BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH

Kini Dunia sedang menapaki usia Tuanya, pertanda surat ajal tak lama lagi akan tiba.

Namun ia masih bergeming dalam kegelapan, terbalut kabut tebal penghianatan,

Penghuninya masih terlena dalam sejuta khayalan,

Bak penagih jerutu sedang mencapai klimaks mahligai khayalan,

Lautan fata-morgana, menenggelamkan ia dalam angan-angan, tak berakhir.

Syetan terbahak-bahak menggemakan suara kegirangan,

Seraya merasa berjaya perdayakan anak-anak Adam,

Tak tertinggal Syaitanul-Akbar sedang ongkahkan kaki kebongkahan,

Menyusun makar, menjaring ummat terbaik Muhammadi,

Ummat terseok-seok menapaki, jejak lentera digenggaman Al-Husein Sang Itrah,

Kini berada digenggaman Al-Mahdi, harapan yang tertinggal.

Para Rasul Tuhan selesai rajutkan tugas Ilahi membimbing ummat,

Bahkan Khatamul-Anbia’, meninggalkan wasiat,

“Ku tinggalkan dua pusaka keramat, genggamlah ia kuat-kuat”

Wahai ummat-ku !

Perlepasan kalian darinya sama arti binasa,

Ini adalah titah Tuhan Sang Penguasa Mutlak bagi jagat-raya,

Dia yang menciptakan-mu, Maha mengetahui kebutuhan-mu.

Tatap kembali cermin diri, adakah tertinggal keluh-kesah ummat dalam dada-mu,

Hadirkan ratapan simiskin di jaring telinga-mu,

Tengoklah gelinang air-mata duka di sudut-sudut mata anak-anak yatim,

Keratlah karat-karat dosa dalam rongga jiwa-mu,

Sebelum panas Jahannam membakar angus tulang-tulang rusuk-mu,

Ataukah sebelum,

Malaikat penanya kubur, membongkar memori dengki, hasud dan kebohongan-mu,

Soalan bertubi-tubi menghadang jejak-mu,

Tentang hak Muslim yang engkau abaikan, tentang adu-domba yang engkau goreskan

di ubun-ubun saudara se-Islam-mu,

Identitas apa yang engkau miliki sebagai ummat Muhammad sang Nabi!,

Kartu masuk dalam Mardhatillah, terkoyak-koyak dalam genggaman-mu,

Watan-mu di mana?, kepribadian-mu berwarna apa?, qanun hidup-mu bagaimana?,

Wahai ummat! yang menapaki ujung perjalanannya,

Musuh melingkar disekeliling-mu,

Menggonggong bak srigala-srigala buas siap menerkam-mu,

Perlepasan-mu dari sang gembala, berarti siap dimangsa,

BERSATU KITA SELAMAT BERCERAI KITA BINASA!

“Wa’tashimu-bi-habli-Llahi-jami’an-wa-la-tafarraquu”,

Semua genggamkan tali juntai dari langit, jangan berlepas!,

Siaga dalam kekuatan batin dan zdahir,

Memupuk Iman, merajut Makrifat,

Merapatkan bahu, menghadang dilema,

 Bina tubuh ummat dengan tembok bersatu,

“Ka’annahu- bunyanun-marsus”

Raih kejayaan dunia Islam, dengan kalimatul-Wahdah,

Tambang Rahmat Ilahi tersimpan dalam genggaman Jamaah,

Wahdah yakni kejayaan

Wahdah yakni kekuatan

Wahdah yakni Tauhid

Wahdah yakni Iman

Wahdah yakni Tawalla-wa-tabara’

Wahdah yakni Ikhlas

Wahdah yakni Itsar,

Wahdah yakni daya juang

Wahdah yakni permata harga yang terlepas dari genggaman ummat Muhammadi,

Lihatlah!, mereka menjadi santapan binatang liar, perakus-perakus dunia,

Ummat Musthofa kini, berkeping-keping patah dalam kunyahan kufar perampok,

Mereka tergiring arus tendang permainan geng-genster materialis,

Bak bola, berguling kehilangan kendali,

Mala petaka berpecah, meruntuhkan kehebatan mereka,

Memecah yakni mematahkan tulang punggung sendiri,

Memecah yakni menggenggam tangan kufar,

Memecah yakni siap diperdayakan oleh pemburu2 dunia

Memecah yakni melucuti diri, dikeangkuhan musuh,

Dan berpecah yakni, siap menjadi hina,

“Ayyuhal-Muslimuun!, Ittahiduu…!, Ittahiduu!”

“Ayyuhal-muslimuun…!”

Tataplah kembali dua pusaka titipan Tuhan,

Kitabullah dan Itrah-Rasul-Nya,

Adakah, kita telah berazam menunaikan amanah Tuhan?,

Menjaga Wahdah yakni berbenah diri menuju keharibaan Tuhan.

Wahdah adalah kunci berkah Tuhan,

Wahdah adalah urat-nadi kehidupan ummat,

Wahdah adalah benteng kokoh, yang menjanjikan keselamatan ummat,

Wahdah adalah senjata ampuh, penangkis tofan fitnah,

Wahdah adalah bom Atom kekuatan ummat,

Wahdah adalah berdiri kembali selepas jatuh,

Dan

Wahdah adalah berjuang di jalan Allah

Menyambung Juang Al-Husain,

ASSALAAMU-ALAL-HUSAIN-WA-ALA-ALIYIBNIL-HUSAIN-WA-ALA-AULAADIL-HUSAIN-WA-ALA-ASHAABIL-HUSAIN-WARAHMATULLAHI-WABARAKATUH

 Shalawaaat.

Umfat-qom-Iran-

26Zdulhijjah/1426 h.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

2 Komentar »

  1. Salom
    Puisinya bagus sekali, sepertinya memang syumo memiliki bakat berpuisi. Saya menikmati puisi ini.
    Kheili mamnun

  2. umfat said

    Salom-Ukht kami sambut dalam slogan “BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH”!!

    Comentar positif Ukht- sangat patut dihargai, namun sangat mahal harganya, karena itu, lebih tepat ditujukan kepada Slogan-nya, yang hakekatnya adalah milik kita semua, sebagai Ummat agama Allah swt, Oleh itu untuk menghaturkan kembali penghargaan atas comen-itu tiada yang dapat menyepadankan-nya,hanya panjatan doa pada Allah Yang Maha Mampu untuk menghargai segala budi baik hamba-hamba-Nya”, betul kata-kata-ukht!! “Saya menikmati puisi ini”, hakekatnya kita menikmati ma’na indah slogan-nya yang meminta pada ummat Islam untuk menyingsingkan lengan menjalin tekat ” bersatu menghadang musuh Islam dan Ummat-nya”, apa lagi kalau kita wujudkan dalam ajang juang, tentunya lebih indah dan lebih ni’mat rasanya.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: