untuk dibuktikan, satu bukti Anda dan saya sekarang ini sedang menjalin interaksi Ruhi, melalui posting ini,tampa ada sentuhan jasad pun tetapi kita sedang saling menjalin Interaksi. Ruh Anda sedang menalarkan sesuatu, penalaran adalah pekerjaan ruh bukan kerja badani.<span id="more-154"></span></h4>
<h4 style="text-align:justify;">Kalau rasa hadirnya Ruh dalam diri Anda tidak jelas cobalah Anda duduk disamping satu jenazah manusia, disana Anda akan menemukan Ruh Anda yang selama ini Anda abaikan kehadirannya di dalam kehidupan Anda, karena selama ini Anda hanya disibukan oleh pemenuhan kebutuhan jasad Anda, gelak-tawa, sedih-duka, dan gundah-gelisah Anda  hanya berkisar pada putaran kebutuhan jasad Anda.</h4>
<h4 style="text-align:justify;">Mata, telinga, mulut, tangan, kaki dan seluruh bagian jasad Anda hanya beraksi dan bereaksi dalam pelayanan dan perawatan dirinya sendiri, akhirnya kenyataan ini membentuk sirkulasi yang tak berujung  &#8220;Jasad sehat untuk menyehatkan jasad, menyehatkan jasad untuk menjaga jasad tetap sehat&#8221;, tidak ada gerakan yang Istimewa disini dan ternyata manusia tidak punya seni dalam mengemban dirinya sebagai sesosok makhluk yang paling mulia dari semua makhluk yang diciptakan Tuhan.</h4>
<h4 style="text-align:justify;">Siang-Malam bergelut kerja mengumpulkan kebutuhan jasad, karena khawatir kekurangan dalam melayaninya, manusia sanggup menipu, curang, memperkosa hak orang lain dan menjadi koruptor, atau paling tidak nafkah halal yang dicarinya sudah ditumpuk-tumpuk menjadi simpanan untuk kebutuhan jasad tujuh-turunan anak-cucunya, Padahal ia tidak perlu khawatir dengan jaminan rezki jasad anak-cucunya toh rezki jasad iapun berada dalam pembagian Tuhan yang menciptakannya, yang tentunya lebih bertanggungjawab dari-pada yang lain.</h4>
<h4 style="text-align:justify;">Manusia terkadang keliru dalam memilih tindakan penting dan yang lebih penting bagi kehidupannya, ia mendahulukan yang penting dari yang lebih penting, ini semua karena kepekaan Ruh mereka telah rabun akibat perhatian yang hanya bertumpu pada pelayanan dan perawatan jasad, padahal Tuhan yang menciptakan mereka meminta supaya mereka merawat ruhnya untuk menggapai kesucian dan kemuliaan setinggi-tingginya, dan hakekat penciptaan manusia telah ditunjuknya yaitu untuk menggapai kesucian dan kemuliaan ruh. Dari itu kalau kita membaca kembali firman-firman Tuhan banyak ayat yang menyatakan pengecaman terhadap mereka yang lalai dan mengotori jiwanya dan sebaliknya memuji mereka yang menjaga dan membersihkan jiwanya, bahkan dinyatakannya sebagai yang telah sukses menempuh kehidupan dunianya.</h4>
<h4 style="text-align:justify;">Sebenarnya kalaui ia mendengar kata-kata ruh sebagai pengendali jasadnya itu, ruh menilai jasad mempunyai kebutuhan yang terbatas, setiap hari dia hanya menuntut beberapa ukuran kalori, protein, karbohidrat, vitamin, air dll  yang sudah terkemas dalam beberapa jenis makanan saja, menurut kajian kedokteran ukuran makanan empat sehat lima sempurna itu sudah cukup menjamin kesehatan jasad manusia untuk setiap harinya, Apa lagi udara sebagai kebutuhan paling vital manusia, didapatinya secara cuma-cuma dari Sang Pencipta kehidupan.</h4>
<h4 style="text-align:justify;">Demikian juga kebutuhan pakaian, kalau diatur dengan baik, tujuh helai baju mengikuti jumlah hari dalam seminggu, tujuh helai celana, atau tuju helai setiap jenis pakaian yang dibutuhkan disetiap hari dalam seminggu ditambah satu dua pakaian2 khusus untuk bertamu, menghadiri undangan2, uniform, sepatu dan sandal paling tinggi masing2 dua pasang untuk masa pakai hingga rusaknya, alat-alat kebersihan pribadi; satu brash gigi yang bisa ditukar setiap enam bulan sekali, satu pasta gigi, satu sabun mandi, satu shampoo, satu parfum, dan seterusnya anda dapat memilikinya satu-satu hingga masa habis penggunaannya, ditambah dengan alat-alat keperluan sekolah, kantor dan apapun profesi Anda dan membutuhkan fasilitas2 penting yang menunjang kelancaran aktivitas hidup Anda, cukup memilikinya sesuai kebutuhan yang benar-benar akan diambil kemanfaatan darinya dan hitungan diatas dianggap secara maksimal bagi kebutuhan hidup Anda, tentunya jika lebih dari contoh diatas, itu akan menandakan Anda sedang berada pada kondisi berlebihan-lebihan dari kadar penggunaannya sehingga berimbas pada kemubaziran, demikian juga perumahan yang ditata dengan baik sesuai kebutuhan untuk kenyamanan hidup tampa harus memperlihatkan kemewahan dan kemegahannya yang menjurus kepada pemborosan, foya-foya dan tafakhur (berbangga-bangga dengannya dihadapan manusia yang lain) yang berakhir dengan berbagai kegelisahan, stres dan ketidak bahagiaan, tetapi perumahan yang mencerminkan kesderhanaan, lengkap, bersih dan rapi justru dapat memberi kesan bahagia dan nyaman bagi penghuninya, sudah pasti untuk mendapatkan kondisi kehidupan yang nyaman dan bahagia manusia harus memperhatikan kebutuhan Ruhnya melebihi perhatiannya kepada jasadnya kalau tidak maka manusia akan tergiring pada satu kondisi merugi karena ia mengabaikan kebutuhan Ruhnya; Sungguh benar kata-kata Tuhan dengan firmanNya: &#8221;Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi kecuali mereka yang saling menasehati dengan kebenaran dan kesabaran&#8221;. Manusia yang cenderung memperhatikan kebutuhan Ruhnya akan lebih beruntung ketimbang yang over memperhatikan kebutuhan jasadnya kenapa demikian karena ruh cenderung meminta hal-hal yang bersifat kemuliaan, Ia cenderung untuk memiliki Ilmu yang bermanfaat, kesabaran, keberanian menegakan dan menuntut kebenaran, Ruh mempunyai daya juang yang lebih luas dari jasad, Ruh memiliki tuntutan yang lebih banyak, jlimet dan lebih membutuhkan ketelitian dan seksama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.</h4>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umfat.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umfat.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umfat.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umfat.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umfat.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umfat.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umfat.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umfat.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umfat.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umfat.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umfat.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umfat.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umfat.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umfat.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=154&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umfat.wordpress.com/2008/12/06/terapi-ramadhan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a2bcd763ac62abbf3e326d42c9dae8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umfat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TITIAN MUSLIMAH MENUJU KESEMPURNAANNYA 2</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com/2008/04/21/titian-muslimah-menuju-kesempurnaannya-2/</link>
		<comments>http://umfat.wordpress.com/2008/04/21/titian-muslimah-menuju-kesempurnaannya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 05:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umfat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bina Insan]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah hakekat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umfat.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[WANITA ANTARA ILMU, KARIR DAN PERJUANGAN (2)  TUJUAN BELAJAR BAGI WANITA  Pembahasan ini dimulai dengan satu pertanyaan : Kenapa wanita belajar ?. Ada beberapa sebab yang disebutkan oleh Al-Imam Al-Khamenei khafidzhullah  yang menjadikan belajar bagi wanita sebagai perkara yang penting dan harus  ditekuninya:   1.Untuk memiliki pengenalan ;   Memiliki pengenalan dengan sendirinya adalah sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=180&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span><span style="font-family:Times New Roman;">WANITA ANTARA ILMU, KARIR DAN PERJUANGAN (2)</span></span></strong><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong></strong><span style="font-size:22pt;color:#008000;"><span style="font-family:Times New Roman;">TUJUAN BELAJAR BAGI WANITA</span></span><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">Pembahasan ini dimulai dengan satu pertanyaan : Kenapa wanita belajar ?.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Ada beberapa sebab yang disebutkan oleh Al-Imam Al-Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">khafidzhullah </span><span><span> </span>yang menjadikan belajar bagi wanita sebagai perkara yang penting dan harus<span>  </span>ditekuninya:<span id="more-180"></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">1.<strong>Untuk memiliki pengenalan</strong> ;</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">Memiliki pengenalan dengan sendirinya adalah sebagai perkara yang harus dituntut, karena ilmu adalah satu kesempurnaan dan keberadaannya diperlukan bagi semua manusia.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Al-Imam Al-Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">hafidzahullah</span><span> berkata:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><em><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Saya menekankan bagi kalian wahai para wanita muslim dan beriman yang hadir di hari ini, jika ada diantara kalian yang belajar maka belajarlah dengan sungguh-sungguh, namun belajar bukan sebagai langkah awal untuk mendapatkan karir saja, bukan karena untuk mendapatkan pekerjaan dan mencari harta. Sungguh belajarnya wanita adalah perkara penting untuk tujuan mendapatkan pengenalan, tujuan penting inilah yang dapat mengangkat pertumbuhan daya fikir, sedangkan berkarir itu akan datang pada tingkatan yang kedua”. </span></span></em><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">2. <strong>Sebagai langkah Awal untuk mendapatkan pekerjaan;</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">Betul, bahwa wanita secara langsung tidak dibebani tugas menyediakan suapan nafkah untuk keluarganya, tetapi ini tidak berarti mencegahnya dari berkarir, dan tidak juga berarti bahwa berkarir tidak memiliki manfaat dan tidak penting bagi wanita<em> </em>(kami akan mengemukakannya pada bahasan yang akan datang. InsyaAllah). Dan ilmu sebagai langkah awal yang diperlukan untuk pekerjaan telah disinggung oleh Al-Iman pada kalimatnya diatas.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">3. <strong>Untuk mendewasakan masyarakat;</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">Bisa dikatakan sebagai paling minimnya perkiraan –jumlah wanita adalah separoh dari seluruh jumlah masyarakat-. Ketika wanita belajar ini berarti kita telah menyelamatkan setengah dari jumlah masyarakat dari kegelapan kebodohan menuju cahaya ilmu, dan perkara ini tidaklah sia-sia untuk pertumbuhan kedewasaan masyarakat, dengan itu akan terlipat gandakan kemampuan masyarakat pelajar, dan dengan demikian akan terwujudlah kemudahan dalam penggunaan tenaga guru, dan meyakinkan kita terhadap kemampuan yang cukup untuk kepentingan pembelajaran.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Berkata Al-Imam Al-Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">hafidzahullah </span><span>:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><em><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Suatu masyarakat yang didalamnya terdapat wanita dan prianya belajar, maka jumlah para pelajar dalam masyarakat itu akan memjadi berlipat ganda dari jumlah pelajar dalam masyarakat yang pelajarnya hanya kaum prianya saja. Dan ketika dalam suatu masyarakat terdapat kaum wanita juga belajar, maka jumlah para pengajar wanita juga akan berlipat ganda dari manyarakat yang hanya kaum prianya saja yang belajar sehingga jumlah gurupun akan berlipat ganda dari masyarakat yang hanya kaum prianya saja yang menjadi guru”. </span></span></em><em><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">Dan selanjutnya beliau berkata :</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><em><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Dapat kita ajukan sebagai contoh, jika masyarakat kita memiliki jumlah 50 juta manusia, dan dari jumlah itu terdapat 30 atau 35 juta manusia yang dapat memberi hasil untuk bangsa dan negara ini, maka suatu perkara yang alamiah separoh dari jumlah itu adalah jumlah kaum wanita, maka apakah bukan perkara yang dapat diterima aqal lalu kita lupakan dengan mudah bahwasannya wanita adalah sebagian dari sumber daya manusia yang besar ini?,<span>  </span>dan apakah masuk aqal kalau kita mengabaikan tambang Tuhan yang berharga ini yang terdapat dalam keberadaan kaum wanita? Dari itu haruslah terdapat tokoh-tokoh ilmuan dari kalangan mereka”.</span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">4<strong>. Untuk menyelesaikan berbagai problem;</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">Sungguh banyak problem masyarakat dan khususnya problem kaum wanita yang disebabkan oleh kehampaan atau sedikitnya ilmu-pengetahuan, jika kita mengajarkan kaum wanita dalam bentuk yang baik dan tepat, maka sungguh akan banyak dari problem ini akan dapat diselesaikan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Berkata Al-Iman Al-Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">hafidzahullah</span><span> :</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><em><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Mendorong wanita untuk belajar, memberi keberanian kepada para gadis untuk menempuh pembelajaran yang tinggi, menyiapkan keamanan dan kemudahan fasilitas untuk mereka memasuki pusat-pusat perguruan tinggi melalui jalan yang dilindungi oleh perundang-undangan, akan dapat memudahkan menyelesaikan berbagai problem”.</span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">5. Meninggikan harga <em>jauhar</em> / jati manusia :</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Berkata Al-Imam Al-Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">hafidzahullah</span><span> :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span>“Sungguh jauhar kemanusiaan wanita dan pria adalah mulia, dan ketika keduanya menuntut ilmu dan hikmat, maka keduanya akan berusaha menuju pertambahan kejelasan dan kecemerlangan jauhar itu, ketika wanita mencapai ketinggian ilmu tetapi ia melupakan jauhar kemanusiaannya maka ilmu tidak memberi arti baginya dan ia mengecilkan kehormatan jauhar kemanusiaannya, maka penghargaan apa yang dapat dimilikinya? Sungguh jauhar kemanusiaan seharusnya berkembang disisi wanita dan pria karena masalah itulah yang berharga</span></em><em><span style="font-size:12pt;">”.</span></em><span style="font-size:12pt;">(Terjemahah IM/UI).</span></span><em><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em></em><strong><span style="font-size:22pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">BIDANG BELAJAR YANG UTAMA BAGI</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:22pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">WANITA</span> </span></strong><strong><span style="font-size:22pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">Tidak diragukan lagi bahwasannya ilmu memiliki cabang yang banyak dan lapangan yang sangat luas, apakah belajar bagi wanita diharuskan dalam kesemua cabang dan lapangannya ataukah yang lebih utama untuk diperhatikan darinya seperti bidang medikal perobatan/kedokteran, (dalam penjelasan berikut menjadi jelas adanya).</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><strong><span><span style="font-family:Times New Roman;">Apa sajakah bidang ilmu yang lebih utama untuk ditekuni oleh mereka?:</span></span></strong><strong><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';">     </span></span></span></strong><span dir="ltr"><strong><span>Belajar membaca dan menulis :</span></strong></span></span><strong><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">Pada marhalah awal semestinyalah perkara penting diajarkan kepada wanita yaitu membaca dan menulis, karena ini adalah bab yang paling asas yang mengantarkan kemampuan untuk merakit jiwanya sebagai berkondisi berilmu dan melangkah menuju tingkatan-tingkatan ilmu selanjutnya.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Berkata Al-Imam Al-Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">hafidzahullah</span><span> :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><em><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Sesungguhnya dari perkara yang sangat asasi, adalah pembelajaran wanita untuk bisa membaca dan menulis, dan dari tindakan yang sangat penting adalah membela wanita untuk melangsungkan pembelajarannya dan menemukan cara yang profesional untuk menjadikan wanita lihai menekuni pembelajarannya didalam rumah-rumah mereka. Namun patut disayangkan bahwa wanita-wanita kita banyak yang tidak suka untuk menekuni pembelajaran, ribuan kitab yang disadurkan dipasar-pasar dan beredar tampa dipelajari oleh mereka. Kitab-kitab ini memberikan nilai tambah untuk pengenalan terhadap kemanusiaan, mencerahkan akal untuk memahami keutamaan dan berfikir yang labih baik dan menemukan pengetahuan yang labih banyak dan menjadikan mereka menempati kedudukan yang lebih utama dan lebih selamat”. </span></span></em><em><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian beliau berkata juga:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><em><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Hendaknya para orang tua mengijinkan putri-putri mereka untuk sekolah dan menekuni pembelajaran, menulis dan membaca, dan jika mereka tekuni pengetahuan agama dan kemanusiaan maka pikiran dan akal mereka akan menjadi kuat danpenuh gairah dan ini adalah perkara yang penting sekali”.</span></span></em><em><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 0 0 36pt;"><em></em><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';">     </span></span></span></strong><span dir="ltr"><strong><span>Belajar cara-cara menangani keluarga :</span></strong></span></span><strong><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Berkata Al-Imam Al-Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">hafidzahullah</span><span> :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><em><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Dari perkara lain yang sangat penting adalah mengajarkan mereka tentang cara-cara yang benar dalam menangani urusan dalam rumah tangga, yaitu bagaimana berprilaku dengan suami dan anak-anak, walaupun dikalangan kita terdapat wanita-wanita yang baik yang memiliki kesabaran, kemaafan dan berbudi pekerti, akan tetapi mereka tidak mengetahui cara-cara yang tepat untuk berprilaku dengan suami dan anak-anak. Ajarkanlah mereka tentang tata cara yang ilmiah dan perkara yang sudah diperkenalkan sebagai hasil pengalaman kemanusiaan yang berlaku hari demi hari, sehingga mencapai marhalah yang lebih baik. Dan memungkinkan bagi mereka untuk memperbincangkan pengalaman yang lebih baik itu, dan hendaknya mereka menemukan cara yang sesuai untuk mencerdaskan kaum wanita terhadap masalah ini”. </span></span></em><em><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 0 0 36pt;"><em></em><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';">     </span></span></span></strong><span dir="ltr"><strong><span>Belajar ilmu pengobatan :</span></strong></span></span><strong><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Dari perkara yang dianggap penting oleh Sayyidul-Qa’id </span><span style="font-size:8pt;">hfz</span><span> dan menekankan untuk menekuninya adalah Ilmu pengobatan dan belajarnya wanita mengenai ilmu ini adalah dapat menutup kekosongan yang ada di dalamnya.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Demikian Al-Imam Al-Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">hafidzahullah<span>  </span></span><span>berkata: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><em><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Saya menunjukan disini kepada pentingnya provesianalitas khusus bagi wanita dalam semua perkara ilmu kedokteran dan wanita jangan hanya puas dengan menguasai perihal kedokteran mengenai kewanitaan saja, karena selama kita mempunyai keyakinan kepada pentingnya keberadaan jarak dalam hubungan dan pergaulan kemasyarakatan antara pria dan wanita, tentunya kita akan menekankan pemisahan percampuran bebas antara wanita dan pria, dan kita mempunyai kepercayaan dengan keberadaan hijab dengan maknanya yang nyata dan sempurna; tentunya kita tidak mungkin dapat mengabaikan masalah pengobatan yakni sungguh kita membutuhkan adanya dokter-dokter wanita sebagaimana dengan sendirinya terjadi kebutuhan ini terhadap adanya dokter-dokter pria, sehingga kaum wanita dapat mengkonsultasikan segala prihal masalah pengobatan yang diinginkannya sekalipun yang paling detail dan khas, tidak ada alasan untuk bersentuhan terhadap adanya jarak ini bagi wanita dan pria, oleh karenanya menjadi kemestian bagi kita untuk menyusun strategi yang memungkinkan bagi para wanita mengkonsultasikan diri kepada dokter wanita dengan tampa samgkalan, bukan kepada dokter pria.</span></span></em><em><span><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Sebagian kaum wanita berkepercayaan bahwa semestinya bagi kaum wanita untuk mempelajari provesionalitas kedokteran mengenai kewanitaan saja, sehingga mereka kekal dalam spesialisasi yang terbatas yaitu berkisar masalah pesakit kehamilan dan kelahiran, sedangkan perkaranya tidak hanya demikian, hendaknya wanita dapat mempelajari semua macam dan cabang-cabang spesialisasi kedokteran seperti : Hati dan seluruh penyakit dalaman dan emosianal manusia. Sungguh yang demikian itu wajib atas mereka, dan itu tanggungjawab wanita lebih besar dari kaum pria dalam kenyataan sekarang ini. Maka masayarakat kita sangat membutuhkan untuk mempelajari cabang ilmu yang beraneka yang dibutuhkan dalam pembangunan masyarakat”</span></span></em><span><span style="font-family:Times New Roman;"> .</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh karenanya belajar cabang-cabang ilmu kedokteran adalah kewajiban dan tugas wanita yang lebih besar dari kaum pria, sehingga mereka dapat mengentaskan kebutuhan kaum wanita untuk pengobatan dan berkonsultasi dengan dokter laki-laki, maka dengan adanya para dokter wanita yang menguasai seluruh cabang kedokteran dengan jumlah yang memadai untuk melayani masyarakat tentunya tidak diragukan hal ini sebagai perkhidmatan dalam memenuhi tujuan-tujuan Islam.</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';">     </span></span></span></strong><span dir="ltr"><strong><span>Belajar berbagai cabang keilmuan:</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span> </span>Demikian Al-Imam Al-Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">hafidzahullah<span>  </span></span><span>berkata : </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><em><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Usaha kaum wanita kepada keberanian dan kebangkitan kelompok mereka dengan potensialitas mereka dalam menekuni berbagai bidang keilmuan, maka sungguh hal ini membantu mewujutkan cita-cita revolusi, negara dan manusia berupa kebutuhan kepada perkhidmatan mereka, sebagaimana Revolusi, negara dan manusia membutuhkan kepada ketepatan prilaku dan tata cara wanita yang respek terhadap agama”. </span></span></em><em><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Dan beliau </span><span style="font-size:8pt;">hfz</span><span> menambahkan :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><em><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Sesungguhnya ilmu adalah perkara yang sangat mulia sekali, dan sungguh saya menekankan agar kaum wanita yang ada dalam masyarakat kita untuk <span> </span>mempelajari seluruh cabang keilmuan. Dalam pertemuan yang lalu setahun atau dua tahun yang lalu telah saya tekankan atas keutamaan cabang-cabang Ilmu kedokteran, demikian karena ilmu kedokteran adalah kepentingan yang tunai dan segera bagi kita, bahkan wajib bagi wanita untuk menerima semua cabang spesialisasinya dan memberikan hasil usaha mereka”.</span></span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em></em><em><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';">     </span></span></span></strong><span dir="ltr"><strong><span>Belajar tentang pandangan Islam mengenai kaum wanita dan spekulasinya yang diinginkan :</span></strong></span></span><strong><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong><strong><span><span style="font-family:Times New Roman;">Beliau hfz berkata :</span></span></strong><strong><span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">“Wajib bagi wanita dengan sendirinya untuk mengenal sebelum yang lainnya mengenai kedudukan diri mereka secara Islami dan membelanya. Wajib bagi wanita untuk mengenal apa itu hukum Allah, Quran dan Islam mengenai premis-premisnya, dan apa yang dikehendaki olehnya, ketentuan tanggungjawabnya atas mereka. Wajib atas wanita untuk mengimani apa yang dikatakan oleh Islam dan apa yang diinginkan olehnya dan hendaknya wanita mengadakan pembelaan terhadapnya. Karena jika wanita tidak melakukan hal demikian maka orang-orang yang tidak respek terhadap segala agama akan menyempatkan diri untuk menganiaya kaum wanita, sebagaimana keadaan yang terjadi di dunia Barat di hari ini, BERSAMBUNG.</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/umfat.wordpress.com/180/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/umfat.wordpress.com/180/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umfat.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umfat.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umfat.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umfat.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umfat.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umfat.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umfat.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umfat.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umfat.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umfat.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umfat.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umfat.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umfat.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umfat.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=180&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umfat.wordpress.com/2008/04/21/titian-muslimah-menuju-kesempurnaannya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a2bcd763ac62abbf3e326d42c9dae8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umfat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NIKAH MUT&#8217;AH SEBUAH ALTERNATIF MENGHINDARI BERPACARAN YANG IDENTIK MENDEKATI ZINA ITU</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com/2008/04/21/nikah-mutah-sebuah-alternatif-menghindari-berpacaran-yang-identik-mendekati-zina-itu/</link>
		<comments>http://umfat.wordpress.com/2008/04/21/nikah-mutah-sebuah-alternatif-menghindari-berpacaran-yang-identik-mendekati-zina-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 04:54:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umfat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bina Insan]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah hakekat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umfat.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[DUA BENTUK PERNIKAHANDALAM SYARIAT ISLAM(MENURUT KAJIAN SYIAH)   Telah ditegakan syariat perkawinan dalam Islam keatas dua bentuk :  1.    Nikah Da’im (Tetap, tidak punya batas waktu), ianya sebagai pernikahan yang diutamakan oleh ajaran Islam dan ia merupakan garis panduan pertama yang di syariatkan Islam dalam bab perkawinan.  2.    Nikah Muwaqat atau dikenal dengan nikah mut’ah (Temporary, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=181&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">DUA BENTUK PERNIKAHAN</span></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">DALAM </span></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">SYARIAT ISLAM</span></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">(MENURUT KAJIAN SYIAH)</span></span></strong><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Telah ditegakan syariat perkawinan dalam Islam keatas dua bentuk :</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';">    </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:16pt;">Nikah Da’im</span></em></strong></span><em><span style="font-size:16pt;"> </span></em><span style="font-size:16pt;">(Tetap, tidak punya batas waktu), ianya sebagai pernikahan yang diutamakan oleh ajaran Islam dan ia merupakan garis panduan pertama yang di syariatkan Islam dalam bab perkawinan.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';">    </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:16pt;">Nikah Muwaqat</span></em></strong></span><strong><span style="font-size:16pt;"> atau dikenal dengan nikah <em>mut’ah</em> </span></strong><span style="font-size:16pt;">(Temporary, mempunyai batas waktu), ianya sebagai pernikahan yang dilambangkan sebagai bendera pengamanan yang melindungi masyarakat dari terjerumus kelembah kehinaan perzinahan, pernikahan ini dilakukan ketika kondisi tidak memungkinkan untuk menjalankan pernikahan <em>Da’im</em> bagi seseorang dikarenakan berbagai hal yang sesuai dengan tuntunan syariat, atau seseorang dianggap memungkinkan untuk dapat melakukan kawin <em>Da’im</em> tetapi karena alasan yang <em>ma’kul</em> dan sesuai dengan <em>syariat</em> yang menuntutnya untuk menjalankan nikah secara <em>muwaqat</em>.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> <span id="more-181"></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sesungguhnya penikahan <em>muwaqat</em> mempunyai beberapa persamaan dengan perkawinan <em>Da’im</em> dari segi menjadikan halalnya<span>  </span>penyaluran syahwat bagi mereka yang melakukan perkawinannya dengan salah-satu dari kedua bentuk perkawinan ini sebagai jalan penyaluran syahwat yang dihalalkan oleh Allah swt. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian juga dalam penjagaan nasab-keturunan juga sama dengan nikah <em>Da’im</em>, artinya dengan nikah <em>mut’ah</em> silsilah keturunan tetap bisa dijaga dari percampurannya. Demikian juga nikah <em>mut’ah</em> tetap memberi kesan keterjagaan <em>iffat</em>/moral dan kehormatan dalam masyarakat, demikian juga dalam segi tata-cara pelaksanaannya yang memerlukan kepada <em>aqad nikah</em>, <em>mahar</em>, <em>iddah</em> dan ia juga akan berakhir dengan adanya hukum waris-mewarisi dan pemberian nafqah kepada sang anak. walaupun perbedaannya terletak pada penyebutan batas waktu berlakunya pernikahan dan pernikahan muwaqat juga tidak akan berakhir dengan adanya hukum waris-mewarisi bagi suami/Istri dan tidak ada kewajiban bagi suami untuk memberi nafqah kepada istri.</span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bentuk pernikahan <em>Mut’ah</em> adalah bentuk pernikahan yang ditetapkan oleh Allah swt dengan <em>nash</em> Quran-Nya yang agung dan sunnah Nabi-Nya yang mulia<span>  </span>saww, dan tidak ada seorang muslim-pun yang menentang keberadaan pentasyriannya di jaman Rasulullah saww. Dan adapun yang menyebabkan munculnya ikhtilaf sehingga sebagian dari kaum muslimin menganggapnya tertolak untuk dilakukan oleh mereka adalah karena khalifah kedua Umar bin Khatab pernah melarangnya dan mengancam mereka yang melakukannya dengan menjatuhkan<span>  </span>hukuman, dari itu hukum haram nikah mut’ah diperuntukan bagi mereka yang mengikuti mazhab <em>khulafa’</em> (Umar bin Khatab) yang menganggap hujjah segala perbuatan dan ucapan para sahabat Nabi saww, oleh itu mereka menganggap perkataan Khalifah Umar itu berkedudukan sebagai menasakhkan / menghapus / menggantikan hukum kebolehan nikah Mut’ah yang pada hakekatnya mempunyai hukum perbolehan secara nash Qurani yang kuat, yang mana Quran dan Nabi sendiri tidak pernah mengeluarkan hukum nasikh/penghapusannya. </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">NIKAH MUT’AH </span></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">DALAM </span></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">KITABULLAHIL-MAJIID </span></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">dan </span></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">SUNNAH RASULILLAH SAWW</span></span></strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Telah dapat dipahami bersama oleh seluruh kaum muslimin bahawa Allah swt telah mensyariatkan nikah ini dalam agama Islam, dan bagi para ulama dari berbagai mazhab Islam tidak ada ikhtilaf dalam perkara ini, bahkan mereka mengakui nikah mut’ah sudah diasaskan dalam syariat Islam sebagai perkara yang dharuri/penting sekali.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian perkara nikah Mut’ah ini termaktub dalam kitab suci Allah swt dan dalam hadits Rasulillah saww yang mulia, baik berdasarkan periwayatan dari kalangan yang mengakui menolak nikah mut’ah, kita akan mengkajinya kembali.</span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Adapun dalil nash Quran mengenai nikah Mut’ah demikian Allah swt berfirman :</span></span></p>
<h2><span style="font-size:14pt;"> </span><span style="font-size:26pt;" dir="rtl">وَأُحِلَّ لَکُم مَّا وَرَآءَ ذَالِکُم أَن</span><span style="font-size:26pt;" dir="rtl"> تَبتَغُوا بِأَموَالِکُم مُحصِنِینَ غَیرَ مُسَافِحِینَ فَمَا استَمتَعتُم بِهِ مِنهُنَّ فَآتُوهُنَّ اُجُورَهُنَّ فَرِیضُةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَیکُم فِیمَا تَرَاضَیتُم بِهِ مِن بَعدِ الفَرِیضَةِ إِنَّ اللهَ کَانَ عَلِیماً حَکِیماً.</span></h2>
<p style="text-align:center;"><strong></strong><strong><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Dan telah dihalalkan bagi kalian laki-laki (selain dari wanita-wanita yang diharamkan bagi kalian yang sudah disebutkan dalam ayat sebelumnya), untuk meminta/mendapati wanita lain dengan menggunakan harta-kalian sedang kalian-pun harus menjaga kehormatan dan tidak melakukan perzinaan, maka wanita yang telah kalian mut’ahkan itu hendaknya kalian berikan maharnya sebagai kewajiban yang mesti ditunaikan, dan tidak ada dosa bagi kalian setelah bersepakat bersama terhadap mahar tertentu untuk menentukan/membatasi masa berlakunya aqad atau untuk menambah atau mengurangi mahar itu (dalam apa yang kalian saling suka-sama suka/saling ridho), tentunya Allah Maha mengetahui dan Maha Bijaksana”.</span></span></em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em></em></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;">Quran/An-Nisa’/24.</span></span><strong><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;">Adapun dalam penjelasan kitab-kitab tafsir dan musnad hadist menyebutkan bacaan kalimat</span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl">:</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:18pt;" dir="rtl">اِلَی أَجَلٍ مُسُمَّی</span></span><span style="font-size:18pt;" dir="rtl"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:18pt;"><span> </span></span><strong><span style="font-size:18pt;" dir="rtl">فَمَا استَمتَعتُم بِهِ مِنهُنَّ</span></strong><strong><span style="font-size:18pt;"> </span></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong><strong></strong></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;">yang berarti : </span><strong><em><span style="font-size:16pt;">maka wanita yang telah kalian mut’ahkan</span></em></strong><em><span style="font-size:16pt;"> <span style="text-decoration:underline;">hingga batas waktu yang ditentukan</span></span></em><span style="font-size:16pt;">, </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;">Hal ini menurut mereka menunjukan ayat itu sedang membicarakan prihal nikah Muta’ah bukan nikah <em>Da’im</em>, demikian Ubai bin Ka’ab, Ibnu Abbas, Sa’id bin Jubair, Ibnu Mas’ud (para sahabat Nabi saww) membacanya, dan hal ini telah dinukilkan oleh Thabari dalam kitab <em>Tafsir Kabir</em>nya dalam mentafsirkan ayat tersebut, demikian juga Zamakhsyari dalam kitab <em>Tafsir Kasyaf</em>nya menyampaikan perkara yang sama, Imam Ahmad bin Hambal pun menekankan yang demikian dalam <em>kitab Musnad</em>nya, Jalaludin Suyuthi dalam kitab <em>Durul-Manstur</em>nya dan banyak lagi kitab-kitab tafsir dan hadits yang menjelaskannya, yang pada kesempatan ini kita tidak dapat menukilkannya semua.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam kitab Tafsir <em>Kasyaf Zamakhsyari</em> juz 1/hlm 498-cetakan Beirut- menuliskan perkataan Ibnu Abbas : <em>“Sesungguhnya ayat Mut’ah tergolong ayat Muhkamah/mempunyai hukum yang jelas dan kuat dan bukan tergolong ayat yang dimansukhkan/yang dihapus hukumnya”. </em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dan dalam kitab <em>Bidayatul-Mujtahid</em> juz2/hlm58 menyebutkan perkataan Ibnu Abbas <em>: “Kami telah melakukan mut’ah di jaman kehidupan Rasulillah saww dan di jaman Abu Bakar dan setengah dari masa ke-khalifahan Umar Bin Khatab lalu Umar melarang manusia untuk melakukannya”.</em></span></span><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em></em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam kitab <em>Shahih Muslim</em> juz 4/hlm 131-menaqalkan dari Jabir yang berkata: <em>“Kami bermut’ah&#8230; di jaman Rasulillah saww dan di jaman Abi Bakar&#8230; kemudian Umar melarangnya &#8230;”.</em></span></span><em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em></em><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian juga dari Hakim dan Ibnu Juraih dan selain mereka berdua telah berkata <em>: “Ali alahi-salam telah bersabda : “Kalaulah Umar tidak melarang mut’ah maka tidak akan berlaku zina kecuali bagi orang yang hina-celaka atau pendek akalnya”, riwayat ini telah disebutkan dalam tafsir Tabari juz 5/9, Tafsir Razi 10/50, dan dalam tafsir Durul Mansur 2/140.</em></span></span><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dan banyak hadits yang diriwayatkan secara mutawatir menekankan bahawa ayat yang mulia menghalalkan nikah <em>Mut’ah</em> dan menunjukan ke-abadian syariat hukumnya. </span></span><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kita pada akhirnya dapat mengambil kesimpulan kebolehan hukum nikah Mut’ah masih berlaku lagi, tentunya banyak perkara yang mesti dikaji kembali untuk mendapatkan kesimpulan yang demikian bagi selain syiah.</span></span><span style="font-size:16pt;color:#ff0000;"><span style="font-family:Times New Roman;">(Perlulah Anda ketahui masih banyak perkara yang tidak sempat kami jelaskan pada kesempatan ini, olehnya kalau ada yang tidak jelas silakan merujuk kembali). Wassalam semoga bermanfaat untuk menambah makrifat).</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/umfat.wordpress.com/181/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/umfat.wordpress.com/181/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umfat.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umfat.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umfat.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umfat.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umfat.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umfat.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umfat.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umfat.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umfat.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umfat.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umfat.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umfat.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umfat.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umfat.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=181&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umfat.wordpress.com/2008/04/21/nikah-mutah-sebuah-alternatif-menghindari-berpacaran-yang-identik-mendekati-zina-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a2bcd763ac62abbf3e326d42c9dae8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umfat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2PERSATUAN BANGSA &amp; PENGOKOHAN KEBERSAMAAN ISLAM</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com/2008/04/15/2persatuan-bangsa-pengokohan-kebersamaan-islam/</link>
		<comments>http://umfat.wordpress.com/2008/04/15/2persatuan-bangsa-pengokohan-kebersamaan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 07:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umfat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umfat.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[PENCANANGANTAHUN 1386 HIJRIAH SYAMSIAHDENGAN NAMA “TAHUN PERSATUAN BANGSADANPENGOKOHAN KEBERSAMAANISLAM” (2) OlehRahbar Revolusioner Islam  Manusia normal dalam menyusun strategi kehidupan, terlebih bagi ia sebagai seorang big man atau pemimpin tertinggi negara dan umat setelah Imam suci Tuhan tentunya strategi yang disusun akan mempunyai bekas yang sangat penting dalam merubah cara hidup bangsa, negara dan umat dan akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=178&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">PENCANANGAN</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">TAHUN 1386 HIJRIAH SYAMSIAH</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">DENGAN NAMA</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;color:#008000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>“TAHUN PERSATUAN BANGSA</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;color:#008000;"><span style="font-family:Times New Roman;">DAN</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;color:#008000;"><span style="font-family:Times New Roman;">PENGOKOHAN KEBERSAMAAN</span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:14pt;color:#008000;">ISLAM” </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;color:#000000;">(2)</span></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh</span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em><span style="font-size:14pt;">Rahbar Revolusioner</span></em></strong><strong><span style="font-size:14pt;"> <em>Islam</em></span></strong></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;">Manusia normal dalam menyusun strategi kehidupan, terlebih bagi ia sebagai seorang <em>big man</em> atau pemimpin tertinggi negara dan umat setelah Imam suci Tuhan tentunya strategi yang disusun akan mempunyai bekas yang sangat penting dalam merubah cara hidup bangsa, negara dan umat dan akan mempunyai nilai sejarah kemanusiaan yang paling gemilang untuk dikenang sepanjang masa. Demikian Rahbar revolusioner Islam Sayyid Ali Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">hfd</span><span style="font-size:14pt;"> dalam mencanangkan tahun 1386 hs sebagai tahun yang bermotto <em>“Persatuan Bangsa dan Pengokohan Kebersamaan Islam”</em>.<span id="more-178"></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;">Strategi yang dicanangkannya sangat patut untuk disimak dan diindahkan dengan semangat patriotik dan persaudaraan umat Islam sebagai makna yang dapat di uraikan dalam butiran-butiran motto yang dicetuskannya untuk tahun 1386 hs ini, yang dapat menjadi wacana jihad pembangunan bangsa dan negara bahkan umat Islam diseluruh dunia.</span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Motto <em>“Persatuan Bangsa dan Pengokohan Kebersamaan Islam”</em> mempunyai dua sisi penting yang tergambar dalam dua butir stetmennya, satu sisi berkenaan dengan penggalan “Persatuan Bangsa” yang tentunya mengacu pada penggalakan pengokohan cinta tanah air dan patriotisme bangsa dalam pembelaan hak-hak bangsa dan negara serta dalam membangun kehidupan bersama dibawah tatanan kenegaraan yang berpertahanan penuh dinamis, sejahtera dan aman sentosa dan pada sisi kedua berkenaan dengan penggalan “Pengokohan Kebersamaan Islam” yang tentunya akan mengacu pada penggalakan pandangan kebersamaan yang mendunia bagi seluruh umat Islam sedunia untuk mengeratkan dan merapatkan derap barisannya untuk melangkah bersama menuju umat yang kuat, disegani dan bermartabat yang tinggi bersesuaian dengan nilai-nilai tinggi, suci dan mulia yang dimiliki oleh ajaran suci agama yang dipeluk bersama oleh mereka sebagai agama yang diridhoi oleh Tuhan seru sekalian alam.</span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;">Tentunya ketika motto ini didengungkan di atas sepetak tanah yang terletak di atas bumi Iran oleh seorang pemimpin kebangsaan yang urat nadinya berdenyut bersama dengan detak jantung rakyatnya, akan lebih dapat memautkan kesan yang mengakar dan mengentaskan berbagai krisis bangsa karena pacuan semangat persatuan bangsa sebagai kunci pembuka segala kesulitan,<span>  </span>tentunya dihadapan kesatuan bangsa tidak ada perkara yang sulit untuk diselesaikan terlebih lagi dengan adanya stetmen Ilahi lewat lisan Imam Musa bin Ja’far as yang berarti demikian: <em>“(Keberkatan Tuhan yang disebabkan oleh kebersamaan dalam menegakan hudud Ilahi lebih membawa manfaat dari pada turunnya hujan selama empat puluh hari”</em></span><em><span style="font-size:8pt;">(1)</span></em><span style="font-size:14pt;"> artinya bantuan dan inayah Ilahi berada dalam genggaman setiap person yang mengulurkan tangan untuk saling bersatu padu dalam menegakkan kebenaran. </span></span><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;">Bagi bangsa Iran penggalan pertama motto yaitu “Persatuan Bangsa”, tentunya memberi spirit kepada seluruh person manusia yang berkewargaan Negara Iran untuk melihat dirinya sebagai bagian dari warga Iran yang lain, persatuan bangsa memberi arti seluruh individu Iranian akan melebur dalam gelora<span>  </span>kewarga negaraan yang satu.</span></span><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian juga penggalan kedua motto, ketika dicetuskan oleh seorang pemimpin spiritual Islam, tentunya akan membias keseluruh kawasan Republik Islam terlebih dahulu sebagai sebuah tanah kedaulatan bangsa yang didalamnya tertegakan sistim yang berdasarkan undang-undang Islam murni Muhammadi sebagai yang dihidupkan kembali oleh gerakan revolusioner bangsa yang berkepemimpinan pada <em>wilayatul faqih</em>, yang tentunya juga akan membias keseluruh penjuruh dunia karena kedaulatan yang berdasarkan <em>wilayah faqih</em> adalah satu-satunya sistim yang mempunyai akar yang kokoh dalam ajaran Al-quran dan Sunnah rasul Muhammad saww, oleh karenanya biasan penerapan motto itu akan meminta kepada seluruh bangsa dan umat Islam untuk menerapkan mesej-mesej yang dikandung olehnya secara kompak dan sungguh-sungguh untuk mencapai kondisi perbaikan bagi suatu bangsa dan bagi satu umat. </span></span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian motto ini dicetuskan untuk peredaran masa sepajang tahun memang dapat dikatakan tepat sekali sebagai momentum gerakan kebangsaan dan keumatan bagi satu bangsa dan bagi satu umat, karena untuk mengejewantahkan mesej-mesejnya dalam jati diri bangsa dan umat cukup lempang dan dapat diharapkan untuk keberlanjutan penerapan seterusnya sepanjang masa selagi nyawa bangsa dan umat masih dikandung badannya, sebagai tonggak perjuangan menegakan nilai-nilai murni dan sakral bagi sebuah bangsa dan bagi suatu umat dan motto ini tentunya akan layak hidup sepanjang masa sebagai yang tercetus dari inti agama yang kekal, yang mengajarkan Persatuan dan kebersamaan derap langkah kaum muslimin adalah rumus kesejahteraan dan sumber kejayaan dunia Islam. </span></span><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan dan kebersamaan derap langkah dunia Islam adalah unsur penting dan syarat utama kesuksesan kaum muslimin dalam segala bidang, persatuan umat adalah berarti sehati dan bersatu dalam perkara-perkara asasi, persatuan umat adalah nihilnya pemecah-belah dan kemunafikan dalam diri mereka. Keamanan negara-negara Islam terletak dalam genggaman tangan dan langkah kebersamaan antara mereka.</span></span><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;"><span> </span>Untuk lebih jelasnya, penulis juga akan menyuguhkan langsung uraian dari beliau sendiri </span><span style="font-size:8pt;">hfd</span><span style="font-size:14pt;"> mengenai makna-makna yang termuat dalam kedua butiran itu, supaya kita dapat menalarkan secara seksama kandungannya. Demikian disinyalir dalam pidato beliau </span><span style="font-size:8pt;">hfd</span><span style="font-size:14pt;"> sebagai berikut: </span></span><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:14pt;">“Persatuan bangsa” yakni: keseragaman corak bangsa Iran*</span></em><span style="font-size:small;">* (</span><span style="font-size:14pt;">Menggunakan istilah bangsa Iran, disini hanya sebagai satu atribut bangsa yang dapat dijadikan contoh oleh bangsa-bangsa lain jadi ia dapat kita luaskan keberbagai bangsa yang lain disesuaikan dengan sikon dimana motto itu akan diterapkan- Jadi kita dapat menjelaskan persatuan bangsa untuk kalangan Indonesia yakni : “Keseragaman corak bangsa Indonesia”- penulis).</span><span><span style="font-size:small;">  </span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:14pt;">&#8220;Yakni persatuan bangsa tidak berarti seluruh rakyat mempunyai satu fikiran saja, yakni semua rakyat harus mempunyai kegemaran berpolitik dengan satu cara saja, tidak, persatuan bangsa tidak berarti semua rakyat menghendaki satu hal, satu pribadi, satu kelompok atau satu partai saja tetapi arti persatuan bangsa adalah ketiadaan perpecahan, kemunafikan, pertikaian dan sengketa antara satu sama lain, sekalipun dua kelompok dari segi kepercayaan agama mempunyai perbedaan, merekapun bisa memiliki persatuan, mereka bisa saling kerja sama, mereka bisa meninggalkan pertengkaran, salah satu penyebab terancamnya persatuan adalah dengan adanya berbagai ketidak jelasan atau syubhat yang dilemparkan secara rutin ke alam fikiran rakyat yang setiap orang dengan caranya masing-masing memahami syubhat tersebut, satu kelompok berada pada satu arah dan kelompok lain pada arah yang lain, percekcokan dan pertentangan yang tidak semestinya terjadi menjadi terjadi, dan yang pasti para musuh dalam semua masalah ini memboyong keuntungan dan kemungkinan besar mereka telah bergandeng-tangan dalam masalah ini baik secara sebahagian dari masalahnya atau</span></em><span style="font-size:14pt;"> <em>keseluruhannya,</em> <em>mereka menyengaja berurusan mencampurinya, hal ini kita tidak dapat mengabaikannya”. </em></span></span><em><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em></em><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dari itu Rahbar meminta kepada semua kelompok masyarakat dan dari semua rakyat, dari semua kalangan, pemuda dan umumnya bangsa Iran, dengan berkata: </span></span><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:14pt;">“Semoga Allah Taala meridhoi kalian, sungguh pada kenyataannya kalian senantiasa telah memainkan peranan yang terbaik dalam setiap kondisi, dari itu saya meminta dari kalian untuk tetap berhati-hati supaya tidak terjerat dalam tipuan musuh. Sekarang tidak ada keluhan dari masyarakat, keluhan hanya dimiliki oleh orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu terhadap fikiran masyarakat namun mereka terkadang tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya atau dikarenakan ketidak tahuannya, dari itu persatuan rakyat, kesatuan hati bangsa, penyatuan jiwa bangsa, saling mencintainya anggota manyarakat, kesepakatan rakyat mengenai pemerintahan Islam, terhadap ahkam suci Islam, dan kesepakatan rakyat mengenai UUD negara yang merupakan aplikasi dari ahkam Islam walaupun kita tidak menyatakan secara penuh namun paling besar berkesesuaian dengan ahkam Islam, dan semua inilah yang mengakseskan “Persatuan Bangsa” sebagai rukun pertama pembawa kesuksesan hidup berbangsa dalam segala bidang.</span></em><span style="font-size:14pt;"><span>  </span></span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:14pt;">Rukun kedua yang membawa keberhasilan bangsa dan umat adalah “Pengokohan Kebersamaan Islam” yakni : Bangsa-bangsa Islam hendaknya semua berjalan beriringan bersama satu sama lain, bangsa Iran hendaknya hubungan bilateralnya dengan bangsa-bangsa Islam semakin diperkuat. Kalau kita ingin motto ini dapat terbuktikan maka haruslah menopangkan diri pada asas-asas yang ada diantara kita yang mempunyai sisi kesamaan, jangan hanya kita terpekur dalam perkara-perkara cabang yang diperselisihkan”.</span></em><span style="font-size:8pt;">(2)</span><span style="font-size:14pt;"> </span></span><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">KATA-KATA HIKMAH</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">MENGENAI PERSATUAN BANGSA DAN UMAT</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Yang dicuplik dari </span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:14pt;">kata-kata Rahbar </span></strong><strong><span style="font-size:8pt;">hfd</span></strong><strong></strong></span><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan umat Islam lambang kekuatan dan kemuliaan mereka.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan Dunia Islam menjurus pada keberuntungan seluruh dunia Islam.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan Rakyat adalah tiada lain kecuali dari kasih-sayang Tuhan.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seluruh rakyat dan para pemimpin hendaknya<span>  </span>menjaga untuk diri mereka ni’mat persatuan.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Haji adalah manuver tertinggi kesatuan umat Islam.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pemilihan umum adalah aplikasi persatuan bangsa disuatu Negara.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan antara kaum muslimin dengan seratus dalil adalah suatu perkara yang wajib dan mungkin untuk terjadi.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan salah satu sebab tetap berkiprahnya rakyat dilapangan pembangunan bangsa dan umat.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bangsa dan pemerintah Iran mengajak bersatu bangsa-bangsa Islam.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hendaknya kaum muslimin melewatkan perpecahan untuk menuju penjabatan tangan persatuan kepada satu sama lain.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan keberkahan persatuan umat Islam sedunia segala kesulitan akan dapat diselesaikan.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan sebagai kesiapan melakukan tindakan-tindakan besar.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan adalah rahasia kejayaan kaum muslimin.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan adalah usul utama yang harus senantiasa ada bagi kita.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan akan meluaskan pandangan kaum muslimin.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan adalah titik cerah nasehat Imam Khumaini.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan rakyat dan pemimpin menyebabkan putus asanya musuh.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan akan menyelamatkan bangsa dan umat dari segala krisis.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Salah satu penyebab adanya keamanan Negara dan bangsa<span>  </span>adalah persatuan.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Persatuan adalah syarat utama menegakan kalimat Islam diatas pentas dunia.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nabi besar Muhammad saww adalah pusat penyatu umat Islam sedunia.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dan persatuan kalimat kaum muslimin adalah anjuran Kitab suci Al-Quran bagi mereka semua.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">NARA</span><span style="font-size:10pt;"> SUMBER </span></span><strong><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span><strong>1.</strong><span style="font-family:'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-weight:normal;font-size:10pt;">Tahdzib, Syekh Tussy juz 10, hlm 146 di cuplik dari<span>  </span>kitab : Guharhoi=Kodzimi- cehel hadits az Imam Musa kodzim as- Jawod Muhaditsi, hlm 53 hadits ke 32.</span></span><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span><strong>2.</strong><span style="font-family:'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;">web site : www.leader.ir </span></span></span><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/umfat.wordpress.com/178/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/umfat.wordpress.com/178/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umfat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umfat.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umfat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umfat.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umfat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umfat.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umfat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umfat.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umfat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umfat.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umfat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umfat.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umfat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umfat.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=178&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umfat.wordpress.com/2008/04/15/2persatuan-bangsa-pengokohan-kebersamaan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a2bcd763ac62abbf3e326d42c9dae8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umfat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERSATUAN BANGSA &amp; PENGOKOHAN KEBERSAMAAN ISLAM</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com/2008/03/17/persatuan-bangsa-pengokohan-kebersamaan-islam/</link>
		<comments>http://umfat.wordpress.com/2008/03/17/persatuan-bangsa-pengokohan-kebersamaan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 05:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umfat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bina Insan]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umfat.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[PENCANANGAN TAHUN 1386 HIJRIAH SYAMSIAH DENGAN NAMA “TAHUN PERSATUAN BANGSADANPENGOKOHAN KEBERSAMAANISLAM”  (1)OlehRahbar Revolusioner Islam Prolog Sejak media informasi Iran menayangkan kehadiran pemimpin spiritual Islam yang dikenal dengan sebutan Rahbar revolusioner Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei hafidzahulla, yang pada enam tahun terakhir setiap kali terjadi peralihan tahun baru Hijriah Syamsiah sebagai kalender perhitungan hari dan bulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=175&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><a title="Umat Islam patut bersyukur. berbangga dan menyatakan labaik kepada sambutan pemimpin tertinggi spritual yang dimiliki oleh mereka di jaman ini, setelah sekian tahun mereka terbengkalai tampa pemimpin, demikian ketika sistim kepemimpinan Islam dihidupkan kembali berkat revolusi Islam murni Muhammadi oleh pengikut setia Alquran dan sunnah Nabi besar Islam dari jalur Ahlul bait Rasulullah sendir, kemenangan Islam atas seluruh alam semakin dekat adanya, Insya Allah tapi dengan syarat Umat Islam seluruh Dunia Harus menunjukan persatuan dan kesatuannya dibawah satu kepemimpinan tinggi spritual yang emban oleh seorang faqih yang bertakwa, berilmu dan mengetahui polit dunia Islam dan musuh Islam.." href="http://umfat.files.wordpress.com/2008/03/9626_2471.jpg"><img src="http://umfat.files.wordpress.com/2008/03/9626_2471.thumbnail.jpg?w=480" alt="Umat Islam patut bersyukur. berbangga dan menyatakan labaik kepada sambutan pemimpin tertinggi spritual yang dimiliki oleh mereka di jaman ini, setelah sekian tahun mereka terbengkalai tampa pemimpin, demikian ketika sistim kepemimpinan Islam dihidupkan kembali berkat revolusi Islam murni Muhammadi oleh pengikut setia Alquran dan sunnah Nabi besar Islam dari jalur Ahlul bait Rasulullah sendir, kemenangan Islam atas seluruh alam semakin dekat adanya, Insya Allah tapi dengan syarat Umat Islam seluruh Dunia Harus menunjukan persatuan dan kesatuannya dibawah satu kepemimpinan tinggi spritual yang emban oleh seorang faqih yang bertakwa, berilmu dan mengetahui polit dunia Islam dan musuh Islam.." /></a></span></span></strong></p>
<p align="center"><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">PENCANANGAN </span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">TAHUN 1386 HIJRIAH SYAMSIAH </span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">DENGAN NAMA </span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;color:#008000;"><span style="font-family:Times New Roman;">“TAHUN PERSATUAN BANGSA</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;color:#008000;"><span style="font-family:Times New Roman;">DAN</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;color:#008000;"><span style="font-family:Times New Roman;">PENGOKOHAN KEBERSAMAAN</span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:14pt;color:#008000;">ISLAM”  </span></strong></span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong><strong><span style="font-size:14pt;color:#000000;">(1)</span></strong><strong></strong></span><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh</span></span></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em><span style="font-size:14pt;">Rahbar Revolusioner</span></em></strong><strong><span style="font-size:14pt;"> <em>Islam</em></span></strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span><strong><span style="font-size:20pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Prolog</span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;">Sejak media informasi Iran menayangkan kehadiran pemimpin spiritual Islam yang dikenal dengan sebutan Rahbar revolusioner Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei </span><span style="font-weight:normal;font-size:8pt;">hafidzahulla</span><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;">, yang pada enam tahun terakhir setiap kali terjadi peralihan tahun baru Hijriah Syamsiah sebagai kalender perhitungan hari dan bulan oleh rakyat Iran, beliau </span><span style="font-weight:normal;font-size:8pt;">hfd</span><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;"> mengucapkan kata sambutan dan sekaligus mencanangkan nama tahun sebagai mengiringi masuknya tahun-tahun tersebut, hal ini menambah nilai positif peringatan dan penyambutan tahun baru bagi rakyat Iran yang memuat nilai-nilai spiritual yang tinggi yang membawa pada arah yang tepat menuju tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh gerakan kebangsaan dan kehidupan bernegara dalam setiap putaran masa setahun bagi mereka. Demikain Rahbar sendiri menerangkan falsafah pemberian nama untuk setiap peralihan tahun dengan nama-nama yang memuat motto dan cita-cita gerakan pembangunan negara yang menekankan sisi fungsi arah juang dalam mengisi hari demi harinya seiring dengan nama yang dicanangkan untuknya, demikian beliau </span><span style="font-weight:normal;font-size:8pt;">hfd </span><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;">berkata :<span id="more-175"></span> </span></span><span style="font-weight:normal;font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;">“Adapun kita mencanangkan nama bagi setiap tahun itu tidak berarti hanya sebagai tindakan bermegah-megahan dalam merayakan masuknya tahun baru tetapi pencanangan ini akan menjadi slogan dan pilar perjuangan dan gerak bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam memulai tahun baru, tentunya hanya meletakan nama bukanlah perkara penting, tetapi yang penting dalam peletakan nama apabila dapat memberikan spirit bagi kita, rakyat dan para pemimpin yaitu dapat memacu semangat juang untuk mencapai cita-cita bangsa dan negara yang diinginkan bersama bahkan untuk mencapai apa yang semestinya kita harus mencapainya”</span></em><span style="font-weight:normal;font-size:8pt;">(1) </span><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;">.</span></span><span style="font-weight:normal;font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hitungan tahun Hijriah yang ditandai oleh peristiwa berhijrahnya Nabi besar Muhammad saww dari kota Makkah yang diliputi oleh kegelapan jahiliah menuju Kota Madinah yang dicemerlangkan penghuninya oleh cahaya Iman dan makrifat terhadap hakekat hidup manusia dan alam semesta yang bertumpu pada ajaran Tuhan Yang Esa sebagai <em>Mabda’</em> alam dan pemilik mutlak segala wujud yaitu zat yang maha berkuasa, Pengasih dan Penyayang yaitu Allah swt sebagai sumber hidup dan tempat kembalinya segala makhluk ciptaan-Nya, mempunyai dua cara perhitungan tahun yang keduanya diistilahkan sebagai tahun Islam, satu diantaranya disebut hitungan Qamariah yang didasari dengan hitungan lintasan bulan mengelilingi bumi, olehnya diistilahkan sebagai tahun <em>Hijriah Qamariah</em>, yang awalnya ditandai dengan hitungan satu <em>Muharram</em>, yang hingga sekarang sudah terhitung tahun 1429 Hijriah Qamariah.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;">Satu lagi hitungan Syamsiah yang didasari dengan hitungan lintasan bumi mengelilingi Matahari olehnya diistilahkan dengan tahun <em>Hijriah Syamsiah</em> yang awal tahunnya ditandai dengan hitungan satu <em>Farwardin</em>, dan hitungan tahun yang kedua ini biasanya digunakan oleh rakyat Iran dalam urusan kalender hari-hari mereka, yang hingga sekarang sudah terhitung tahun 1386 Hijriah Syamsiah</span><span style="font-weight:normal;font-size:8pt;">(2)</span><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;">.</span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;"><span> </span></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;"></span></span><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Di Iran walaupun secara tertulis dalam kalender perhitungan hari dan bulan, mereka menggunakan ketiga hitungan kalender yaitu ditambah dengan kalender hitungan tahun Miladi Masihi, namun yang menjadi primadona dalam perayaan tahun baru bagi mereka adalah tahun baru Hijriah Syamsiah, hitungan ini juga seiring dengan sikon alam empat musim yang ada meliputi kehidupan mereka dan buminya, sebagai sikon alam yang dimiliki oleh negara-negara yang berada dibelahan Asia tengah yang mempunyai empat musim (Semi, Gugur, Dingin dan Panas) dalam setiap putaran waktu setahunnya, yang setiap memasuki tahun baru seiring dengan masuknya musim semi, yang menyeruakan panorama indah tumbuh dan berkuncupnya dedaun pepohonan dan memekarnya bunga-bunga yang berwarna-warni menampakan pembaharuan wujud alam yang segar dan menyenangkan sekali.</span></span><span style="font-weight:normal;font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">MENGHAYATI ARTI TAHUN BARU </span></span></strong><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">DALAM </span></span></strong><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">MENGHAYATI NILAI-NILAI REVOLUSI<span>  </span>ISLAM</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p align="justify"><strong></strong><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;">Pencanangan nama tahun oleh seorang pemimpin revolusioner sejak enam tahun terakhir menunjukan langkah tepat telah dijalani untuk menghayati arti tahun baru dalam mengekalkan nilai-nilai juang revolusi Islam yang telah meraih kemenangannya sejak duapuluh sembilan tahun yang lalu. Dan sejak enam tahun terakhir nama-nama cemerlang mewarnai laluan tahun-tahun tersebut seperti tahun 1381 sebagai tahun <em>“Imam Ali as”</em> yaitu tahun<em> “Mengambil tauladan dari prilaku Alawiyin”</em>, tahun<span>  </span>1382 bernama<span>  </span>tahun<em> “Imam Husein as” </em>yaitu<em> </em>tahun<em> “Kemuliaan dan kebanggaan huseini”</em>, tahun 1383 bernama tahun<em> “Pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat”</em>, tahun 1384 bernama tahun<em> “Kebaktian nasional dan<span>  </span>gotong-royong secara umum”</em>, tahun 1385 bernama tahun<em> “Nabi besar Muhammad saww”</em>, dan tahun 1386 yang menjadi tumpuan pembahasan artikel ini adalah bernama tahun<em> “Persatuan Bangsa dan Pengokohan kebersamaan Islam”.</em></span><em><span style="font-size:8pt;">(3)</span></em><em><span style="font-size:14pt;"> </span></em></span><em><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p align="justify"><em></em><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;">Pencanangan nama yang baik dan memuat spirit hidup bagi setiap tahun oleh seorang pemimpin revolusioner Islam tentunya akan lebih memberi arti terhadap kisaran skon waktunya dengan penuh berkah mengiringi gerak juang revolusi Islam yang memberi warna dalam setiap gemingan harinya untuk menjadi baik dan lebih baik yang merentangkan kesadaran yang termuai sepanjang jaman sebagai tujuan utama penobatan nama-nama agung bagi tahun-demi tahun.</span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;"><span> </span></span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dentingan hari demi harinya telah menjurus pada satu derap mengungkap nilai-nilai tinggi yang termuat dalam makna yang dikandung oleh nama-nama agung tersebut, yang sudah pasti penghayatan nilai-nilainya tetap tidak akan dianggap cukup dalam masa setahun, namun pencanangan itu akan meminta keberlanjutan hingga berakhirnya jaman, karena muatan makna nama-namanya adalah nilai-nilai sakral yang diilhami oleh ajaran hakiki keabadian Islam yang sekaligus menjadi racian kesempurnaan Insani manusia. </span></span><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dari itu sangat disayangkan keteledoran manusia dalam mengisi hari-hari hidupnya sebagai kebiasaan yang terjadi pada kalangan lain seperti rakyat tanah air kita Indonesia dan di belahan Eropa dan di lain-lain tempat di kebanyakan negara yang ada di selaput bumi ini yang kita dapat melihat pada perayaan tahun baru bagi mereka, yang sudah menjadi kebiasaan terutama kalangan kaula mudanya, mereka menyambut tahun baru dengan tindakan-tindakan amoral, seperti peletupan mercun disana-sini, berkerumun dalam arena-arena discotik, bermabuk-mabukan dengan arak dan munculnya berbagai tindakan kriminal terutama dimalam tahun baru sudah tidak asing lagi bagi rakyat kita dan telah dapat dibuktikan bersama disetiap peralihan tahun baru Miladi. Tentunya prilaku dan budaya seperti ini bukan bingkisan ajaran Islam, dari itu sudah semestinya umat Islam bermawas diri untuk menyesuaikan prilakunya dengan apa yang diajarkan oleh Islam dalam menyambut peralihan tahun baru. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengambil contoh dari perilaku penyambutan tahun baru seperti yang ada di negri Iran tentunya akan membawa efek positif bagi perkembangan perbaikan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi umat Islam yang berada di negara-negara lain. Menyambutnya dengan membaca zdikir dan doa akhir tahun dan awal tahun yang dilakukan secara nasional akan tampak lebih syahdu dan penuh khidmat sekaligus merenungkan prilaku baik dan buruk sembari menginstrospeksi diri untuk menjadi lebih baik dalam mengisi tahun berikutnya adalah lebih memacu manusia untuk menemukan jati dirinya yang lebih sempurna pada masa yang akan datang dan mencanangkan nama khusus bagi setiap tahun baru akan lebih mengacu dan mematri langkah yang tepat untuk menuju apa yang dicita-citakan.</span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">NARA</span><span style="font-size:10pt;"> SUMBER </span></span><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">1. web site : www.leader.ir </span></span><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">2. Hingga artikel ini ditulis, 20 hari sebelum pergantian tahun 1387 hs.</span></span><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">3. Dalam<span>  </span>mottonya yang berbahasa Persia : </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/umfat.wordpress.com/175/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/umfat.wordpress.com/175/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umfat.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umfat.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umfat.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umfat.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umfat.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umfat.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umfat.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umfat.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umfat.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umfat.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umfat.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umfat.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umfat.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umfat.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=175&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umfat.wordpress.com/2008/03/17/persatuan-bangsa-pengokohan-kebersamaan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a2bcd763ac62abbf3e326d42c9dae8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umfat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://umfat.files.wordpress.com/2008/03/9626_2471.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Umat Islam patut bersyukur. berbangga dan menyatakan labaik kepada sambutan pemimpin tertinggi spritual yang dimiliki oleh mereka di jaman ini, setelah sekian tahun mereka terbengkalai tampa pemimpin, demikian ketika sistim kepemimpinan Islam dihidupkan kembali berkat revolusi Islam murni Muhammadi oleh pengikut setia Alquran dan sunnah Nabi besar Islam dari jalur Ahlul bait Rasulullah sendir, kemenangan Islam atas seluruh alam semakin dekat adanya, Insya Allah tapi dengan syarat Umat Islam seluruh Dunia Harus menunjukan persatuan dan kesatuannya dibawah satu kepemimpinan tinggi spritual yang emban oleh seorang faqih yang bertakwa, berilmu dan mengetahui polit dunia Islam dan musuh Islam..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KINI DUNIA ISLAM KEMBALI BANGKIT MENENTANG KECONGKAKAN DUNIA KAFIR</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com/2007/12/07/kini-dunia-islam-kembali-bangkit-menentang-kecongkakan-dunia-kafir/</link>
		<comments>http://umfat.wordpress.com/2007/12/07/kini-dunia-islam-kembali-bangkit-menentang-kecongkakan-dunia-kafir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 17:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umfat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umfat.wordpress.com/2007/12/07/kini-dunia-islam-kembali-bangkit-menentang-kecongkakan-dunia-kafir/</guid>
		<description><![CDATA[ ZIONIS JUGA RAGU MENUAI HASIL POSITIF KONFERENSI ANNAPOLIS. Para petinggi rezim Zionis mengaku konferensi di musim gugur Annapolis tidak akan memberi hasil bagi mereka dan usaha Amerika dalam pertemuan ini sia-sia belaka.  Menurut laporan pemberitaan Francis press dari Quds; “Uwigdor liberman” salah seorang mentri Israel pada malam hari Selasa pekan lalu berkenaan dengan keputusan positif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=173&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">ZIONIS JUGA RAGU MENUAI HASIL POSITIF KONFERENSI ANNAPOLIS.</span></span></strong></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Para petinggi rezim Zionis mengaku konferensi di musim gugur<em> Annapolis</em> tidak akan memberi hasil bagi mereka dan usaha Amerika dalam pertemuan ini sia-sia belaka. </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Menurut laporan pemberitaan <em>Francis press</em> dari <em>Quds; </em>“Uwigdor liberman”<em> </em>salah seorang mentri Israel pada malam hari Selasa pekan lalu berkenaan dengan keputusan positif konferensi musim gugur Annapolis dan kemungkinan akan dapat memetik hasil bagi rezim Zionis sebagai yang dapat disepakati oleh warga Palestina dan kerjasama dua arah sebelum berakhirnya tahun 2008 menyatakan ketidak yakinannya.</span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Liberman yang diwawancarai oleh televisi Israel berkata: “Tahun 2008 sebagai tahun ditetapkan dalam konfrensi Annapolis merupakan murni peragaan kata-kata dan <span> </span>menjalankan propaganda belaka. Penanda tanganan surat keputusan bersama antara PLO dan Israel pada tahun depan tidak memungkinkan dan<span>  </span>kemungkinannya mendekati Nol”.</span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">( Teleks Sida- wa- sima).</span></span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span><span style="font-family:Times New Roman;"> <span id="more-173"></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pengakuan Bultun terhadap kekalahan program Amerika di Iraq.</span></span></strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mantan wakil Amerika yang duduk di PBB mengakui kekalahan Program Amerika di Iraq. Menurut laporan pemberitaan <em>Mehr</em> hari selasa pekan lalu, Jhon Bultun mantan wakil Amerika di PBB dan salah seorang yang bersikeras membela kinerja Negri ini, dalam pembicaraannya dengan<span>  </span>jaringan televisi “BBC” mengaku, progrom dan siasat-siasat Amerika<span>  </span>di Iraq<span>  </span>belum dilaksanakan dengan betul, bahkan telah berhadapan dengan kekalahan. (Teleks Sida-wa-Sima).</span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">HASIL DARI SATU SENSUS :</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">MENURUNNYA IMPATI DENGAN BUSH DAN KEHENDAK RAKYAT AMERIKA UNTUK KEPULANGAN TENTARANYA DARI IRAQ</span></span></strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hasil satu keputusan sensus terakhir menunjukkan: Neraca impati kepada kepala Negara Amerika memiliki penurunan dan kebanyakan warga Amerika menghendaki kepulangan tentaranya dari Iraq.</span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Menurut cuplikan berita koran <em>Fanshal Times</em> ; Sensus terbaru pusat “PEW” menunjukan 54 % jumlah warga Amerika menghendaki supaya Pentagon (Departemen pertahanan Amerika) untuk memulangkan tentara ke tanah airnya sendiri; angka 53% telah dicapai pada sensus bulan Februari.</span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sebelum ini juga sensus Koran “Washington post” dan jaringan berita “BBC” menunjukan bahwa warga Amerika sangat memandang buruk politik Bush dan mendesak supaya diadakan pembaruan politik bagi Negara mereka. (Berdasarkan laporan berita <em>“Mehr”).</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">KEMARAHAN DUNIA ISLAM<span>  </span>MENENTANG <span> </span>KONFERENSI ANNAPOLIS MEMBARENGI DIMULAINYA PERUNDINGAN PERDAMAIAN MUSIM GUGUR ITU</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;" align="justify"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Disaat berlangsungnya konferensi perdamaian di Annapolis, ribuan kaum muslimin; Indonesia, Palestina, Libanon dan Jordania menunjukan rasa marahnya terhadap penyelenggaraan pertemuan ini, para pengunjuk rasa dengan meneriakan yel-yel penentangan terhadap Amerika dan Israel; Segala bentuk keakuran yang dicetuskan dalam konfrensi yang ditengarai oleh Amerika ini dijatuhi fonis.</span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mereka juga menyangkal terhadap pengabaian hak-hak resmi rakyat Palestina dengan membakar bendera Amerika dan Israel. (Sumber berita; Koran Kaihan).</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/umfat.wordpress.com/173/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/umfat.wordpress.com/173/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umfat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umfat.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umfat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umfat.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umfat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umfat.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umfat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umfat.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umfat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umfat.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umfat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umfat.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umfat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umfat.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=173&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umfat.wordpress.com/2007/12/07/kini-dunia-islam-kembali-bangkit-menentang-kecongkakan-dunia-kafir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a2bcd763ac62abbf3e326d42c9dae8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umfat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TITIAN MUSLIMAH MENUJU KESEMPURNAAN-NYA</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com/2007/11/15/titian-muslimah-menuju-kesempurnaan-nya/</link>
		<comments>http://umfat.wordpress.com/2007/11/15/titian-muslimah-menuju-kesempurnaan-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 21:33:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umfat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bina Insan]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah hakekat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umfat.wordpress.com/2007/11/15/titian-muslimah-menuju-kesempurnaan-nya/</guid>
		<description><![CDATA[Wanita Antara Ilmu, Karir dan Perjuangan (1) Tidak tertinggal wanita menjadi topik bahasan dan argumen dalam berbagai bidang, dan tidak tertinggal topik yang berkaitan dengan wanita kecuali meninggalkan tanda tanya pada berbagai kisarannya. Manusia berbeda pendapat di dalamnya dan mereka berkecenderungan berlebih-lebihan dan bahkan berkekurangan, dari sekian masalah wanita yang paling banyak dibubuhi tanda tanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=161&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:22pt;"><img src="http://umfat.files.wordpress.com/2007/11/n00016411-r-s-004.thumbnail.jpg?w=128&#038;h=108" alt="Di pangkuan wanita anak manusia dibentuk rasa dan karsanya sebagai pemicu nasib bahagia dan sengsaranya." style="width:132px;height:137px;" height="108" width="128" />   </span><span style="font-size:22pt;">Wanita Antara Ilmu, Karir dan Perjuangan (1)</span><span> </span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Tidak tertinggal wanita menjadi topik bahasan dan argumen dalam berbagai bidang, dan tidak tertinggal topik yang berkaitan dengan wanita kecuali meninggalkan tanda tanya pada berbagai kisarannya. Manusia berbeda pendapat di dalamnya dan mereka berkecenderungan berlebih-lebihan dan bahkan berkekurangan, dari sekian masalah wanita yang paling banyak dibubuhi tanda tanya adalah dalam ketiga masalah berikut; Apakah Ilmu bermanfaat bagi wanita? ataukah Ilmu lebih dikhususkan untuk kaum laki-laki saja?, apakah topik beramal bagi wanita dapat memasuki lapangan spekulasinya? dan apakah topik Jihad juga dapat diarungi oleh wanita ataukah itu hanya untuk kaum pria saja?. </font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"><span id="more-161"></span></font></span></p>
<p><span></span></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman" size="5"><font face="Times New Roman"><span><font size="5">Dalam mendapati pencerahan berfikir, sudah semestinyalah kita meneguk air jernih Islam yang termuat dalam arahan-arahan pemimpin spritual Islam Al-Imam Al-Qaid Al-Khamenei </font></span><span style="font-size:8pt;">(semoga Allah Taala menjaganya)</span><span><font size="5">, sebagai minuman yang menyuguhkan kekayaan berfikir dan meluruskan perjalanan serta membenarkan pemahaman-pemahaman selayaknya, yang sudah diutarakan atau yang akan diutarakan.</font></span></font><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span><font face="Times New Roman"><span><font size="5">Dan manakah lagi air yang lebih jernih dari yang mengalir melalui saluran madrasah Ahlul-Bait Rasulillah saww sendiri, sebagai Pemikul bendera duplikat hidayat bagi Sohiba-zaman </font></span><span style="font-size:8pt;">(Semoga Allah Taala mempercepat kemunculannya)</span><span><font size="5">.</font></span></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><span></span></font><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Oleh karenanya mari kita membaca penjelasan-penjelasannya dengan lisan hati dan akal dalam ketiga masalah tsb.</font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span><span style="font-size:16pt;"><font face="Times New Roman">APAKAH ILMU KHUSUS UNTUK KAUM LELAKI SAJA?.</font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Al-Qaid berkata: <em>“Sebagian orang menyangka bahwasannya para gadis tidak wajib untuk menuntut ilmu, sungguh itu adalah sangkaan yang salah dan keliru”</em>.</font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Pementingan Islam terhadap Ilmu dan belajar dengan mengibaratkan Ilmu sebagai kehidupan bagi Agama.</font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Anda melihat Adakah agama dikhususkan untuk kaum lelaki saja tampa diperuntukan bagi kaum wanita, sehingga kaum wanita terisolir dari kehidupannya karena tercegah dari berilmu dan belajar?</font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Tidak diragukan lagi, bahwasannya Agama diperuntukan bagi kaum wanita sebagaimana juga diperuntukan bagi kaum lelaki: </font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><em><span><font size="5"><font face="Times New Roman">“Man-Amila-Soolihan-min-zdakarin-au-unsta-wa-hua-mu’minun-falyuh-yiannahu-hayaatan-thoibatan-wa-linujziannahum-ajrahum-bi-ahsana-maa-kaanuu-ya’maluun”.</font></font></span></em><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="center"><span></span><font size="5"><font face="Times New Roman"><strong><em><span>&#8220;Sesiapa yang melakukan perbuatan baik dari kalangan lelaki dan wanita sedang dia dalam keadan beriman, maka kami akan menganugrahkan baginya kehidupan yang baik dan memberinya ganjaran yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan&#8221;</span></em></strong><span>.Qs.A-nahal/97.</span></font></font><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="center"><span></span><font size="5"><font face="Times New Roman"><em><span>“Wa-Maa-arsalnaaka- illa-mubasyiron-wa-nazdiiro&#8230;”.</span></em></font></font></p>
<p align="center"><font size="5"><font face="Times New Roman"><span>&#8220;<strong><em>Tiadalah kami mengirim kamu (wahai Rasul) kecuali sebagai pemberi khabar gembira dan pemberi peringatan</em></strong>. Qs Saba/ 28.</span></font></font><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Apabila Ilmu sebagai perkara yang diharap, dan sebagai tujuan dan kesempurnaan, maka tidak diragukan lagi, bahwa kaum wanita memiliki saham dalam kesempurnaan, dan merupakan hak mereka untuk meraih tujuan seperti ini, dan apabila ilmu sebagai perkara yang dibutuhkan, maka pasti kebahagiaan manusia berada dalam jangkauan, sejak priode kehidupannya di muka bumi ini, kebutuhan manusia terhadap ilmu selain sebagai pemilah antara amal saleh dan selainnya, juga pemilihan jalan yang paling selamat dan tatacara yang paling benar adalah membutuhkan Ilmu, oleh karena demikian ilmu tidaklah dikhususkan untuk kaum lelaki saja, tetapi ia juga menjadi kepentingan dan kebutuhan bagi kaum wanita sama ukuran penting dan butuhnya bagi kaum lelaki, karena itu tidak pernah terjadi atau tidak akan pernah terjadi dalam suatu haripun ilmu tercegah bagi para gadis sedang tidak bagi yang lain, tidak pada tatanan ilmiahnya dan tidak juga pada praktikalnya sepanjang masa.<span>  </span></font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Demikian Al-Quran yang mulia dengan beragam ayatnya yang membahas tentang ilmu, <em>tafakkur</em> dan <em>tadabbur</em> dengan tidak membedakan dalam satu ayatpun bagi lelaki dan wanita.</font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Demikian juga dalam sunnah Nabi saww, kita temukan saham wanita dalam ilmu menjulang tinggi dan tercipta di langit berbarengan dengan terbitnya Islam, sehingga julukan <em>“Al-Aalimah”</em> menjadi salah satu nama dari penghulu wanita dan tauladan bagi para muslimaat, yaitu Fathimah Az-Zahra as.</font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Al-Qaid berkata : “<em>Tidak ada perbedaan apa-pun antara wanita dan pria Dalam bidang ini (kemajuan Ilmu)</em>”. </font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Setelah itu Al-Qaid memutlakan penolakannya dengan ungkapan kalimat ingkar berikut: <em>“Siapa yang berkata bahwa lelaki berkemampuan untuk belajar sedang wanita tidak ?”.</em> </font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><strong><span><font size="5"><font face="Times New Roman">WANITA BELAJAR DALAM NAUNGAN ISLAM</font></font></span></strong><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Tergambar kemarahan para musuh Islam dalam berbagai ungkapan umum mereka sepanjang jaman untuk memburuk-burukan wajah Islam yang bersih dengan menyebarkan isyu-isyu fikiran bahwasannya Islam mencegah wanita dari ilmu. </font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Dengan menilik kembali kepada sejarah yang memberikan kesaksian kehadiran wanita dalam naungan Islam akan merubah dan membatilkan pandangan itu. Islam senantiasa mengambil tangan wanita dan mengangkatnya dalam arena sosial, terlebih dalam bidang keilmuan dan pendidikan, dan ini juga yang telah menjadi penguat pengalaman keislaman di jaman sekarang. </font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Demikian Imam Ali Khamenei menunjukan hal ini dengan berkata : </font></font></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">“<em>Contoh pertamanya adalah pemujian dan ucapan terimakasih kepada kehadiran wanita di arena Revolusi, setelah revolusi dan dalam pengukuhan revolusi, kalau bukan kehadiran mereka dalam lapangan ini maka tidak tertolong kembangkitan ini secara mendasar. Atau apa yang saya melihatnya di hari ini terhadap pengakuan riset yang diperlihatkan oleh para pemimpin berkaitan dengan pertumbuhan jumlah dan kemajuan wanita dalam masyarakat</em>”.</font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Beliau juga mengatakan : <em>“Dan juga dalam lapangan ilmiah kehadiran kalian (para wanita) merupakan bukti nyata partisipasi ini, dan itu sebagai contoh kehadiran kalian dalam berbagai bidang yang lain</em>”. </font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><strong><span><font size="5"><font face="Times New Roman">MENGAJAR WANITA SEBAGAI BAGIAN DARI TUJUAN ISLAM</font></font></span></strong><strong><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span></span></strong><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Sesungguhnya munculnya ulama dari kalangan wanita dalam naungan Islam senantiasa berkesinambungan, bukan dari segi kebetulan dan bukan pula ia sebagai produk perkara yang tidak disangka-sangka yang timbul sebagai sebab sampingan, akan tetapi suasana keislaman sebagai apa yang dicanangkan oleh Allah Taala baginya merupakan bagian dari tujuan-tujuan diwajibkannya menuntut ilmu bagi semua, dan menghantar masyarakat -khususnya kaum wanita-kepadaNya. </font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><font face="Times New Roman"><span><font size="5">Berkata Al-Imam Ali Khamenei </font></span><span style="font-size:8pt;">hafidzahullah<span>  </span></span><span><font size="5">: <em>“Maka Islam menghendaki pencapaian kedewasaan berfikir, berilmu, bermasyarakat, berpolitik bagi wanita dan yang lebih penting dari itu adalah kedewasaan spritual dan keunggulan maknawi sehingga ia dapat mencapai batas paling tinggi, yang menjadikan keberadaannya sebagai anggota masyarakat dalam keluarga besar kemanusiaan dengan membawa manfaat dan hasil yang paling tinggi nilainya, demikian seluruh ajaran Islam berusaha menuju kesana”</em></font></span></font><em><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></em></p>
<p align="justify"><em><span></span></em><strong><span><font size="5"><font face="Times New Roman">BERILMU ADALAH KEWAJIBAN BAGI WANITA</font></font></span></strong><strong><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span></span></strong><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Sesungguhnya mengajarkan wanita dalam Islam bukan hanya perkara yang diterima, akan tetapi ia sebagai perkara yang dituntut dan diminati, dan hendaknya bersegera menuju kepadanya, dan menjalani zona-zona pendahuluan dan stabilisasi didalamnya, dengan keberadaan yang demikian menunjukan masyarakat manusia yang selamat dan sedang menjalani arah yang benar.</font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><font face="Times New Roman"><span><font size="5">Berkata Al-Imam Al-Khamenei </font></span><span style="font-size:8pt;">hafidhahullah</span><span><font size="5"> : <em>“Sesungguhnya kita berkeyakinan bahwa wanita dalam semua himpunan masyarakatan kemanusiaan yang sehat memiliki kemampuan dan bagi mereka hendaknya dapat mengambil kesempatan untuk mencurahkan tenaga dan berlomba dalam lapangan kemajuan ilmu pengetahuan”.</em></font></span></font><em><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></em></p>
<p align="justify"><em><span></span></em><span><font size="5"><font face="Times New Roman">Dan inilah yang mewajibkan untuk merelai wanita sebelum siapapun dalam masyarakat untuk bersegera menuntut ilmu dan pengajaran.</font></font></span><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<p align="justify"><span></span><font face="Times New Roman"><span><font size="5">Berkata Al-Imam Al-Khamenei </font></span><span style="font-size:8pt;">hafidzahullah</span><span><font size="5"> : <em>“Seharusnyalah disana wanita dapat merasa puas dan dapat menalarkan diri mereka untuk menganggap penting memperhatikan cara mencari ilmu dan pengetahuan, kajian, kesadaran, dan pengenalan, dan hendaknya mereka dapat menguasai kepentingan itu”.</em></font></span></font><span><font face="Times New Roman" size="5"> </font></span></p>
<h6 class="MsoNormal"><span>Terjemahan Umfat dr buku “Al-Mar’ah Ilmu, Amal wa Jihăd” Dalam pandangan Al-Waliyil-Khamenei </span><span style="font-size:8pt;">Hafidzahullah </span><span>.</span></h6>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/umfat.wordpress.com/161/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/umfat.wordpress.com/161/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umfat.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umfat.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umfat.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umfat.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umfat.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umfat.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umfat.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umfat.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umfat.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umfat.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umfat.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umfat.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umfat.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umfat.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=161&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umfat.wordpress.com/2007/11/15/titian-muslimah-menuju-kesempurnaan-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a2bcd763ac62abbf3e326d42c9dae8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umfat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://umfat.files.wordpress.com/2007/11/n00016411-r-s-004.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Di pangkuan wanita anak manusia dibentuk rasa dan karsanya sebagai pemicu nasib bahagia dan sengsaranya.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SATU TERAPI MENUJU KESEJAHTERAAN MASYARAKAT</title>
		<link>http://umfat.wordpress.com/2007/10/26/satu-terapi-menuju-kesejahteraan-masyarakat/</link>
		<comments>http://umfat.wordpress.com/2007/10/26/satu-terapi-menuju-kesejahteraan-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 05:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umfat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bina Insan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umfat.wordpress.com/2007/10/26/satu-terapi-menuju-kesejahteraan-masyarakat/</guid>
		<description><![CDATA[AMAR MA’RŰF , NAHI MUNGKAR  AJAK PADA KEBAIKAN, CEGAH KEMUNGKARAN Allah swt berfirman:  (( وَ لْتَكُنْ مِنكُمْ أُمَّةٌ یَدعُونَ إلَی الخَیرِ وَ يِأمُرُونَ بِالمَعرُوفِ وَ یَنهَونَ عَنِ المُنکَرِ وَ أُولئِکَ هُمُ المُفلِحُونَ )).  “Dan hendaknya diantara kalian ada sekelompok yang menyerukan  kepada kebaikan, memerintah dengan perkara yang lumrah dan mencegah dari perkara yang buruk, dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=159&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><strong><em><u><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span></u></em></strong></font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><strong><em><u><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span></u></em></strong></font></p>
<p align="center"><font face="Times New Roman"><strong><em><u><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><a href="http://umfat.files.wordpress.com/2007/08/beatheh_madina_190.jpg" title="beatheh_madina_190.jpg"><img width="124" src="http://umfat.files.wordpress.com/2007/08/beatheh_madina_190.jpg?w=124&#038;h=225" alt="beatheh_madina_190.jpg" height="225" style="width:152px;height:137px;" /></a></span></u></em></strong></font></p>
<p align="center"><font face="Times New Roman"><strong><em><u><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;">AMAR MA’R</span></u></em></strong><strong><em><u><span style="font-size:16pt;color:#333333;">Ű</span></u></em></strong><strong><em><u><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;">F , NAHI MUNGKAR</span></u></em></strong></font></p>
<p align="center"><font face="Times New Roman"><strong><em><u><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;"> </span></u></em></strong></font><strong><u><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman">AJAK PADA KEBAIKAN, CEGAH KEMUNGKARAN</font></span></u></strong></p>
<p align="center"><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman">Allah swt berfirman:</font></span></p>
<p align="center"><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span style="font-size:20pt;color:#333333;"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><font face="Times New Roman">(( وَ لْتَكُنْ مِنكُمْ أُم</font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:20pt;color:#333333;">َّةٌ یَدعُونَ إلَی الخَیرِ وَ </span><span style="font-size:20pt;color:#333333;">يِ</span><span style="font-size:20pt;color:#333333;">أمُرُونَ بِالمَعرُوفِ وَ یَنهَونَ عَنِ المُنکَرِ وَ أُولئِکَ هُمُ المُفلِحُونَ )).</span></font><span style="font-size:20pt;color:#333333;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p align="center"><span style="font-size:20pt;color:#333333;"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;" dir="ltr"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><font face="Times New Roman">“Dan hendaknya diantara kalian ada sekelompok yang menyerukan<span>  </span>kepada kebaikan, memerintah dengan perkara yang lumrah dan mencegah dari perkara yang buruk, dengan demikian merekalah orang-orang yang memperoleh kemenangan”</font></span></p>
<p align="center"><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;" dir="ltr"></span><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;" dir="ltr"><font face="Times New Roman">Qs Aali-Imron/ 104.</font></span><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;" dir="ltr"><font face="Times New Roman"> <span id="more-159"></span></font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman">Setiap manusia  mempunyai tanggungjawab terhadap prilaku  baik dan buruk anggota masyarakat oleh karena itu jika  kewajiban  ditinggalkan atau  perkara haram terjadi didalamnya maka berdiam diri dan bersikap tidak peduli terhadapnya ádalah tidak diperbolehkan oleh Islam.</font></span></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Hendaknya Seluruh  personal masyarakat  harus  melaksanakan</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"> penegakan kewajiban<span>  </span>dan pencegahan  tindakan haram, yang kedua perilaku ini disebut </span><em><span style="color:#333333;font-family:Calibri;">“AMAR MA’RUF DAN NAHI MUNGKAR”.</span></em></font><em><span style="color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span></em><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<h2 align="justify"><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span>Pentingnya  <em>Amar Ma’ruf</em> dan <span> </span><em>Nahi Mungkar</em></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"> </span></h2>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Sebagian  dari sabda para <em>Ma</em></span><em><span style="font-size:14pt;color:#333333;">’sum</span></em><span style="font-size:14pt;color:#333333;"> (as) demikian telah diriwayatkan :</span></font><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><span> </span><em>-<span> </span>“</em></span><em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah  paling penting dan mulianya<span>  </span>kewajiban”.</span></em></font><em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span></em></p>
<p align="justify"><em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span></em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman">-<span> </span>“<em>Kewajiban-kewajiban  keagamaan dengan perantaraan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar dapat dimapankan”.</em></font></span><em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span></em></p>
<p align="justify"><em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span></em><font face="Times New Roman"><em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">-“Jika suatu masyarakat meninggalkan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar, maka pribadi manusia yang rendah dan tidak berkelayakan menjadi berkuasa diatas mereka dan doa-doa mereka tidak dikabulkan</span></em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">”.</span></font><font face="Times New Roman"><span style="color:#333333;font-family:Calibri;"> </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><strong><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Pengertian <em>Ma’ruf</em> dan <em>Mungkar </em></span></strong><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Calibri;">:</span></font></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Dalam Ahkam Islam, <em>Ma’ruf</em> dikatakan kepada seluruh kewajiban dan perkara-perkara <em>sunnah</em> atau <em>mustahab</em>. Dan <em>Mungkar</em> dikatakan kepada seluruh perkara yang<span>  </span><em>haram</em> dan <em>makruh</em>. </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Oleh karena itu menggalakan masyarakat  untuk  melakukan perkara wajib  dan mustahab  adalah<span>  </span>berarti menegakan <em>Amar Ma’ruf</em><span>  </span>dan mencegah  mereka  dari perkara  haram dan makruh adalah <em>Nahi Mungkat</em>.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"> </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Mengajak kepada  <em>Ma’ruf</em> dan mencegah dari Kemungkaran mempunyai hukum <em>wajib kifai </em>yakni  Jika seseorang </span><span style="font-size:14pt;color:#333333;">secara</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">  cukup/<em>kifayat</em> melaksanakan perkara-perkaranya maka terlepaslah<span>  </span>kewajiban itu bagi yang lain, dan jika semua  orang meniggalkannya bersama syarat-syarat yang ada, maka semua mereka dianggap telah meninggalkan kewajiban.</span></font><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span><strong><span style="font-size:18pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman">Syarat-syarat <em>Amar Ma’ruf</em> dan <em>Nahi Mungkar</em>:</font></span></strong><strong><span style="font-size:18pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-size:18pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></strong><font face="Times New Roman"><em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Amar Ma’ruf</span></em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"> dan <em>Nahi mungkar</em>  menjadi wajib  ketika ada sebagian dari syarat-syaratnya.  Sebaliknya ketika  tiada  maka kewajiban atasnya-pun menjadi tiada.</span></font><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman">Adapun syarat-syarat <em>Amar Ma’ruf</em> dan <em>Nahi Mungkar</em> sbb:</font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><span> </span></span></font></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><span></span></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">1-</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;"> Seseorang yang memerintah dan melarang</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"> mengetahui  apa yang  dilakukan oleh orang lain adalah haram dan apa yang ditinggalkannya<span>  </span>adalah wajib, jadi setiap orang  yang tidak tahu  apa yang dilakukan orang lain itu ádalah amal yang haram atau tidak, maka tidak wajib menjalankan <em>Amar Ma’ruf</em> dan <em>Nahi Mungkar</em>.</span></font><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">2-</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;"> </span><em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Amar Ma’ruf</span></em><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"> dan <em>Nahi Mungkar</em> diperkirakan berpengaruh, oleh itu jika diketahui tidak berpengaruh, maka tidak wajib melakukannya.</span></font></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></font> <font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">3-</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;"> </span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Pelaku dosa  tetap melakukan perbuatan dosanya, jadi jika diketahui atau diberi kumungkinan dengan benar bahwa pelaku dosa berkesempatan meninggalkan amalan dosa itu dan tidak mengulanginya atau ia bersedia untuk tidak mengulanginya kembali, maka tidak wajib menjalankan <em>Amar Ma’ruf</em> dan <em>Nahi Mungkar</em>. </span></font><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman">4-Menjalani Amar dan Nahi tidak menyebabkan bahaya terhadap keselamatan jiwa, harga diri, harta  yang dianggap penting kepada diri sendiri, keluarga, sahabat atau seluruh kaum mukmin.</font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">TAHAP-TAHAP <em>AMAR MA’RUF</em> DAN <em>NAHI MUNGKAR</em> :</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"> </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></font><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman">Pengamalan <em>Amar Ma’ruf</em> dan <em>Nahi Mungkar</em> hendaknya dijalani secara tahap demi tahap, jika pengamalan tahap yang paling ringan telah membawa hasil maka tidak diperbolehkan menjalankan tahap berikutnya. </font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman">Tahap-tahapnya sbb :</font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span><font face="Times New Roman"><strong><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Tahap Pertama</span></strong><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"> : Memberikan satu sikap yang dapat dipahami oleh pelaku <em>ma’shiat</em> sebagai akibat perlakuan dosanya, seperti memalingkan muka ketika berpapasan dengannya, atau dengan muka masam berhadapan dengannya atau tidak datang dan pergi bersama dengannya.</span></font><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"></span><font face="Times New Roman"><strong><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Tahap Kedua</span></strong><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><span>  </span>: <em>Amar Ma’ruf</em> dan <em>Nahi Mungkar</em> dengan Lisan; Yakni kepada orang yang meninggalkan kewajiban diberikan perintah untuk menjalankan kewajiban dan kepada pelaku dosa supaya meninggalkan perbuatan dosa.</span></font><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p align="justify" style="border-right:medium none;border-top:medium none;border-left:medium none;border-bottom:windowtext 1pt solid;padding:0 0 1pt;"><font face="Times New Roman"><strong><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;">Tahap ketiga</span></strong><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"> : Menggunakan kekuatan* untuk mencegah dari kemungkaran dan mejalankan kewajiban seperti memukul pelaku dosa.</span></font><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Calibri;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman"><span style="color:#333333;font-family:Calibri;">*Menurut</span><span style="color:#333333;"> pandangan pemimpin spritual tertinggi Islam, Rahbar Sayyid Ali Khamenei hafidzahullah, berkaitan dengan Tahap yang ketiga: Dengan memperhatikan adanya kemampuan Republik Islam untuk mengembalikan tahap ketiga pelaksanaan Amar Ma’aruf dan Nahí Mungkar kepada mahkamah Agung dan lembaga pertahanan dan keamanan negara, khususnya dalam perkara pencegahan kemungkaran yang bergantung pada penggunaan harta atau pelaku criminal atau  perlunya ia dihajar  atau dipenjara, oleh itu  kewajiban Amar Ma’aruf dan Nahi Mungkar  bagi para mukalaf cukup hanya kepada tahapan  pertama dan kedua saja, dan ketika  tidak berpengaruh sehingga memerlukan perantaraan kepada kekuatan maka masalahnya bisa diajukan kepada lembaga pertahanan dan keamanan negara atau mahkamah<span>  </span>(polisi  dan qadhi). Ajwibatul istiftaat, jilid 1, ms 33</span></font><span style="color:#333333;font-family:Arial;">7) .</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">BEBERAPA PERATURAN  <em>AMAR MA’RUF</em> DAN <em>NAHI MUNGKAR</em> </span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">1- Wajib mempelajari syarat dan perkara <em>Amar Ma’ruf</em> <em>Nahi Mungkar</em>, sehingga manusia tidak terjebak salah dalam memerintah dan melarang. </span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">2-</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">Jika diketahui perintah dan larangan yang tampa dibarengi dengan permintaan, nasihat dan peringatan itu, tidak membawa pengaruh, maka wajib membarenginya dan jika diketahui dengan hanya itu dapat memberi pengaruh artinya tampa perintah dan larang maka wajib melakukan demikian.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">3-</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">Jika diketahui  atau memberi kemungkinan dengan melakukan perintah dan larang yang berkali-kali dapat memberi pengaruh, maka wajib melakukannya dengan berkali-kali.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">4-</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">Maksud dari pada pelaku dosa tetap melakukan dosanya, bukan senantiasa berketerusan melakukannya tetapi perlakuan dosa itu telah dilakukannya walau satu kali kemudian pada kali yang lain ia akan melakukannya lagi, maka <em>Amar Ma’ruf</em> wajib dilakukan keatasnya.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">5-Dalam melakukan <em>Amar Ma’ruf Nahi Mungkar</em>  tanpa izin hakim syariat tidak diperbolehkan melukai dan membunuh pelaku <em>ma&#8217;shiat</em>, kecuali kemungkaran yang dilakukannya termasuk perkara yang sangat penting menurut Islam seperti seseorang ingin melakukan pembunuhan terhadap manusia tak berdosa, sedang mencegah perlakuannya tidak mungkin tampa mencederainya.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">6-Dalam melakukan <em>Amar Ma’ruf Nahi Mungkar</em> tidak disyaratkan berniat <em>qurbat (mendekatkan diri kepada Allah swt)</em>, namun tujuan dari kewajiban ini adalah menegakan perkara <em>Ma’ruf</em> dan meninggalkan  kemungkaran, tapi  jika dibarengi niat <span> </span><em>qurbat</em>  ada dua pahalanya.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">7-Dalam kewajiban mencegah kemungkaran tidak ada perbedaan antara perlakuan dosa besar atau dosa kecil, jadi jika seseorang melakukan dosa kecil sekalipun maka wajib menjalankan pencegahan terhadapnya.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">8-Jika seseorang  bermaksud melakukan pekerjaan yang haram, dengan memulainya melakukan pekerjaan–pekerjaan pendahuluan maka bagi manusia penegak <em>Amar Ma’ruf Nahi Mungkar</em> memperhatikan hal berikut :</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Symbol;"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Symbol;"><span></span>·</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;"><font face="Times New Roman">Jika mengetahui</font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">  dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan<span> </span>pendahuluan itu Ia akan berhasil melakukan pekerjaan haram yang dimaksudkannya, maka wajib menjalankan <em>Nahi</em> terhadapnya.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Symbol;"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Symbol;"><span></span>·</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;"><font face="Times New Roman">Jika mengetahui</font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> dengan melakukan pekerjaan pendahuluan itu Ia tidak berhasil melakukan pekerjaan haram, maka tidak wajib menjalankan <em>Nahi</em> terhadapnya. Kecuali pekerjaan-pekerjaan pendahuluan itu juga sebagai kemungkaran seperti keberanian untuk melakukan pekerjaan haram juga termasuk sebagai <em>ma’shiat</em> maka harus dicegah.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Symbol;"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Symbol;"><span></span>·</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;"><font face="Times New Roman">Jika tidak mengetahui dengan melakukan pekerjaan pendahuluan itu</font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> ia berhasil atau tidak melakukan pekerjaan haram, maka hukum menjalankan <em>Amar Ma’ruf Nahi Mungkar</em> kembali pada pembahasan sebelumnya.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">9-Jika  diketahui  atau diberi kemungkinan, pencegahan terhadapnya dilakukan didepan umum akan memberi hasil, dengan catatan pelaku kemungkaran itu melakukan kemungkarannya secara terang-terangan didepan khalayak, maka pencegahan secara terbuka didepan khalayak diperbolehkan bahkan wajib hukumnya, tetapi jika tidak demikian maka berdasarkan <em>ihthiat wajib</em> tidak diperbolehkan.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">10-Jika diketahui perintah seseorang terhadap pelaku dosa  mempunyai hasil, maka wajib  memerintahkan orang tersebut untuk mencegah pelaku dosa dari perbuatan dosanya. </span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">11-</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">Jika hasil <em>Amar</em> dan <em>Nahi</em> bergantung kepada prilaku haram atau  meninggalkan kewajiban, maka <em>Amar</em> dan <em>Nahi</em> tidak diperbolehkan atau kewajibannya menjadi hilang, kecuali prilaku haram itu termasuk perkara yang sangat penting yang jika tidak diadakan penentangan terhadapnya maka Tuhan tidak meridhoinya, tetapi jika perkara itu tidak termasuk perkara penting seperti untuk mencegah terbunuhnya seorang manusia tak berdosa maka harus memasuki rumah seseorang tampa izin.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Arial;">Tatakrama menjalankan <em>Amar Ma’ruf</em> dan <em>Nahi Mungkar</em></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-size:16pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></strong><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">Selayaknya orang yang  mengajak kepada <em>Ma’ruf</em> dan  mencegah dari kemungkaran memperhatikan tatakrama berikut:</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></p>
<p align="justify" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Symbol;"></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Symbol;">· </span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:#333333;">Hendaknya menyerupai seorang dokter yang belas kasih dan bersikap kebapaan yang penuh kasih sayang. </span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span></font><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Symbol;">·</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> Mengikhlaskan niat hanya untuk keridhaan Allah dalam melakukannya  dan membersihkan diri dari segala tujuan mencari kedudukan dimata masyarakat.</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span></p>
<h4 align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Symbol;">·</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;">Tidak memandang dirinya sebagai yang paling suci dari segala dosa, apa lagi pribadi yang sekarang melakukan dosa juga mempunyai sifat yang terpuji yang menyebabkan Allah mencintainya sekalipun sekarang ia melakukan prilaku tidak terpuji dan menyebabkan kemarahan Allah swt</span><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;">.</span></h4>
<h6 align="justify"><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Arial;"> (Sumber : Kitab Pelajaran Ahkam: Muhammad Husein Falah Zodeh-Iranian)</span></h6>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/umfat.wordpress.com/159/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/umfat.wordpress.com/159/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umfat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umfat.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umfat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umfat.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umfat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umfat.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umfat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umfat.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umfat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umfat.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umfat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umfat.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umfat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umfat.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umfat.wordpress.com&amp;blog=1008358&amp;post=159&amp;subd=umfat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umfat.wordpress.com/2007/10/26/satu-terapi-menuju-kesejahteraan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a2bcd763ac62abbf3e326d42c9dae8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umfat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://umfat.files.wordpress.com/2007/08/beatheh_madina_190.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">beatheh_madina_190.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
